Deprov Kebut Regulasi Pengendalian Sampah Plastik

Ancam Kelestarian Lingkungan


Laporan: Arfin TOMPODUNG

POLEMIK sampah plastik diseriusi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pengendaliannya mulai dipacu. Wakil rakyat Gedung Cengkih menilai regulasi tersebut sudah sangat urgen.

Penegasan itu disampaikan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Ranperda) DPRD Sulut, Winsulangi Salindeho. Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menggenjot Ranperda terkait Pengendalian Sampah Plastik. "Ini sudah sangat urgen. Kita lihat baru-baru ombak besar di pantai Manado. Semua plastik balik ke daratan. Botol aqua dan semuanya," jelas Anggota Komisi I DPRD Sulut, Selasa (9/3).

Selanjutnya, ia menjelaskan, anaknya merupakan Camat di Pulau Bunaken. Dirinya mendapat informasi kalau masyarakat di sana mengangkat sampah plastik dengan jumlah yang sangat banyak.

"Kebetulan anak saya camat di Bunaken sana. Dia bilang, pak ribuan itu plastik masyarakat ada angka," ungkap politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Selain itu, dijelaskan, pernah ditemukan ikan Paus yang sudah meninggal. Ternyata diketahui kematiannya itu karena memakan begitu banyak sampah plastik. "Ikan Paus saja makan itu sampah, mati. Setelah mati dibelah, ternyata ada 150 ton plastik ditemukan," jelasnya.

Nantinya, menurut dia, ketika Ranperda itu dibahas, akan melibatkan perusahaan yang memproduksi plastik ini. Mereka dinilai harus mengambil peran dan tanggung jawab. "Pada akhirnya ketika ini akan dibuat, saya akan panggil beberapa perusahaan yang menggunakan produksi plastik untuk menanyakan apa yang akan mereka lakukan," ucap wakil rakyat daerah  pemilihan Nusa Utara ini.

Bahan plastik ini menurut dia, sulit sekali terurai. Kalau itu dibuang sembarangan, sampah plastik itulah yang akan menyumbat saluran air. "Plastik pembungkus dari pasar susah terurai. Kalau dibuang dorang itu penyumbat saluran air. Mereka (perusahaan, red) ini banyak aqua, ake, supermie. Nanti ini diberlakukan, termasuk pemerintah memakai dispenser daripada aqua gelas, atau tumbler," pungkasnya.(*)


Komentar