SULUT KONDUSIF


Manado, MS

Gerak pengamanan di Sulawesi Utara (Sulut) sukses. Upaya proteksi pelaksanaan Jumat Agung dan Paskah berhasil dilakukan. Hari Raya umat Nasrani ini berjalan aman.

Pasca bom meneror Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), penjagaan super ketat dilakukan di Sulut. Gereja-gereja yang menggelar ibadah ‘dibentengi’. Perayaan tiga hari suci di bumi Nyiur Melambai pun akhirnya berjalan dengan baik. Mulai pelaksanaan Kamis Putih, Jumat Agung hingga Minggu Paskah.

Pengamanan tersebut melibatkan sekitar enam ribu personil gabungan. Baik dari tentara nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dibantu elemen masyarakat. "Kita mensyukuri pelaksanaan ibadah selama tiga hari tersebut berjalan dengan lancar, tertib dan kondusif,” ungkap Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut Irjen Pol Nana Sudjana, saat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengecek langsung situasi sekaligus kegiatan pengamanan di beberapa gereja di Kota Manado, Minggu (4/4) malam.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam pengamanan. Termasuk di antaranya organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan dan ormas dari agama lain. "Ini menunjukkan toleransi antar umat beragama yang sangat tinggi dan sangat baik di Provinsi Sulut,” tuturnya.

Ia pula mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Dengan demikian Provinsi Sulut bisa menjadi zona hijau kembali. “Saya beserta keluarga besar Polda Sulut mengucapkan selamat merayakan Paskah untuk umat Kristiani,” pungkas Kapolda saat melakukan tinjauan bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw,  Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong, Danlanudsri Marsma TNI M. Satriyo Utomo, dan Danlantamal VIII Manado Brigjen TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya.

Gubernur Olly usai melakukan pantauan situasi perayaan Paskah mengatakan, rangkaian ibadah Paskah sudah berjalan dengan baik. Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Seraya mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Tetap memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Juga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kegiatan-kegiatan di sekitar kita. Dan tidak perlu khawatir karena aparat keamanan beserta stakeholders di Sulawesi Utara selalu siap siaga,” ungkapnya pasca melakukan pengecekkan di tiga lokasi secara berturut-turut yakni Gereja Katolik Paroki St. Ignasius Jalan Maria Walanda Maramis, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sentrum Jalan Sarapung, dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pusat Jalan Sam Ratulangi.

APARAT PENGAMANAN DI KABUPATEN KOTA DIKERAHKAN ////ANKJDL

Aksi pengamanan gabungan pula berlaku hingga ke kabupaten kota di Sulut. Kegiatan ibadah di gereja-gereja mampu diproteksi dari gangguan keamanan. Penyelenggaraan Jumat Agung dan Paskah pun berjalan aman.

Gambaran situasi tersebut salah satunya bisa terpantau di Kota Tomohon. Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pendidikan ini cenderung kondusif sejak pra dan pasca perayaan Paskah. Sesuai pantauan media ini, tidak terjadi gangguan Kamtimbas yang mengancam jalannya perayaan umat kristiani itu. Ibadah Jumat Agung, Jumat (2/4) dan Ibadah Paskah, Minggu (4/4) berlangsung aman dan damai.

Saat pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Paskah, Kamis (1/4), Kapolres Tomohon, AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH mengatakan, sebanyak 250 personil polisi dikerahkannya. Kemudian di-backup anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1302 Minahasa dan Satpol PP Kota Tomohon. Ada juga bantuan tenaga pengamanan swakarsa dari pemuda gereja dan organisasi keagamaan serta organisasi kemasyarakatan.

"Pengamanan kita lakukan mulai tanggal 1 sampai 4 April di 300 gereja di wilayah hukum Polres Tomohon. Ini dalam kerangka mengamankan suasana perayaan Jumat Agung dan Hari Paskah," ungkap Gatot kepada Media Sulut.

Terkait dengan peledakan bom di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan Mabes Polri oleh kelompok teroris maka Polres Tomohon langsung bergegas. Utamanya meningkatkan monitoring, pengamatan dan pengamanan di Mako Polres. Termasuk memantau seluruh kegiatan masyarakat. 

"Kami telah meningkatkan deteksi dini. Kami juga memberdayakan komuniti policyng untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Kamtibmas. Kemudian mengantisipasi kemacetan di seluruh jalur jalan menuju tempat wisata di Kota Tomohon. Kami pasti menindak tegas seluruh pelaku kejahatan yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban di Wilkum (wilayah hukum) Polres Tomohon," ketus Gatot.

Terkait dengan kondusifitas yang terjaga hingga saat ini, Kapolres mengapresiasi publik di wilayah hukumnya. Ia juga berterima kasih kepada anggota Kodim 1302 Minahasa dan Satpol-PP serta kepada pihak-pihak pengamanan swakarsa yang turut membantu kepolisian dalam menjaga Kamtibmas.

Situasi aman dan kondusif juga nampak dari perayaan Ibadah Paskah di Kabupaten Kepulauan Talaud. Aparat TNI-Polri, Satpol PP dan Pam Swakarsa dikerahkan melakukan pengamanan di 227 gereja, Minggu (4/4). 
"Kekuatan pengamanan Gereja yang dilibatkan dalam ibadah Paskah terdiri dari Polri 136 personil, TNI 40 personil, Sat Pol PP 40 personil dan ormas 10 personil (swakarsa)," ucap Kabagops Kompol Dikson Malensang.

Dalam Pengamanan pelaksanaan ibadah Paskah tersebut, Kapolres Kepulauan Talaud  AKBP Alam Kusuma S Irawan SH SIK MH melaksanakan Patroli di beberapa gereja yang sedang melaksanakan Ibadah. Ia juga membagikan masker dan memberikan imbauan-imbauan Kamtibmas.

"Kami melaksanakan Patroli di beberapa gereja yang sedang melaksanakan Ibadah sekaligus membagikan masker dan memberikan himbauan-himbauan Kamtibmas. Terpantau situasi dalam keadaan aman dan kegiatan ibadah dilaksanakan sesuai standar Protokol Covid-19," terang Kapolres.

Terpisah, Tim Patroli yang dipimpin oleh Kasat Sabara Iptu Pridjuhakri Tumade juga melakukan patroli di seputaran Kota Melonguane, Desa Mala, Kiama, Sawang dan Desa Tarun. Situasi berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.

DEPROV APRESIASI PENGAMANAN PASKAH //ANKJDL

Nada apresiasi meletup dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut. Suksesnya pengamanan di masa perayaan Jumat Agung dan Paskah jadi penyebab.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Rocky Wowor menyampaikan, terima kasih atas aparat yang sudah melakukan pengamanan di Sulut. Utamanya pada masa umat kristiani memperingati Paskah.

Ia mengakui, memang beberapa waktu terakhir ini Indonesia diganggu oleh aksi terorisme. Hanya saja, Kepala Polri (Kapolri) kembali menunjukkan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Beberapa hari ini situasi keamanan diganggu oleh aksi terorisme, tapi kembali Kepolisian Negara Republik Indonesia mampu menunjukkan kemampuan menjaga NKRI," tegas anggota dewan provinsi (Deprov) daerah pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) tersebut.

Wowor menambahkan, Polri di bawah pimpinan Listyo Sigit mampu bergerak cepat dengan situasi sekarang ini. Dalam upaya mengamankan dan membongkar jaringan terorisme.

"Gerak cepat dan tepat Polri mampu memberikan rasa aman, bukan hanya dari satu golongan agama tapi untuk NKRI" tandasnya.

Senada diungkap Anggota Komisi I DPRD Sulut, Hendry Walukow. Ia menyampaikan apresiasi terhadap armada pengamanan di Sulut. "Apresiasi dan terima kasih kepada TNI-Polri, Satpol PP dan masyarakat yang didalamnya ada ormas karena sudah mengamankan perayaan Jumat Agung hingga Paskah," ucapnya. (tim ms)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting