Terancam Disita Polres, Inspektorat Minut Desak Pengembalian 8 Kendis


Airmadidi, MS

Peringatan keras dilayangkan Inspektorat Minahasa Utara (Minut). Pemegang delapan kendaraan dinas (kendis) didesak  segera mengembalikannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut. Bila tak kunjung balik, alat transportasi plat merah itu bakal disita aparat kepolisian.

Teranyar, oknum pemegang Kendis tersebut sudah dikantongi nama-namanya. Dalam waktu dekat akan diambil sesuai ketentuan yang berlaku.  Demikian dikatakan Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu. Sesuai data yang diperoleh, semua Kendis tersebut menurutnya, berjumlah 13 mobil. Hanya saja, lima kendaraan sudah dicek ada di bengkel. “Ada delapan yang dalam waktu dekat akan dikembalikan,” tegas Umbase, kepada awak media, Senin (15/3) kemarin.

Lanjut dia, untuk delapan kendaraan tersebut yang belum dikembalikan pihaknya akan menyurat. "Yang lima di bengkel tinggal ditarik, kami sedang mencari alat derek karena kendaraan sudah tidak bisa jalan. Tetapi alamatnya sudah jelas,” ungkap Mayuntu.

Keberadaan beberapa Kendis yang belum dikembalikan itu sudah menjadi perhatian aparat penegak hukum. Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau siap menindak tegas bagi mereka yang tidak mengembalikan aset Pemkab Minut dalam hal ini mobil dinas. Apalagi ada yang sengaja menggelapkannya.

“Bupati sudah sampaikan ada batas waktu yang diberikan kepada seluruh pemegang aset. Bagi yang tidak kembalikan, jika pak bupati mengatakan ada yang bandel maka kami akan lakukan penindakan. Tentunya kami akan melakukan klarifikasi dengan memanggil dan menanyakan alasan mengapa dia tidak kembalikan, kedua kami cek kepemilikan itu atas nama Pemkab maka akan kami sita,” tegas Kapolres.

Lebih jauh dikatakan Kapolres, kalau mobil sudah tidak ada itu yang harus dipertanggungjawabkan nanti di pengadilan. Apalagi kalau ada penggelapan. Barang itu ada di tangannya tanpa ada keterangan tapi barangnya telah digunakan. “Tapi ketika dia menghilangkan itu maka dia harus bertanggungjawab secara hukum,” tukas Rahakbau. (risky adrian)

 

 


Komentar