Deprov Tagih Janji PT Conch

Alhabsy : Banyak Yang Belum Terealisasi


Manado, MS

Komitmen PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) terhadap masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow dipertanyakan. Setumpuk janji yang pernah diikat dengan warga Tanah Totabuan tak kunjung ditepati. Padahal rakyat kerap menerima dampak lingkungan akibat eksploitasi semen perusahaan asal Tiongkok ini.

Melihat kondisi ini, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Yusra Alhabsy, angkat bicara. Dirinya memberikan dukungan kepada Bupati Bolmong, Yasti Mokoagow. Bagi wakil rakyat daerah pemilihan Bolmong Raya ini, ketika melihat fakta sampai saat ini janji PT Conch itu kepada masyarakat Bolmong belum ada yang terealisasi sebagaimana yang mereka sampaikan.

"Misalnya produksi pertama diserahkan ke masyarakat Bolmong tidak pernah direalisasikan. Kemudian Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun infrastruktur ke pemerintah daerah. Ketiga, lebih mengakomodir masyarakat lingkar tambang dan CSR mereka untuk masyarakat lingkar tambang," ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Rabu (18/11), via whatsapp.

Dia menjelaskan, bantuan untuk masyarakat yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pun disebutnya sangat sedikit. Pemberiannya tidak lebih dari 100 paket bantuan sembako yang diserahkan kepada masyarakat sekitar. Upaya pemberdayaan masyarakat lingkar tambang pun tidak mereka lakukan.

"Selanjutnya pengendalian lingkungan, kebisingan, dugaan pencemaran lingkungan karena debu, bau busuk dari proses produksi menggunakan batu bara. Debu dari pengangkatan semen curah dan banyak hal," jelas Yusra.

Semuanya menurut dia, tidak direalisasikan secara maksimal. Makanya bagi Yusra, pemerintah daerah (pemda) dalam hal ini bupati Bolmong jangan hanya sebatas melaporkan ini ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI). "Kalau saya pemda harus ada langkah lebih maju, melaporkan ini ke Kementerian SDM (Sumber Daya Mineral), Badan Penanaman Modal dan Kementerian tenaga kerja di pusat," paparnya.

Selain itu, harus ada upaya konkrit pemda setempat dengan mengundang manajemen PT Conch untuk berbicara terkait komitmen mereka. Pihaknya pula akan mengusulkan persoalan ini ke Komisi IV agar dilakukan rapat dengar pendapat PT Conch lintas komisi. "Supaya semua terang benderang kira-kira apa yang menjadi kendala sehingga tidak mampu direalisasikan PT Conch. Kalau dibiarkan ini akan semakin parah mengabaikan kepentingan daerah termasuk masyarakat lingkar tambang," pungkasnya.

Terkait kontribusi perusahaan ini terhadap pendapatan daerah ikut pula dijelaskan Yusra. Dikatakannya, sewaktu dirinya masih di DPRD Kabupaten Bolmong, hanya retribusi galian c yang diberikan ke Pemda. "Kalau ada hanya yang normatif-normatif saja, yang sifatnya luar biasa belum nampak mereka lakukan. Malah cenderung atau seakan-akan mereka mengabaikan komitmen mereka di kala mereka baru pertama kali berproses. Jangan sampai masyarakat hanya dapat dampak lingkungannya saja," kuncinya. (arfin tompodung)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting