Kesulitan Berkembang, Nusa Utara Didesak Harus Pemekaran


Manado, MS

Gaung pemekaran Provinsi Nusa Utara kembali nyaring. Desakan untuk membentuk daerah mandiri tersebut dinilai bukan tanpa dasar. Masalah sulitnya perkembangan di wilayah kepulauan jadi penyebab.

Penegasan tersebut disampaikan tokoh publik masyarakat Nusa Utara, Winsulangi Salindeho. Mantan Bupati Sangihe ini menyampaikan, harusnya Nusa Utara sebagai daerah terpencil ada special treatment untuk Sulut. Dalam pengertian pemerintah harus memberikan spesial perlakuan di sana. Sebab selama ini Nusa Utara tetap sulit untuk dikembangkan. "Sulit untuk maju setara dengan yang ada di selatan," tegas Anggota Komisi I DPRD Sulut dari daerah pemilihan Nusa Utara tersebut, baru-baru ini, di ruang kerjanya.

Salah satu buktinya, hingga saat ini di Kabupaten Sitaro tidak pernah ada pompa minyak. Padahal bahan bakar sesuatu yang sangat penting. "Apakah untuk transportasi atau kegiatan nelayan dan sebagainya," urainya.

Menurutnya, ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) mahal maka akan berdampak pada mata pencaharian masyarakat. "Misalnya katakanlah di Marore BBM sampai Rp30 ribu satu liter. Hasil tangkapan ikan akan jual berapa? Begitu juga nelayan Tahuna di perbatasan beli minyak dan dibawa ke Marore petugas anggap selundupan," jelasnya.

Memang diungkapkannya, dalam ketentuan untuk dilakukan pemekaran harus minimal 5 kabupaten kota. Sedangkan di Nusa Utara baru tiga yakni Sitaro, Talaud dan Sangihe. Makanya bagi dia, perlu didorong terlebih dahulu pemekaran dua daerah. "Kan baru usulkan ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) pemekaran Talaud Selatan dan Kota Tahuna. Kalau mekar 5 kabupaten baru kita percepat provinsi Nusa Utara," kuncinya. (arfin tompodung)

 

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting