TAMBAHAN KASUS COVID-19 INDONESIA TERTINGGI DI DUNIA


Jakarta, MS

Lonjakan angka terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia pecahkan rekor baru. Penambahannya sentuh 40 ribu lebih kasus. Data tersebut dicatat sebagai yang tertinggi di dunia.

Tercatat, Senin (12/7), Indonesia menjadi negara yang penambahan kasus harian positif dan kematian baru tertinggi di dunia. Berdasarkan data Worldometer, penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia menempati urutan tertinggi dengan 40.427 orang, disusul Inggris sebanyak 34.471 dan India 27.404.

Sementara kasus kematian harian Covid-19 Indonesia bertambah 891. Kemudian disusul Brasil di urutan kedua dengan 765 jiwa dan Rusia 710 korban meninggal. Sedangkan untuk kasus sembuh, Indonesia menempati urutan ketiga dengan 34.754 pasien. Urutan pertama pasien sembuh ditempati Brasil dengan 78.342 orang dan kedua India sebanyak 45.261. Kini total kumulatif terpapar virus corona di Indonesia sudah mencapai 2.567.630 kasus.

Sebagai catatan, tambahan 40 ribu kasus baru itu adalah rekor lonjakan baru harian positif paparan corona di Indonesia sejak awal pandemi terdeteksi di nusantara. Rekor terakhir lonjakan positif adalah 38.124 tambahan harian pada 9 Juli 2021. Dari jumlah total itu, sebanyak 2.119.478 dinyatakan sembuh dan 67.355 meninggal dunia.

Artinya, kasus aktif di Indonesia tercatat hari Senin, baik yang isolasi mandiri maupun menjalani perawatan medis mencapai 380.797, sementara suspek mencapai 149.744 orang.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, selama 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB Senin, jumlah spesimen yang telah diperiksa di seluruh laboratorium kesehatan seluruh Indonesia adalah 149.744. Bukan hanya lonjakan positif, Indonesia pun mencatat rekor lonjakan sembuh setelah bertambah 34.754. Rekor terakhir catatan kesembuhan adalah pada 11 Juli sebanyak 32.615 orang.

Sehari sebelumnya, Indonesia juga mencatat kematian harian Covid-19 tertinggi di dunia dengan 1.007 jiwa. Sejak tiga pekan terakhir, Indonesia terus mencatat kenaikan infeksi Covid-19 hingga mencetak rekor kasus tertinggi dalam beberapa hari berturut-turut.

Sama seperti sejumlah negara lainnya, Indonesia tengah menghadapi gelombang baru penularan Covid-19 yang diperparah dengan penyebaran varian Delta corona. Baru-baru ini, Indonesia juga mendeteksi beberapa mutasi baru corona lain seperti varian kappa. Peningkatan infeksi ini terjadi beberapa pekan usai libur panjang Idul Fitri.

"Kasus baru Covid-19 kembali mencetak rekor sebanyak 40.427 kasus," ujar Staf Khusus Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam konferensi pers daring, Senin (12/7).

Selain itu, Dedy menyebut penambahan kasus meninggal mencapai lebih dari 891 orang. Atas hal tersebut dirinya pun menyampaikan dukacita yang mendalam. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam untuk setiap keluarga yang mengalami kehilangan sanak saudaranya," ujar Dedy.

 

KEBUTUHAN FASILITAS TEMPAT TIDUR PASIEN COVID MELONJAK

Gelombang kasus Covid-19 yang bertambah signifikan tiap hari, membuka persoalan baru. Fasilitas untuk pasien terpapar virus corona kans makin tak memadai. Salah satunya ketersediaan tempat tidur.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kronologi meningkatnya keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) Indonesia. Dalam tujuh minggu, tempat tidur RS di Indonesia meningkat menjadi 90 ribu untuk merawat pasien Corona.

Mulanya Menkes Budi menjelaskan, ada 400 ribu tempat tidur di seluruh RS di Indonesia. Sebanyak 30 persen dialokasikan untuk pasien Corona. "Total tempat tidur yang ada di seluruh Indonesia ada sekitar 400 ribu saya sudah keluarkan instruksi di awal tahun bahwa 30 persen dialokasikan untuk tempat tidur isolasi pasien Covid. Kalau 30 persen dari 400 ribu ada sekitar 120 ribu tempat tidur," kata Budi dalam rapat Komisi IX DPR RI yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Selasa (13/7) kemarin.

Sebelum Lebaran, tempat tidur yang terisi pasien Corona hanya 23 ribu. Namun, dalam waktu 7 minggu, keterisian tempat tidur meningkat menjadi 90 ribu untuk pasien Corona.

"Dari kondisi 120 ribu dari Lebaran yang diisi cuma 23 ribu jadi kita punya room cukup banyak. Tetapi dalam enam sampai tujuh minggu terakhir angka 23 ribu sudah naik ke 90 ribu. Jadi kita sudah ada 90 ribu tempat tidur terpakai untuk merawat rekan-rekan kita yang terpapar," ujarnya.

Keterisian tempat tidur di rumah sakit pun terus ditingkatkan bagi pasien Corona. Jika melampaui 120 ribu, Menkes Budi menilai sulit untuk dicapai.

"Nah, secara gradual meningkatkan terus tempat tidur isolasi yang waktu sebelum Lebaran ada 75 ribu sekarang dinaikkan ke 107 ribu. Kita masih punya room untuk bisa naik ke 120 ribu. Tetapi di atas 120 ribu posisi kita akan sulit. Itu sudah 30 persen dari kapasitas RS di seluruh Indonesia," ucapnya.

