Naik 300 Persen, Ruang Isolasi Covid-19 Makin ‘Kritis’


Manado, MS

Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih membingkai daerah Sulawesi Utara (Sulut). Angka kasus positif dalam beberapa waktu belakangan bahkan naik drastis. Keberadaan ruang isolasi pun kian terancam.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 atau Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyampaikan ada trend pertambahan kasus terkonfirmasi mingguan di selama 7 minggu terakhir. Terlihat adanya peningkatan mencapai 300% dibandingkan dengan angka pada Minggu ke 2 bulan November 2020.

Peningkatan yang sangat signifikan ini menggambarkan adanya transmisi Covid-19 yang cukup aktif di tengah-tengah masyarakat. Perlu upaya bersama dalam bentuk implementasi protokol kesehatan yang ketat untuk menekan transmisi ini. Akibat dari peningkatan yang sangat besar tersebut maka berpengaruh pada jumlah keterisian ruang isolasi di Rumah Sakit (RS).

"Jumlah bed isolasi tetap sesuai persiapan masing-masing RS di awal pandemi. Hanya saja kasus makin tinggi maka semua full. Jadi sekarang RS sementara mengatur untuk meningkatkan jumlah bed isolasi tapi disesuaikan dengan jumlah nakes (tenaga kesehatan) yang bisa bekerja," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi, dr Lidya Tulus, Selasa (15/13) kemarin.

Tulus juga mengaku, saat ini Dinkes Sulut sedang meminta info ke RS yang terkait dengan pembatasan pelayanan karena Nakes-nya yang terkonfirmasi Covid-19 ikut meningkat drastis. "RS-RS sementara berjuang untuk menangani pasien dan mengatur tim medis, paramedis yang shift, sambil mempersiapkan penambahan jumlah bed isolasi yang sesuai dengan kemampuan Nakes di masing-masing RS," jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa RS sedang merekrut relawan Nakes atau paramedis untuk ‘back-up’ tenaga kesehatan di RS. Sementara RS lapangan Darurat Kitawaya, juga dalam tahap perampungan renovasi, supaya Januari nanti diharapkan sudah bisa operasional.

"Kami harap masyarakat sadar akan protokol kesehatan yang wajib dijalankan secara mandiri. Melaporkan segera pada petugas kesehatan bila alami gejala terkait Covid-19, untuk di-screening dan diberikan pengobatan. Jangan tunggu nanti sudah fatal baru mau ke faskes (fasilitas kesehatan) dan akhirnya harus dirawat di RS," pesannya.

"Ada aplikasi ‘Solusi Sulut Sehat’. Yang dimana semua bisa bertanya dan dapatkan info tentang gangguan kesehatan yang dialami, termasuk tentang penyebaran Covid-19. Mohon dapat digunakan. Gratis tidak berbayar," tambah Tulus.

Adapun jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut bertambah 58 kasus baru. Jumlah akumulasi pasien terkonfirmasi positif sebanyak 8.116 orang.

Untuk akumulasi, Kasus terkonfirmasi positif (+58): 8.116 Orang. Kasus sembuh (+75): 6.038 Orang. Kasus Meninggal (+1): 272 Orang. Kasus Aktif (-28): 1.806 Orang. Sementara untuk angka Kesembuhan Covid 19 di Sulut per 15 Desember 2020 adalah 74,4% dan Angka Kematian (Case Fatality Rate) sebesar 3,35%. Kasus aktif sebesar 22,25 %. (sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting