Foto: Ketiga Paslon pilgub CEP-SSL, VAP-HR dan Olly-Steven
PERANG PROGRAM KESEJAHTERAAN RAKYAT
Manado, MS
Episode debat publik calon gubernur dan wakil gubernur (wagub) Sulawesi Utara (Sulut) berlanjut. Saling adu gagasan dan kebijakan kembali tersaji sengit. Masalah kesejahteraan rakyat jadi tema hangat yang ‘diaduk’ para kandidat.
Panggung debat kedua pemilihan gubernur (pilgub) dan wagub Sulut kali ini berlokasi di Hotel Mercure, Rabu (11/11). Kemudian disiarkan secara langsung dari televisi, radio dan streaming facebook maupun youtube. Ragam segmen dilalui para paslon dengan menjawab pertanyaan seputar topik kesejahteraan rakyat, pendidikan dan penanggulangan kemiskinan (ekonomi, industri, pendidikan, perdagangan dan teknologi, UMKM dan koperasi, gender, disabilitas dan anak). Saling lempar pertanyaan dan menyanggah argumen sempat tersaji panas antar pasangan calon (paslon) dengan tetap di bawah pengaturan moderator Debby Ribkah Wullur.
Dalam sambutan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Ardiles Mewoh yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan, debat publik pilgub dan wagub yang diselenggarakan KPU Sulut tersebut merupakan tahap ke 2 dengan topik yang kembali berbeda. Ia menyampaikan, dalam rangka mempertajam tema yang ditetapkan telah dilakukan penyusunan materi oleh para ahli dan pakar. "Kita juga mengundang perwakilan dari kelompok praktisi seperti disabilitas. Kita akan bisa berdebat dan diskusi mengenai disabilitas," ungkap Mewoh.
Diharapkannya, dalam debat itu masyarakat dapat disajikan visi dan misi paslon. Hal tersebut agar pemimpin yang akan dipilih nanti diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Sulut. "Silahkan berdebat tentu dengan dialektika yang positif bukan hanya sekedar seremonial debat yang sifatnya formalitas," ucap Mewoh.
Mewoh pula menghimbau paslon agar berupaya meyakinkan masyarakat lewat debat tersebut. Tujuannya pula agar rakyat bisa datang memilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Bagi para paslon semua rakyat menunggu pemaparan visi dan misi untuk meyakinkan mereka bisa datang ke TPS tanggal 9 Desember 2020 menggunakan hak pilihnya," ungkapnya.
OLLY-STEVEN KELOMPOKKAN TINGKAT KEMISKINAN
Strategi meningkatkan kesejahteraan rakyat dipaparkan paslon nomor urut 3 Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (Olly-Steven). Utamanya bagaimana menangani persoalan kemiskinan di tengah masyarakat.
Olly menjelaskan, dalam penanganan kemiskinan perlu dibagi dalam tiga kelompok. Didalamnya yakni kelompok paling miskin, miskin dan rentan miskin. "Kalau paling miskin, maka kita perlu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dalam jangka pendek. Memberikan pengaruh pendapatan rumah tangga miskin dan bantuan sosial tepat sasaran," ungkap Olly.
Selanjutnya untuk yang kategori miskin, diperkuat dengan menjaga usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan memberikan asuransi pertanian. "Bagi yang rentan miskin dibuat segala pelatihan baik teknis, operator, usaha salon kecantikan dan lain-lain. Selanjutnya memberikan kepastian kepada anak terkait masa depan. Merubah perilaku miskin sehingga bisa diterapkan sampai kepada anak-anak," tuturnya.
Dirinya pula menyampaikan mengenai, manfaat investasi yang telah dirasakan sewaktu dirinya memimpin daerah Sulut. Telah banyak yang dilakukan sehingga dapat dilihat dari sejumlah indikator. Dengan investasi pengangguran menjadi berkurang. "PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) kita meningkat dengan adanya investasi. Era sebelum covid kemiskinan turun. Iklim investasi di Sulut dengan kebijakan Olly-Steven ini telah menambah orang datang di Sulut. Berapa banyak hotel yang tumbuh di Sulut. Investasi telah berdampak ke masyarakat miskin, indikatornya ada dan itu kami sudah lakukan," tuturnya.
Calon wagub Steven Kandouw menjelaskan, kesejahteraan pendidikan perlu menjadi perhatian penting. Disampaikannya, ada yang sudah 10 tahun menjadi bupati seharusnya sudah bisa mengurus persoalan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). "Sementara fakta mengatakan bahwa kesejahteraan pendidikan selama 7 tahun tersebut bahkan ada kabupaten kota yang tidak mau menganggarkan anggaran THL (tenaga harian lepas), pendidikan ada yang hanya berikan honor Rp600 ribu. Untuk apa kita harapkan pendidikan yang seperti itu. Mari kita jadikan warga Sulut sebagai human capital yang berintegritas," ungkapnya.
BANTUAN UMKM BAKAL DIPERKUAT CEP-SSL
Keberpihakan kepada pelaku UMKM menjadi salah satu program yang akan diperhatikan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL). Paslon nomor urut 1 ini berjanji akan memberikan dana stimulus untuk menggairahkan industri kecil.
