Antisipasi Potensi Bencana, Pemprov dan Forkopimda Siaga

Polda Sulut Siapkan Pasukan dan Prasarana Pendukung


LAPORAN : ALLAN DORINGIN / SONNY DINAR

Teror bencana alam mulai menghantui wilayah Sulawesi Utara (Sulut) akibat cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Potensi itu memantik gerak kesiapsiagaan seluruh stakeholder. Strategi penanganan bencana alam dipersiapkan. Pihak Polda Sulut bahkan telah menyiapkan pasukan dan prasarana pendukung.

Hal itu terlihat dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Lapangan KONI Sario Manado, Selasa (3/11/, yang menghadirkan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan unsur Forkopimda Sulut. Dalam apel tersebut, tampak 3 Satker Polda Sulut disiagakan yaitu Brimob, Polairud dan Samapta.

“Harus diakui bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi bencana. Apalagi Sulut termasuk daerah dengan banyak potensi bencana alam,” ungkap Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulut Agus Fatoni saat memimpin apel tersebut.

Potensi bencana yang dimaksud Fatoni yaitu banjir, tanah longsor, gempa bumi dan tsunami. Selain itu erupsi gunung api juga jadi ancaman serius, mengingat daerah Sulut memiliki 8 gunung api aktif yaitu Lokon, Soputan, Mahawu, Karangetang, Ambang, Awu, Ruang dan Tangkoko.

“Ini yang perlu diantisipasi, melalui apel saat ini dapat mempersiapkan dan meningkatkan kesiapsiagaan semua unsur dalam penanggulangan bencana di daerah kita ini, baik pemerintah, masyarakat relawan serta kesiapan sarana dan prasarana agar kita selalu siap dan dapat menekan resiko bencana alam di Sulut,” jelasnya.

Fatoni juga menyinggung slogan Kepala BNPB “Bencana Urusan Bersama” sekaligus mengingatkan seluruh elemen untuk ikut serta dan bersama-sama bekerja dalam upaya penanggulangan bencana di Sulut. “Koordinasi dan komunikasi yang cepat dari unsur penanggulangan bencana di kabupaten/kota dengan unit yang ada di provinsi untuk terus dimaksimalkan sehingga respon cepat dan keterpaduan dalam bencana dapat tercipta untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi,” ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dihubungi terpisah mengatakan, tiga Satker yakni Brimob, Polairud dan Samapta memiliki personel dan peralatan yang mendukung dalam proses evakuasi bencana, apabila dibutuhkan.

“Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi bencana apapun di Sulawesi Utara, namun bila seandainya ada, Polda Sulut dan jajaran sudah siap turun membantu melakukan evakuasi, bekerjasama dengan seluruh stakeholder dan masyarakat,” ujar Abast.

Pada kesempatan ini juga, Fatoni langsung meninjau kesiapan dari para personel, alat dan kendaraan yang ada di lapangan. Dengan adanya apel ini juga menandakan bahwa Pemprov Sulut dan unsur terkait sudah siap dalam penanggulangan bencana.

Apel siaga yang dilaksanakan BPBD Sulut diikuti oleh jajaran TNI, Polri, Basarnas, Satpol-PP, Baguna, Reskom, unit SAR Sulut, Dispora, BPBD, Balai Jalan, Balai Sungai, Dinas PU, RAPI Sulut dan BNPB. Hadir juga unsur Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut.(***)


Komentar