Dampingi Kunker Menpan-RB, Olly Lobi Penambahan Nakes dan Guru


Manado, MS

Kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes) dan guru di Sulawesi Utara (Sulut) kian menjadi perhatian Gubernur Olly Dondokambey. Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai itu, mendorong penambahannya. Hal ini diutarakan Olly di momen kunjungan kerja (Kunker) Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo di Kantor Gubernur Sulut, Senin (12/4). Adapun Kunker ini dilakukan dalam kerangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di Sulut.

Menpan RB mendorong Sulut untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan pembangunan nasional. Upaya ini dilakukan melalui implementasi kebijakan Kemenpan-RB. Kebijakan tersebut, antara lain penyederhanaan birokrasi, sistem kerja berbasis digital, manajemen ASN dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Pertumbuhan investasi merupakan penggerak roda perekonomian negara. Kemenpan-RB pun terus berupaya meningkatkan pelayanan publik. Utamanya pada pemerintah daerah, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Tjahjo menjelaskan, penyederhanaan birokrasi meliputi tiga aspek, yakni tranformasi organisasi, tranformasi sistematika dan transformasi jabatan. Di kesempatan tersebut, Menpan-RB mengatakan, penyederhanaan birokrasi akan dilaksanakan paling lambat pertengahan tahun ini.

“Saya diperintahkan paling lambat pertengahan tahun ini, di tengah-tengah pandemi Covid, kami telah mempersiapkan semua terkait perencanaan,” terang Tjahjo.

Lanjut dia, penyederhanaan birokrasi tersebut akan mempermudah tugas dan fungsi pemerintahan.

“Intinya membangun birokrasi yang lebih dinamis. Mewujudkan profesionalisme ASN, fokus pada pekerjaan fungsional, percepatan sistem kerja, mendorong efektivitas dan efesiensi kinerja,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Olly didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw menyambut baik Kunker Menpan-RB di Sulut. Pihaknya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan tinggi kepada Menpan-RB. Meski dalam kesibukannya, Tjahjo masih menyempatkan diri berkunjung ke Sulut.

Olly menjelaskan, pertemuan ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Momentum ini, Olly juga memaparkan kepada Menpan-RB bahwa sektor pendidikan di Sulut mengalami kekurangan guru ASN. Untuk itu, Olly mengharapkan dibukanya formasi bagi ASN guru.

“Kami sangat mengharapkan agar supaya THL-THL yang ada di Kabupaten/Kota baik guru SD, SMP, maupun SMA, bisa diikut sertakan dalam program perekrutan guru,” ucap Olly.

Dengan adanya tenaga pendidik, menurut Olly, kualitas pendidikan di Sulut, khususnya di kepulauan dan perbatasan, yaitu Talaud, Sangihe, Sitaro dan Bolmong dapat terpenuhi.

Diterangkannya, Sulut menjadi tempat yang strategis dalam kerangka menyuplai kebutuhan Nakes yang ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Untuk itu, Olly mengharapkan juga perekrutan ASN di bidang kesehatan.

“Tapi kita memang masih kekurangan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Kami juga meminta formasi untuk peningkatan tenaga kesehatan di Provinsi Sulut,” lanjut Olly.

Terkait penambahan guru dan Nakes di Sulut, Menpan-RB menanggapi positif usul tersebut. “Sudah ditampung,” ucap Menpan RB seusai kegiatan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Deputi SDM Aparatur, Teguh Widjinarto, jajaran Forkopimda Sulut dan seluruh kepala daerah se-Sulut. (sonny dinar)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting