Pemerintah Didesak Tindak Penjahat Lingkungan Hidup


Tondano, MS

Polemik lingkungan hidup melilit mata air Uluna, Tondano. Gaung seruan datang dari para pemerhati. Pemerintah daerah Kabupaten Minahasa didesak tindak para perusak alam.

Arus desakan tersebut mengencang dalam Forum Diskusi Peduli Tondano yang dilaksanakan, Jumat (15/1), di Wale Ne Tonaas, Kelurahan Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa. Dalam pembahasan itu turut mengikutsertakan para pemerhati lingkungan hidup. Kabar berhembus, mata air Uluna sedang terancam karena aktivitas yang terjadi di sekitarnya.

Dalam diskusi tersebut, perhatian terhadap kondisi lingkungan hidup di Minahasa ‘dibedah’. Salah satunya datang dari pihak akademisi Sulut, Fendy Parengkuan. Pakar sejarah dan budaya ini memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemda Minahasa terkait dengan persoalan lingkungan hidup.

Pertama, dirinya meminta agar Pemda perlu transparan dalam tata ruang daerah ini. Selanjutnya kedua menegakkan hukum atau law enforcement sesuai  dengan Undang-Undang (UU) Lingkungan Hidup. "Perlu ada penindakan cepat terhdap pelanggar. Contoh, mengapa Polantas (polisi lalu lintas) boleh kase tilang lalu penjahat Lingkumgan hidup tidak bisa segera ditilang dan diadili," singgung Parengkuan.

Tak hanya itu, menurut dia yang perlu dilakukan selanjutnya adalah edukasi di tengah masyarakat. Baginya, pemerintah harus memantapkan pemahaman di kalangan masyarakat tentang arti penting jaga Lingkungan Hidup berlatar budaya dan adat istiadat khas Minahasa. Dan kelima terakhir rencana class action (tindakan kelas)," kuncinya. (arfin tompodung)

 

 

 


Komentar