Foto: Mustarin Humagi
Bawaslu Siapkan Satgas ‘Malam Bakupas’
Redam Politik Uang
Manado, MS
Malam akhir jelang pemungutan suara menjadi target Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Aksi politik uang dikhawatirkan terjadi. Satuan Tugas (Satgas) ‘Malam Bakupas’ pun disiapkan untuk mengantisipasi.
Hal itu disampaikan pimpinan Bawaslu Sulut, Mustarin Humagi. Ia mengungkapkan, istilah ‘malam bakupas’ sebenarnya sering dipakai ketika pesta pernikahan. Kondisi dimana malam tersebut pada besoknya akan dilaksanakan resepsi pernikahan sehingga disebut ‘malam bakupas’. "Malam Bakupas penentu pelaksanaan hari H. Kenapa demikian? karena malam dimana besoknya akan dilaksanakan pesta demokrasi atau pemilihan biasanya akan beredar uang yang kita sebut dengan money politik pada malam hari sebelum tanggal 9 Desember," ungkap Mustarin, baru-baru ini, di tempat kerjanya.
Nanti pihaknya akan membuat strategi untuk ini yakni patroli ‘malam bakupas’. Saat itu akan dibentuk Satgas yang akan melakukan ronda. "Kita akan menyisir, awasi rumah-rumah dan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kemudian mahasiswa yang merupakan kader pengawasan akan kita libatkan ada sekitar ratusan orang. Juga kepada pemangku pemerintahan di tingkatan RT RW," ujar Koodinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sulut ini.
Strategi selanjutnya yakni mendorong calon atau tim pasangan calon untuk masing-masing saling mengawasi. Menurutnya, hal ini sangat ampuh dalam menangani pelanggaran dalam masa jelang pemungutan suara. "Ini bagian dari strategi. Kalau kita temukan pelanggaran itu di pemungutan suara kita akan proses. Itu sanksinya berat. Bisa pembatalan calon kalau kita dapati," tegasnya.
"Kita akan rapat dengan tim paslon untuk membicarakan agar sama-sama mengawasi terjadinya potensi money politic. Dan Satgas malam bakupas nantinya mudah-mudahan bisa efektif," sambung dia.
Pihaknya pula akan bersinergi dengan insan pers. Ini dapat dilakukan karena setiap media mempunyai yang namanya pos liputan biro di kabupaten kota. "Ini nanti kita akan ikut libatkan untuk turut mengawasi, kita akan bersinergi," urainya.
Dalam hari H pemungutan suara akan diusahakan untuk tidak ada lagi tim sukses yang membayang-bayangi lokasi TPS. Ini demi mencegah potensi terjadinya upaya mempengaruhi. "Oknum-oknum tertentu yang menyita perhatian di TPS akan kita awasi. Kalau kita temui ada tindakan pelanggaran, kita pastikan akan ada pidana yang menyasar," kunci dia.(arfin tompodung)















































Komentar