Foto: Pemprov Sulut ikuti rakor pemantapan pelaksanaan pelantikan Bupati/Wabup dan Walikota/Wawali Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020.
Pelantikan 5 Kepala Daerah Terpilih di Sulut Masuk Kloter I
Manado, MS
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Sulawesi Utara (Sulut) telah membuahkan sejumlah pemimpin. Kini tahapan final pesta demokrasi tinggal menghitung hari. Agenda pelantikan para jawara terpilih pun telah dipersiapkan. Namun di masa pandemi saat ini acara pelantikan tak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Pelaksanaan Pelantikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 yang digelar melalui video conference di ruang Command Center kantor Gubernur, Rabu (24/2), Direktur Jenderal (Dirjen) Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan menyebut agenda pelantikan dibagi dalam tiga tahap.
"Rencana pelantikan Kepala Daerah terpilih kita akan laksanakan dengan tiga tahap yaitu pada bulan Februari 2021, April 2021, dan Juli 2021," jelasnya.
Menurut Djohan, tahapan pelantikan Kepala Daerah adalah merupakan rangkaian tahapan pelaksanaan pilkada yang terakhir. "Kita sudah memasuki rangkaian tahapan pelaksanaan pilkada yaitu tahapan terakhir, tahapan pelantikan Kepala Daerah, setelah sekian lama secara paralel yang terjadi penyelesaian sengketa PHP (Perkara Hasil Pemilihan) di MK (Mahkamah Konstitusi)," tuturnya.
Lebih lanjut Djohan mengungkapkan data kabupaten/kota yang melaksanakan pelantikan serentak bertahap pada 26 Februari 2021 berjumlah 178 kabupaten/kota yang di dalamnya termasuk Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam rakor ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut diwakili Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Edison Humiang. Dia pun menyampaikan beberapa hal mengenai rencana pelantikan 4 Bupati dan 1 Walikota pada tanggal 26 Februari tersebut. "Kami akan menjalankan pelantikan sesuai dengan protokol kesehatan, dimana yang hadir dalam pelantikan adalah Bupati bersama Wakil Bupati beserta istri dan juga tidak lebih dari 10 orang," ujarnya.
"Kemudian yang kami lakukan, mekanismenya adalah tiga hari sebelum dilantik mereka sudah diperintahkan untuk isolasi dan besok mereka semua sudah harus diperiksa Swab PCR dan bagi pejabat-pejabat lain bisa mengikuti secara virtual," ungkapnya.
Humiang juga menjelaskan bahwa untuk lokasi pelantikan, dipilih gedung yang berkapasitas besar, sesuai dengan protokol kesehatan, untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 pada saat pelantikan tersebut. "Untuk pelantikan ini akan dilakukan di gedung yang kapasitasnya 1000 orang, di Graha Gubernuran," tandasnya.
Turut hadir mengikuti rakor tersebut, Karo Pemerintahan Jemmy Kumendong, Karo Adpim Dantje Lantang serta Pejabat terkait lainnya di lingkup Pemprov. Sulut. (sonny dinar)















































Komentar