CEP menjelaskan, ke depannya bila dipercayakan memimpin Sulut maka akan ada dana 3 juta per UMKM yang nantinya akan mereka berikan kepada masyarakat. Mereka akan menyentuh 50 ribu pelaku UMKM. "50 ribu UMKM di Sulut akan dapat program ini. Ini sudah kita lakukan di daerah kami. Selain itu kami juga akan buat rumah layak huni," tutur Tetty sapaan akrab CEP.
Mereka pula akan memberikan anggaran untuk pembangunan di desa. Seluruh kabupaten kota akan mendapatkannya. Sehingga tidak ada lagi yang hidup miskin. "Ada program unggulan pemberian anggaran dana desa kepada seluruh kabupaten kota. Uang Rp200 juta bagi desa. Kemiskinan tidak ada lagi karena pembangunan dari desa sudah kami mulai," jelasnya.
Sehan menambahkan, pertama yang harus dipahami adalah kedudukan gubernur sebagai mediator antara pemerintah pusat dan daerah kabupaten kota. Kemudian berperan sebagai inisiator, motivator dan sebagai supervisor. Capaian-capaian daerah Sulut yang disebutkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyentuh tingkat kesejahteraan baginya adalah kinerja dari bupati dan walikota. "Sebab yang mempunyai persoalan adalah bupati dan walikota. Yang mempunyai masyarakat bupati dan walikota. Sehingga nantinya apabila terpilih kami lakukan pertama adalah sinergitas. Melakukan upaya-upaya keseimbangan bekerjasama meminta data. Capaian dari gubernur itu ada pada bupati dan walikota. Kunci sesungguhnya yakni dari upaya stimulus kepada kabupaten kota. Jangan gubernur ‘one man show’," urainya.
Dijelaskan Sehan, hal paling penting pula adalah bagaimana memberikan kedaulatan kepada rakyat. "Tingkatkan kualitas pendidikan kita. Memberikan haknya dengan membangun rumah yang layak, lahan pekarangan bagi penduduk kita," ucapnya.
Dirinya pula menyinggung mengenai, persoalan pembangunan investasi yang harusnya memperhatikan lingkungan hidup. "The equator principle yang diterapkan world bank adalah keseimbangan lingkungan dalam pembangunan investasi. Tidak semua investasi diadakan tanpa melihat dampaknya. Masih banyak yang melanggar dan merusak lingkungan dalam pembangunan saat ini," jelasnya.
RUNTUWENE: BUAT REGULASI BERPIHAK KE RAKYAT KECIL
Aturan yang menguntungkan rakyat kecil disentil Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dan Hendry Runtuwene. Keberadaan regulasi dinilai paslon nomor urut 2 ini sebagai sesuatu yang sangat penting untuk memberikan keadilan di tengah masyarakat. Terutama bagi rakyat kecil.
Hendry menyampaikan, aturan-aturan yang dibuat harus berpihak kepada rakyat kecil. Jangan kemudian investasi tidak seimbang dan mengorbankan yang lain. "Jangan sampai aturan itu tidak berpihak kepada rakyat kecil. Aturan yang berpihak kepada rakyat kecil itu harus dikedepankan dalam pembangunan. Jangan hanya mencari untung besar dan mengabaikan kepentingan rakyat kecil. Prinsip keadilan senantiasa memperhatikan kehidupan rakyat kecil dalam proses investasi yang ada. Itu harus diperhatikan. Iklim invetasi yang sehat tapi tetap memperhatikan rakyat banyak," jelas Runtuwene.
Dia pula menyorot mengenai adanya ketimpangan pendapatan yang terjadi di daerah. Ini baginya akibat langsung dari kegagalan pemerintah. Maka perlu diupayakan pemerataan pendapatan yang menjadi tugas pemerintah. "Tingkat serapan tenaga kerja satu wilayah dan kabupaten kota tertentu harus diatur, agar terjadi pemerataan dan pendapatan akan mengikuti secara langsung," paparnya.
VAP menjelaskan, sekarang ini sudah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan demikian sektor pertanian perlu dimajukan. Komoditi kelapa, cengkih dan pala harus dibuat pabrik dengan menarik investor dari luar. Dengan demikian masyarakat memiliki pekerjaan. "Di pulau ada ikan seperti cakalang, buat pabrik dan bisa diekspor. Sayuran di Tomohon kita kemas dengan baik agar menaikkan hasil dari pertanian," paparnya.
Baginya, masyarakat perlu dibuka lapangan pekerjaan yang bagus. Salah satunya dengan sektor wisata. "Seperti lalu ada kunjungan wisawatan, kita bagikan kepada masyarakat. Jangan cuma sandiri punya. Harus berikan ke masyarakat misalnya rumah makan. Sehingga masyarakat senang. Berikan juga travel kepada mereka," tuturnya. (arfin tompodung)















































Komentar