Foto: Erman Paputungan
Bolmong Krisis Tenaga Dokter
Lolak, MS
Gerak perlindungan kesehatan masyarakat kini jadi prioritas utama pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Namun fakta memiriskan terkuak di tengah fenomena ini. Banyak daerah masih mengalami krisis tenaga kesehatan. Salah satunya di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Pemerintah setempat mengakui jika jumlah tenaga medis yang dimiliki daerah tersebut belum memadai. Utamanya tenaga dokter untuk ditempatkan di rumah sakit dan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, dr Erman Paputungan menyebut, ketersediaan dokter di daerah ini hanya 26 orang dari latar belakang yang berbeda. Mereka ditempatkan di rumah sakit umum daerah Datoe Binangkang.
“Untuk wilayah Dinkes dan UPTD PKM saat ini ada 26 dokter, dan itu belum cukup,” bebernya.
Dari jumlah itu, diakuinya masih kurang jika melihat kondisi daerah dengan memiliki 15 kecamatan dan 200 desa dan dua kelurahan. Menurut Erman, jumlah tenaga dokter di Kabupaten Bolmong idealnya berjumlah 60 orang. Jumlah itu sudah termasuk dokter yang ada di rumah sakit.
“Kalau bicara kebutuhan, tentu masih kurang. Kita butuh tiga puluhan lebih dokter lagi. Seperti dokter gigi dan dokter umum," jelas Erman.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang Debby Kullo menambahkan, saat ini di RS yang dipimpinnya nyaris tak ada lagi kebutuhan penambahan dokter.
"Jumlah dokter yang ada di RS Datoe Binangkang berjmlah 36 orang. Jumlah itu terdapat 23 dokter spesialis dan 13 dokter umum. Saat ini, jumlah tersebut sudah memenuhi kebutuhan di rumah sakit,” singkat Debby.(yadi mokoagow)














































Komentar