ZONA MERAH COVID-19 MENYUSUT, MANADO TETAP
Jakarta, MS
Potensi penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air melemah. Tren penurunan zona risiko tinggi jadi indikator. Peta risiko penularan virus corona terbaru memperlihatkan terjadi penyusutan signifikan untuk daerah yang masuk klasifikasi zona merah, yakni dari 63 menjadi 43.
Tren penurunan itu diungkap Satgas Covid-19 saat menjabarkan zona risiko penularan virus Corona per 7 Februari 2021. Jumlah zona risiko tinggi penularan Corona pada minggu ini turun, sedangkan zona risiko penularan sedang terjadi peningkatan.
"Perkembangan peta zonasi risiko terdapat penurunan daerah ke zona risiko tinggi. Jika pada minggu sebelumnya terdapat 63 kabupaten/kota maka kini jumlahnya menurun jadi 43 kabupaten/kota,” papar Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (9/2).
Namun untuk daerah yang masuk zona risiko sedang jumlahnya kembali mengalami peningkatan dari 322 kabupaten/kota pada minggu lalu menjadi 346 kabupaten/kota. “Begitu juga daerah yang masuk zona risiko rendah atau zona kuning turun dari 144 menjadi 109 kabupaten/kota,” jelasnya.
Kabar gembiranya, kabupaten/kota yang tidak mengalami penambahan kasus baru Covid atau zona hijau mengalami penambahan dari 11 menjadi 12. Selanjutnya untuk daerah tidak terdampak masih tetap berjumlah 4 kabupaten/kota.
MANADO SATU-SATUNYA ZONA MERAH DI SULUT
Penyusutan risiko tinggi penularan Covid alias zona merah juga berlaku di Sulawesi Utara (Sulut). Sebelumnya pada minggu terakhir Januari 2021 tercatat ada tujuh daerah di Nyiur Melambai yang masuk dalam kategori resiko tinggi. Namun pekan terakhir ini peta risiko menunjukkan perubahan positif.
Saat ini Kota Manado jadi satu-satunya daerah zona merah Covid yang tersisa di Sulut. Daerah lain yang sempat menyandang status tersebut kini turun di kategori zona orange atau risiko sedang, masing-masing Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.
Meski resiko penularan menurun, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa zona risiko sedang bukanlah zona aman. Penularan bisa saja terjadi di zona ini dan dapat pindah ke zona risiko tinggi.
"Penting untuk diingat bahwa zona risiko sedang bukanlah zona aman, sedikit saja lengah maka daerah di zona risiko sedang dapat pindah ke zona risiko tinggi dan ini harus dihindari. Mohon agar target perpindahan zonasi tidak difokuskan pada zona merah, tetapi juga zona oranye sehingga dominasi zona risiko dapat mendapat menjadi zona kuning dan zona hijau," tutur Wiku.
Kepada kepada daerah, Wiku meminta agar memperhatikan zona risiko ini. Serta menggunakan data zona risiko sebagai acuan dalam membuat kebijakan. "Saya juga mengajak kepada pimpinan dapat menjadikan zonasi risiko ini sebagai suatu peringatan dan juga dasar dalam mengambil kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 di daerahnya secara akurat dan tepat sasaran," jelasnya.
KASUS SEMBUH BERTAMBAH 10.424, SULUT SUMBANG 149
Upaya tenaga medis menangani pasien terpapar Covid-19 juga kian membuahkan hasil. Angka penambahan kasus sembuh harian di Indonesia tercatat ada sebanyak 10.424. Secara kumulatif, kasus sembuh Corona sebanyak 973.452
Data penambahan kasus sembuh Covid-19 dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui BNPB, Selasa (9/2). Memang angka sembuh harian ini lebih rendah dibandingkan satu hari sebelumnya (8/2) yakni 13.038 kasus.
Kasus sembuh Covid-19 terbanyak harian berada di DKI Jakarta dengan 2.786 kasus. Disusul secara berurut, Jawa Barat (2.216 kasus sembuh), Banten (988 kasus sembuh), Jawa Timur (700 kasus sembuh), dan Jawa Tengah (665 kasus sembuh). Sementara untuk Sulut tercatat ada penambahan kasus sembuh sebanyak 149.
Berdasarkan data Kemenkes, hanya Provinsi Maluku yang tidak melaporkan adanya kasus sembuh Corona. Ada juga satu provinsi yang melaporkan kasus sembuh di bawah 10, yakni Aceh dengan 1 kasus sembuh Corona.
Meski potensi penularan menurun dan angka kesembuhan bertambah pesat, harus diakui kasus Corona di Indonesia bahkan dunia masih belum berakhir. Data yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan, Selasa (9/2), kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 8.700. Dengan penambahan ini, total kasus Corona yang telah ditemukan di Indonesia berjumlah 1.174.779.
Perkembangan harian kasus Corona diperbarui setiap harinya per pukul 12.00 WIB dan dipublikasikan sore harinya. Selain tambahan kasus Corona, terdapat tambahan 10.424 kasus sembuh Corona. Kasus sembuh Corona di Indonesia secara kumulatif menjadi 973.452. Hari ini juga dilaporkan ada 213 kasus pasien Corona meninggal dunia. Total pasien Corona di Indonesia yang meninggal berjumlah 31.976.
Sementara itu, kasus aktif Corona di Indonesia hari ini berjumlah 169.351. Pemerintah juga memantau 77.086 kasus suspek dan memeriksa 67.888 spesimen Corona.
Wiku meminta masyarakat tetap patuh memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. “Program vaksinasi Corona sudah dijalankan. Pemerintah berharap kondisi kesehatan masyarakat serta perekonomian lekas pulih,” katanya.
PANDEMI DIPROYEKSI BERAKHIR SEPTEMBER 2021
Gerak pengendalian wabah corona di Indonesia terus dikebut. Berbagai cara diupayakan. Terakhir, program vaksinasi nasional digulir. Pemerintah pun optimis hasil yang baik akan diperoleh. Pandemi Covid bahkan diproyeksi bisa dikendalikan pada September 2021.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyebut ada beberapa syarat untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Salah satunya, menekan angka reproduksi efektif/penularan virus corona ke angka 0,9.
"Hasil estimasi, wabah mulai terkendali di September 2021. Itu tercapai jika terjadi penurunan kasus baru secara konsisten. Harus di bawah satu, jadi 0,9, itu bisa dicapai September," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (9/2).
Sementara itu, cakupan vaksinasi yang diperlukan untuk menurunkan angka reproduksi efektif tersebut adalah 39 persen dari parameter jumlah penduduk yang harus divaksin yakni 182 juta jiwa. Suharso menjelaskan, estimasi reproduksi efektif 0,9 tersebut dicapai dengan efikasi vaksin Sinovac yang sebesar 65 persen. Vaksinasi harus diberikan sebanyak 2 dosis per orang dengan jeda 14 hari, sehingga efek perlindungan optimal tercapai 14 hari setelah vaksinasi kedua.
Nantinya vaksinasi diberikan kepada masyarakat berumur 18 tahun ke atas mulai 1 Maret 2021. Vaksinasi dilakukan oleh 31 ribu vaksinator dengan asumsi tiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi kepada 30 orang per hari. Dengan demikian jumlah masyarakat yang dapat divaksin mencapai 930 ribu orang per hari.
"Ini dilakukan untuk siapa saja kecuali ibu hamil dan orang yang pernah positif covid-19," jelasnya.
Namun, Suharso menegaskan penurunan reproduksi efektif 0,9 per hari tersebut bukan berarti herd immunity bisa tercapai. Pasalnya, herd immunity baru bisa dicapai dalam waktu 15 bulan sejak penyuntikan vaksin pertama dilakukan pada Januari 2021 silam.
"Dengan demikian, herd immunity 70 persen di Indonesia akan dicapai pada Maret 2022," sambungnya.
Di samping itu, menurut Suharso, pengendalian pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat jika Indonesia memperoleh tambahan vaksin dari Pfizer, AstraZaneca, dan Novavak yang punya efikasi lebih tinggi.
Kemudian, pengendalian bisa dilakukan lebih cepat jika jumlah dan kapasitas vaksinator bisa ditambah, serta ada pelibatan swasta dan kapasitas cold chain. "Yang sekarang kita perjuangkan haruslah semua daerah menekan memperlambat atau mengurangi laju pertambahan kasus. Kita harus tekan sedemikian rupa untuk tetap turun," pungkas Suharso.(dtc/cnn)















































Komentar