CS-WL Dukung Penuh Program Korps Bhayangkara

Polri Beri Dukungan Psikososial Bagi Anak-anak Terdampak Covid-19 Tahun 2021


Tomohon, MS

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serentak secara nasional menggelar program kegiatan bernama, Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid 19 Tahun 2021. Respons positif bernada apresiasi pun didendangkan pasangan kepala daerah di kaki Lokon, Walikota Caroll JA Senduk dan Wakil Walikota (Wawali) Wenny Lumentut (CS-WL), yang menjadi tuan rumah kegiatan Polri di wilayah hukum (Wilkum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).

Adapun, giat yang mengangkat tema, Peduli Anak Indonesia Tangguh ini, dipusatkan di Mabes Polri. Kemudian diikuti seluruh jajaran Polda se-nusantara. Khusus di Wilkum Polda Sulut, dipusatkan di Terung Kabasaran Kota Tomohon, Selasa (2/11).



Keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Tomohon dalam mendukung program dari Polri itu, terlihat saat pelaksanaan kegiatan. "Selaku Pemerintah Kota Tomohon, kami tentu sangat mendukung sepenuhnya, bahkan memberikan apresiasi tinggi kepada Polri melalui Polda Sulut atas program ini. Sebab, kegiatan ini bertujuan agar para korban dan anak-anak terdampak Covid-19 bisa segera bersemangat kembali. Sehingga hal ini dapat menghilangkan trauma yang sudah dialami anak-anak," ujar Senduk didampingi Lumentut.

Di kesempatan itu, CS-WL pun kembali mengajak seluruh masyarakat Kota Tomohon agar turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang sementara bergulir. Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi dalam sambutannya mengatakan, Covid-19 mengimbaskan efek negatif ditengah masyarakat. Terlebih berdampak pada anak-anak yang kehilangan keluarga ataupun orangtua.

"Anak tertekan karena seharusnya mereka mendapat kasih sayang, tapi kehilangan figur ayah dan ibu. Menjadi perhatian bagi kita semua karena mereka membutuhkan pendidikan dan kebutuhan lainnya. Sehingga mereka bisa tumbuh berkembang seperti anak lainnya yang terpenuhi kebutuhannya," tutur Listyo.

Menurutnya, selain bantuan sosial, juga sangat diperlukan dukungan psikologis. Anak-anak, tentunya sangat membutuhkan konseling. "Sebab itu, program konseling harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini agar dapat mengetahui secara terus-menerus pertumbuhan psikologis anak-anak korban Covid-19. Sehingga mereka tidak lagi bersedih, tapi kembali ceria," ujar Kapolri.

Sementara, Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs Nana Sudjana AS MM menguraikan, saat ini pandemi ada penurunan. Tetapi bukan berarti sudah selesai. Kata dia, tugas semua elemen masyarakat untuk tetap terus berupaya agar Covid-19 tidak ada peningkatan lagi. Diharapkannya, semua tetap disiplin dan menerapkan 5 M. Pun bersama unsur terkait, yakni Forkopimda dan Pemda, pihaknya tentu memiliki tugas berkaitan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Termasuk, menyukseskan program vaksinasi.

"Kami bersama Forkopimda dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya melakukan pembimbingan kepada anak-anak yang terdampak covid. Bahkan, ke depan kami memprogramkan membangun kepedulian seperti ini sampai di tingkat kecamatan, desa atau kelurahan," ungkap Sudjana.

Kapolda juga berharap, anak-anak yang terdampak covid bisa terus belajar. Sebab, kuncinya adalah belajar, melatih, punya tekat, memiliki semangat motivasi untuk berprestasi. Sehingga apa yang dicita-citakan pasti tercapai.

Diketahui, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sarana kontak dan tali asih kepada masyarakat dan anak-anak terdampak covid 19, secara simbolis. Kegiatan ini diikuti anak-anak terdampak Covid-19. Di dalamnya, ada anak-anak yang orangtuanya, ibu atau bapaknya telah meninggal akibat Covid-19. Turut hadir, Kasdam XIII Merdeka, Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi SE, jajaran Polda Sulut, Kapolres Tomohon, AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH, perutusan BRI Sulutenggo Malut bersama unsur Himpunan Psikologis Indonesia. (hendra mokorowu)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors