Soal Pelanggaran Pilkada, Bawaslu Sulut Jawab Pertanyaan Publik


Manado, MS

Agenda pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak lanjutan Tahun 2020 telah tuntas. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) pun menjawab pertanyaan publik terkait kinerja mereka. Khususnya dalam melakukan penindakan pelanggaran.

Terkait adanya pertanyaan soal minimnya penindakan pelanggaran dari Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tingkat provinsi, Pimpinan Bawaslu Sulut, Mustarin Humagi buka suara. "Ada orang bertanya, mana mungkin sekian bulan tahapan tidak satu pun yang melanggar di Gakkumdu Provinsi Sulut. Benar tidak ada. Gakkumdu melakukan tindak pidana. Pasti di situ, ketika ada tahapan otomatis terdapat pelanggaran. Nah, dalam proses pelaksanaan Sentra Gakkumdu, kita lihat subjek kemudian locusnya," jelas Mustarin, baru-baru ini.

Dirinya mencontohkan, apabila calon gubernur dan wakil gubernur melakukan kunjungan dengan membawa perangkat-perangkat jajaran pemerintahan maka untuk proses lebih cepat, diserahkan ke kabupaten kota. "Dan mereka aktif di sana. Jadi, seluruh proses pelaksanaannya kita kembalikan kepada perangkat yang ada di kabupaten kota," jelasnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, dalam penindakan ada perbedaan waktu kerja antara Bawaslu dan Aparatur Sipil Negara (ASN). "Kalau Bawaslu itu tahapan. Mengacu kepada kalender kerja. Ketika ada laporan, waktu untuk memprosesnya sesuai ketentuan, memiliki batas. Sebab, bekerja sesuai dengan kalender kerja sesuai tahapan. Sementara, kalau ASN itu bekerja Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu Minggu itu libur. Ketika akan memberikan surat, di penyelenggara pilkada Bawaslu masih dalam hari kerja. Namun bagi ASN itu libur," jelas Mustarin.

Selain itu menurutnya, memang sosialisasi yang dilakukan pihak Bawaslu terbilang berhasil. Aksi pelanggaran mampu ditekan dengan menyampaikannya lebih banyak sosialisasi melalui media. Semuanya diberikan peringatan dan edukasi untuk tidak melakukan pelanggaran. "Sehingga indeks kerawanan yang sebelumnya dikeluarkan di Sulut yang terbilang tinggi, mampu diantisipasi," jelas Mustarin. (arfin tompodung)


Komentar