Olly ‘Curhat’ Mengapa Rajin Bantu Pembangunan Rumah Ibadah


Ada kisah dirajut Calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, tentang komitmennya bagi pembangunan rumah ibadah. Latar belakang munculnya semangat itu diurainya dalam kesempatan ibadah bersama dengan Militan Ungu Muda, Barisan Obor Muda (BOM) dan Relawan Sinar Kasih, Sabtu (7/11), di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Pada kesempatan itu Olly pun menceritakan kenapa dia sangat bersemangat membantu membangun gereja serta rumah-rumah ibadah. "Pemilu (pemilihan umum) tahun 1999 waktu itu abis krismon (krisis moneter) pesawat Bouraq ke Jakarta harga 1,7 juta. Kita dorang tunjuk jadi ketua pembangunan gereja di Pondok Gede. Pas sementara itu kita juga sementara bacalon DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), jadi memang banyak anggaran yang mo kaluar. Singkat cerita gereja so klar biar cuma tutup seng, kursi belum ada dan sarana lain dalam gereja. Kita bilang pendeta resmikan saja biar belum klar dan akhirnya ketua sinode GPIB resmikan," cerita Olly lewat kesaksiannya.

Lanjut Olly, saat balik Manado dia ikut kampanye pemilihan calon legislatif (Pilcaleg) tapi gagal. Dia pun merenungkan terkait kegagalannya tersebut. Salah satunya menurut dia ialah tugas pembangunan gereja yang tidak tuntas. Dia pun langsung balik Jakarta kumpul kembali panitia pembangunan di Pondok Gede dan menyelesaikan sisa tugasnya hingga selesai.

"Akhirnya gereja selesai semuanya lengkap dengan isi, 2 pastori juga tuntas, ada taman kanak-kanak semuanya luas total hampir 2 hektar. Ini semua karena kemurahan Tuhan," ujarnya disambut tepuk tangan para penatua.

Olly melanjutkan kesaksiannya, saat tahun 2004, dia dipanggil almarhum Theo Safei dan diperintahkan mencari mantan jenderal di Sulut supaya dicalonkan sebagai anggota DPR RI nomor urut 1. Hasilnya tak ada yang bersedia, diapun melaporkan kembali ke Theo Safei hingga akhirnya dirinyalah yang ditunjuk menjadi nomor urut 1 dan membawanya menjadi anggota DPR RI. Sejak itu pun dia mulai rajin membantu pembangunan rumah ibadah. "Saya rasa ini semua rencana dari Tuhan dan wajib berkat ini dikembalikan," ujar Olly.

Berkat pun terus dia rasakan hingga kini meski tidak sedikit tantangan dan cobaan dia hadapi. Mulai dari diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga persoalan lain. "Sampe hari ini APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Sulut torang banyak bantu tempat ibadah, jika kita bekerja dan punya komitmen pasti tak ada hambatan. Jadi politikus itu harus punya jantung 3 karena lawan ajar trus, tapi bersama Tuhan Yesus badai menerpa akan dilewati, pun sebagai warga gereja harus punya sikap," katanya.

Dijelaskannya, dalam bukunya yang berjudul ‘Politik adalah Sarana Keselamatan’ mengartikan, kebijakan politik yang baik bisa jadi sarana yang baik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak pernah calonkan terpidana karena politik itu etika proses panjang. Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) berterima kasih dan mengajak semua pemuda dan pembina remaja gereja untuk terlibat dalam Pilkada Serentak 2020. "Coba baca di Ibrani 2 ayat 1, intinya jangan terbawa arus harus dengar dan teliti dulu. Untuk itu mari kita terlibat langsung dalam pemilihan pada 9 Desember, jangan nda ba pilih harus ba pilih neh agar pemimpin kita semakin Hebat dalam melanjutkan pembangunan Sulut," tutur Ketua DPD PDIP Sulut itu.

Semua Pembina Remaja dan Pemuda Gereja adalah pemimpin masa depan bangsa. "Kita semua ada masanya, saya juga bangga buat semua yang ada di sini karena kalian semua adalah pemimpin kita ke depan, ini perlu disiapkan terlebih dalam pendidikan," ucap Gubernur Sulut itu.

Ia mendorong semua untuk yakin dalam meraih apa yang dicita-citakan. Harus percaya kepada Tuhan untuk terus berusaha dan maju. "Saya sendiri bisa sampai sekarang bukan tak pernah susah, riki SMA saja saya habiskan 4.5 tahun karena talalu banyak bajalang, namun kita percaya harus bangkit jangan pernah menyerah apalagi di politik harus kuat," ucap OD disambut tawa.

Ibadah yang dipimpin Pnt Stevie Kaligis SE MM Ak CA dalam khotbahnya mengatakan karena anugerah Tuhan sehingga semua bisa bertemu dan ibadah bersama.

"Dengan penuh rasa syukur mari kita siapkan hati kita untuk membaca dan merenungkan firman," ucap Pnt. Kaligis di hadapan seluruh Militan Ungu Muda, Barisan Obor Muda (BOM) dan Sinar Kasih.

Dengan mengangkat tema kepemimpinan adalah teladan, Kaligis mencontohkan, raja Daud dalam perjalanan kepemimpinannya.

Koordinator Militan Ungu Muda Fransiskus Enoch SH mewakili seluruh Pembina Remaja dan Pemuda yang tergabung dalam Militan Ungu Muda, Barisan Obor Muda (BOM) dan Sinar Kasih berterima kasih pemberian diri sebagai warga negara yang baik.

Dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19, setiap peserta diwajibkan dilakukan rapid-test terlebih dahulu. Kemudian menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Pelaksanaan ibadah bersama Pembina Remaja dan Pemuda Gereja berjalan dengan penuh hikmah dan sukacita.

Turut hadir dalam Ibadah bersama Calon Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang, calon Bupati Minsel Frangky Wongkar, Ketua FKUB Pdt Lucky Rumopa, Ketua Team Pemenangan Ir Marhany Pua dan Djeremia Damongilala. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting