OLLY KANS MENTERI


Manado, MS

Reshuffle jilid 2 kabinet Joko Widodo (Jokowi) mengencang. Sosok Olly Dondokambey dikabarkan berpotensi besar masuk daftar. Kapasitas Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) tersebut dinilai tak diragukan lagi.

Sinyal akan duduknya Olly pada salah satu kursi kementerian terus menguat. Terutama di lingkungan Kantor Gubernur Provinsi Sulut. Hasil penjaringan informasi media ini, pemegang ‘mapatu’ di Sulut tersebut, belakangan sedang intens ke Ibukota Jakarta.

Kabar bakal masuknya orang nomor satu di bumi Nyiur Melambai itu pada kabinet Jokowi, memantik respon publik. Utamanya di jajaran elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulut. Hal ini dinilai bukanlah sesuatu yang baru. Sebelumnya, sejak Jokowi menjadi presiden dan ada pengangkatan menteri, nama Olly Dondokambey juga terangkat. “Maka dari itu ini sebenarnya bukan hal baru,” tegas Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk, Senin (19/4), saat dihubungi.

Dijelaskannya, selama ini kalau dilihat sikap Olly selalu mementingkan pembangunan di Sulut. Hanya saja, kali ini kalau pun setelah reshuffle kabinet dan Olly ternyata diakomodir, berarti sudah melalui pertimbangan matang dari pusat. “Baik pertimbangan Presiden Jokowi maupun Ketua Umum (Ketum) ibu Megawati Soekarnoputri. Dipertimbangkan bahwa pak Olly berarti sudah dibutuhkan di tingkat nasional,” jelasnya.

Apabila Olly dipilih sebagai salah satu menteri maka dipastikan sudah dianalisa dengan baik. Bagi Senduk, memang walau dirinya menjadi menteri tidak berarti akan meninggalkan Sulut. “Tetapi tetap berperan untuk kemajuan Sulut. Siapapun yang memimpin. Dan ini tentu juga berdasarkan pertimbangan Pak Olly. Tapi sebagai petugas partai, pak Olly pasti membicarakannya dengan Ibu Mega karena selaku Ketum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) sangat penting. Tapi pada prinsipnya ini bukan hal baru. Sebelumnya pak Olly namanya terangkat untuk masuk kabinet,” ungkap Senduk.

Menurut dia, sebelumnya juga Olly sudah berapa kali diminta tapi memang dia memilih untuk memberikan dulu pengabdian bagi Sulut. Makanya setelah menjabat sudah dilihat hingga kini, berkat kepemimpinan Olly, banyak prestasi yang telah diraihnya. “Banyak penghargaan di saat kepemimpinan Olly. Tapi pada kondisi sekarang ini dalam rangka mengatasi pandemi dan sebagainya, kalau dibutuhkan di pusat maka tergantung Presiden Jokowi dan ibu Mega, ketum menentukan,” paparnya. 

Dirinya menegaskan, figur Olly sudah berstandar nasional. Kementerian apapun yang dipercayakan kepadanya, diakui memang sudah layak untuk dijabatnya sesuai kapasitas Olly saat ini. “Soal penempatannya tentu dilihat dari kebutuhan nasional. Dilihat dulu dibutuhkan dimana yang diharapkan untuk memajukan. Kalau BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yah, memang kapasitasnya pak Olly sudah kapasitas nasional,” kuncinya.

Terpisah, isu Olly Dondokambey tentang dirinya yang kans masuk kabinet Jokowi dipertanyakan sejumlah wartawan kepadanya. Merespon hal itu, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Sulut ini, menyerahkan urusan itu ke pusat. “Itu Jakarta pe urusan,” singkat Olly dalam konferensi pers setelah mengikuti Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, kemarin.

 

ENAM KEMENTERIAN MENGUAT AKAN DIGANTI

Rencana ‘bongkar pasang’ di jajaran kementerian Jokowi makin panas. Kabarnya, ada 6 menteri yang siap-siap terkena pergantian. Khusus nama-nama yang bakal menduduki posisi tersebut, belum dapat dipastikan.

Enam menteri tersebut terinformasi sedang dikaji untuk di-reshuffle. Selain itu, ada satu kepala badan yang sedang dipertimbangkan Jokowi supaya juga diganti. Enam posisi menteri tersebut termasuk posisi puncak di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) serta Kementerian Investasi. Namun soal nama-nama yang dipertimbangkan untuk diganti masih samar.

Terkait kandidat menteri baru, sejauh ini ada dua orang yang secara terbuka mengakui dipanggil Istana di tengah isu reshuffle, yaitu anggota DPR Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Rapsel Ali dan tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) Witjaksono. Keduanya dikabarkan menjadi kandidat Menteri Investasi.

Hanya saja, sebenarnya tak hanya dua orang itu kandidatnya. Ada satu nama lagi yang dikabarkan sudah dipanggil Jokowi sebagai kandidat calon Menteri Investasi. Selain itu, seperti yang sudah diketahui, elit Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim, partai koalisi pemerintah, menyebut menteri yang bakal di-reshuffle berinisial M. Setidaknya ada empat anggota kabinet yang inisialnya M yakni Menko Polhukam Mahfud Md, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. "Presiden Jokowi akan me-reshuffle anggota kabinet yang dengan inisial huruf M," kata elite PKB, Luqman Hakim, kepada detikcom, Kamis (15/4).

Kemudian spekulasi Partai Amanat Nasional (PAN) masuk koalisi berhembus. Spekulasi ini sejalan dengan informasi inisial anggota kabinet yang akan di-reshuffle. PAN disebut akan mengisi pos Menko PMK atau Menteri Perhubungan (Menhub). Menko PMK kini dijabat Muhadjir Effendy, sedangkan Menhub diemban Budi Karya Sumadi.

 

DUA MENTERI DI KEMENDIKBUD-RISTEK DAN INVESTASI

Kocok ulang kabinet Jokowi berhembus kencang. Susunannya dikabarkan segera turun dalam waktu dekat. Dua menteri dipastikan mengisi Kemendikbud-Ristek dan Kementerian Investasi.

Wacana reshuffle ini muncul setelah Jokowi meleburkan Kemendikbud dan Kementerian Ristek (Kemenristek) menjadi satu. Selanjutnya membentuk Kementerian Investasi. Penggabungan Kemendikbud-Ristek dan pembentukan Kementerian Investasi disepakati DPR RI dalam rapat paripurna 9 April 2021. Setelahnya, isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju jilid 2 mengemuka.

Di reshuffle pertama Desember 2020, Jokowi merombak ulang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Sosial, Menteri Pariwisata, Menteri Agama, Menteri Perdagangan serta Menteri Kesehatan.

Juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, menyebut Ma’ruf sudah diajak Jokowi berbicara mengenai reshuffle. Namun Masduki tidak memerinci lebih jauh soal obrolan reshuffle kabinet itu. "Kalau terkait dengan soal apakah nanti ada reshuffle, tentu Wapres udah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Masduki.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut Jokowi dalam waktu dekat akan melantik dua menteri di Kementerian Investasi dan Kemendikbud-Ristek. Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter, Rabu (14/4). Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik. "Presiden insyaallah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu’alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju," tulis Ngabalin.

Ketua DPP PKB Faisol Riza menyebut, bakal ada dua lagi pos kementerian yang terkena reshuffle, di luar Kemendikbud-Ristek dan Kementerian Investasi. Kini, kata Faisol, pihak yang berkepentingan sedang melakukan kajian terhadap dua kementerian itu. "Masih ada dua pos, masih dalam kajian," kata Faisol. (tim ms/detik)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting