Foto: Fera Massora.
Jelang Perayaan Natal, Stok Bapok Sangihe Dipastikan Aman
Gerak pantau ketersediaan barang pokok (bapok) dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe. Terutama mengantisipasi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) pemerintah daerah memastikan, stoknya bisa mencukupi.
Pemkab Sangihe menjelaskan, memasuki hari raya keagamaan umat kristiani nanti Natal dan Tahun Baru 2021, stok barang pokok, barang penting dan barang lainnya masih aman. Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Fera Massora.
Kepada media ini ia menguraikan strategi Disperindag dalam rangka memperingati hari raya keagamaan khususnya hari raya Natal dan tahun baru. Pihaknya akan menghitung terlebih dahulu stok barang pokok, barang penting dan barang lainnya.
"Yang pasti untuk stok yang ada saat ini cukup untuk ketersediaan. Jadi stok barang pokok, barang penting dan barang lainya yang ada di Sangihe cukup banyak, bahkan hingga bulan Januari 2021. Apalagi ditunjang dengan adanya tol laut yang saat ini sudah maksimal, karena setiap 2 minggu masuk ke Sangihe yang sebelumnya hanya sekali dalam sebulan," ujar Massora, Rabu (11/11).
Dia menjelaskan, seharusnya masyarakat harus bersyukur dengan adanya kapal tol laut yang dapat menunjang ketersediaan barang pokok. Selain itu untuk harga beras juga ada pengurangan harga.
"Kita juga bersyukur, karena ada penurunan harga beras, dari harga rata-rata semua jenis beras dari harga Rp12.500 per kilogram (kg), yang sekarang turun Rp3.000 per sak," ujar dia.
Persoalan yang mempengaruhi turunnya harga beras diungkapkannya karena adanya persaingan antar distributor.
"Pengaruh utama penurunan harga tersebut karena adanya persaingan antar distributor atau pengguna jasa tol laut. Karena pengguna tol laut dulunya masih sedikit, tapi sekarang sudah 99 persen pengusaha yang ada di Tahuna menggunakan jasa tol laut," ungkap Massora.
Bahkan dia menambahkan, harga gula tidak mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Dimana beberapa bulan sebelumnya naik cukup tinggi berkisar Rp20.000 per kg.
"Sementara untuk harga gula untuk saat ini yang ada pada distributor masih di Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500 per kg, yang telah dikeluarkan oleh peraturan Menteri Perdagangan. Tetapi kalau di tingkat pasar, baik pasar tradisional harga rata-rata Rp13.000 per kg hingga Rp,15.000 per kg," tandasnya.(christian abdul)












































Komentar