Menkes Budi mengingatkan agar seluruh pihak tetap di rumah agar tidak berdampak keterisian tempat tidur di rumah sakit. Sebab, rumah sakit adalah titik akhir dalam penanganan Corona.

"Saya tekankan sekali lagi apapun yang kita lakukan di rumah sakit tidak cukup kalau tidak bereskan ke sisi hulu. Kita tidak disiplin jaga jarak pakai masker jangan kemana-mana tetapi stay at home itu penting sekali kalau tidak kasihan teman-teman di RS, kasihan dokter, kasihan para nakes yang nanti akan menerima gelombang pasien yang akan masuk. Kita bereskan sisi hulunya, kita bereskan sisi sebabnya, kita bereskan agar jangan sampai orang-orang bergerak terlampau banyak, tinggal di rumah," imbuhnya.

 

MASYARAKAT DIHARAP TIDAK PANIK

Angka kasus Covid-19 yang meningkat memantik himbauan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Dirinya meminta semuanya tidak panik dengan lonjakan kasus Corona. Daerah pun didorong untuk intens melaporkan datanya.

Gunadi meminta masyarakat dan media tidak terlalu panik jika melihat data lonjakan kasus Covid-19 harian. Menurutnya, lonjakan kasus harian juga dipengaruhi naiknya angka pengetesan alias testing. "Maka hari ini akan ada lonjakan testing, mungkin juga akan ada lonjakan kasus konfirmasi," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa kemarin.

Berikutnya, Budi mengatakan hasil testing tak selalu dapat dilaporkan dengan cepat. Ia mengatakan, data kasus konfirmasi bisa saja baru dilaporkan setelah beberapa hari.

"Saya terbuka bila masih banyak data yang belum masuk. Nah sekarang kami dorong supaya itu masuk, jadi Bapak Ibu akan lihat lonjakannya, tidak usah panik terutama teman-teman media, jangan terlalu panik," kata Budi.

Menurut Budi, Kemenkes pun mendorong daerah untuk selalu melaporkan data kasus Covid-19 yang sudah terkonfirmasi secepatnya. Ia mengatakan, lebih baik melaporkan data apa adanya ketimbang menutup-nutupi angka, tetapi pada akhirnya terjadi ledakan kasus Covid-19.

"Itu yang kejadian sekarang kan tiba-tiba enggak ada kasus konfirmasi tapi masuk ke rumah sakitnya banyak. Orang sebelum masuk ke rumah sakit kan sudah terkonfirmasi dulu," ujarnya.

Maka dari itu, kata Budi, dalam beberapa hari ini akan terlihat lonjakan kasus, tetapi bukan semuanya merupakan kasus baru. Ia mengatakan data yang dirilis terkini bisa saja berasal dari pengetesan enam hari sebelumnya.

Budi juga mengakui sistem pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) memang belum sempurna. Namun katanya, hal ini bukan saja terjadi di Indonesia melainkan di seluruh dunia.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini mengatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menggunakan sistem 7-day average atau rata-rata tujuh hari. Misalnya, data hari ketujuh akan dilihat dari rata-rata hari pertama hingga ketujuh. Kemudian data hari kedelapan akan dilihat dari rata-rata hari kedua hingga kedelapan. "Dengan demikian adanya anomali dengan testing dan tracing bisa kita luruskan," kata Menkes Budi Gunadi.



70 JUTA DOSIS VAKSIN TELAH TERDISTRIBUSI

Gerak penanganan pemerintah terhadap Covid-19 terus dipacu. Upaya mencapai ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok dengan vaksinasi kian masif dilakukan. Hingga kini, ada 70 juta lebih dosis vaksin yang telah terdistribusi.

Terhitung, Minggu (11/7), Pemerintah Indonesia melalui Bio Farma telah menyalurkan 70,4 juta dosis vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi gratis ke seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari Coronavac dari Sinovac sebanyak 3 juta dosis, vaksin Covid-19 produksi Bio Farma sebanyak 59,2 juta dosis dan vaksin Astrazeneca sebanyak 8,2 juta dosis.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi dari Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, jumlah 70,4 juta dosis vaksin itu dalam bentuk 9,7 juta vial vaksin. "Seluruhnya adalah untuk program vaksinasi pemerintah yang diberikan secara gratis. Saat ini, kita masih memiliki stok vaksin sekitar 22 juta dosis dan ada juga yang masih dalam proses produksi," jelas Bambang.

Bambang menambahkan, per 11 Juli, sekitar 51,2 juta vaksin Covid-19 telah disuntikkan kepada masyarakat. Rinciannya yakni 36,2 juta orang untuk dosis pertama dan 15 juta orang untuk dosis kedua.

"Per hari ini (11/7), masih ada sekitar 19,2 juta vaksin yang siap digunakan untuk masyarakat yang dikelola Kementerian Kesehatan, ditambah stok sekitar 22 juta dosis vaksin, sehingga total ketersediaan vaksin untuk Covid-19 saat ini sebanyak 41,2 juta dosis vaksin," ungkap Bambang.

Menurut Bambang, pada Juli ini, masih akan ada kedatangan vaksin Covid-19 baik melalui skema bilateral maupun multilateral. "Rencana kedatangan tersebut akan menambah jumlah ketersediaan vaksin yang dapat mendukung target pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi 1 juta-2 juta dosis per hari," tutup Bambang. (cnn/detik/tempo)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors