Foto: Julius Jems Tuuk
Komisaris Utama BSG, Tuuk Minta Silangen Lepas Jabatan Sekprov
KOMPOSISI pimpinan Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) terbentuk. Tanggapan pun datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Edwin Silangen yang masuk struktur bank ‘plat merah’ itu diminta melepas jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov).
"Selamat untuk Bapak Refli Pepah dan Edwin Silangen menjabat Dirut dan Komisaris Utama BSG. Dan, meminta Bapak Edwin Silangen melepas jabatan Sekretaris Provinsi Sulut. Tidak elok jika Bapak Edwin Silangen menjabat double job Sekprov dan Komut,” ujar Julius Jems Tuuk, anggota DPRD Provinsi Sulut, baru-baru ini.
Bagi politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, jabatan Komisaris Utama BSG dibutuhkan adaptasi dan keseriusan. Apalagi, menurutnya, Silangen sendiri belum memahami benar ilmu perbankan. Artinya, Silangen wajib mempelajari sistem perbankan secara detil. “Seorang yang ditunjuk menjadi Komut tugas utama adalah mengawasi dan memberikan nasehat serta masukkan kepada Dewan Direksi atas operasional Bank,” jelas anggota Deprov dari daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya ini.
Di samping itu, menurut Tuuk, BSG harus mengejar target yang ditetapkan dalam RUPS. “Itulah alasan mengapa Komut tidak boleh double job,” terang dia.
Pun begitu, kata dia, Dewan Direksi dan Dewan Komisaris baru diharapkan dapat melebihi prestasi yang lama. “Terima kasih kepada Bapak Jefri Dendeng yang sudah memimpin BSG dengan profesional,” kuncinya.
Untuk diketahui, Edwin Silangen terpilih sebagai Komisaris Utama BSG menggantikan Sanny Parengkuan. Itu berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank SulutGo (BSG) yang dipimpin langsung Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pada Kamis(18/3) di Hotel Yama Tondano, Kabupaten Minahasa.(arfin tompodung)















































Komentar