Tampil All Out, Jordan Susanto Persembahkan Piala Presiden UEA Buat Hatta FC
Manado, MS
Tampil ‘all out’ di partai final yang berlangsung seru antara Hatta FC dan Shabab Al Ahli di piala Presiden Uni Emirat Arab (UEA) 2022, Jordan Susanto nampu menunjukkan kelasnya. Terutama sebagai pemain asing berasal dari Indonesia yang di Kontrak klub kaya Dubai UEA Hatta FC yang akhirnya mempersembahkan juara buat klubnya.
Hal ini dikatakan langsung kepada Media Sulut usai dirinya memenangkan pertandingan dengan skor tipis 3-2 dan membawa klubnya Hatta FC meraih piala Presiden UEA 2022.
Jordan Susanto bertutur tentang partai final kepada redaksi Media Sulut, Senin (28/3). Sebagai pemain asing, tentu dirinya sangat diandalkan di klubnya. Hal itu karena segala kemampuan yang dimilikinya, dicurahkan buat klub. "Tentu dengan tampil selalu maksimal," ujar Jordan pemilik serve jumping.
Bekal yang dia dapati selama ikut kejuaraan bertaraf nasional menempa semangat untuk memberi yang terbaik. Hal itu karena menurutnya, bermain di luar negeri khususnya Dubai adalah kebanggaan sebagai atlit putra Sulawesi Utara (Sulut).

Doa dari kedua orang tuanya dan teman-temannya di klub Bright Elektrik Sulut menambah semangat juangnya menjadi yang terbaik. Sekalipun rasa rindunya ia pendam bahwa suatu kelak nanti, bisa bermain dan membela negara yang ia cintai Indonesia.
Maka dari itu, seusai kontraknya selasai, keinginan hatinya untuk bermain di Proliga antar klub bergengsi di Indonesia adalah tujuannya untuk membuktikan bahwa dirinya adalah putra terbaik Sulut. Selanjutnya, berencana kembali ke Indonesia sambil melanjutkan kuliahnya adalah prioritas karena bagaimana pun menimba ilmu adalah bagian yang tak terpisahkan dalam mengejar kariernya sebagai pemain voli profesional.
"Karir bola voli harus sejalan dengan pendidikan itu yang utama," katanya.
Sebagai atlit bola voli asal Sulut, dirinya akan tetap akan membawa nama baik Sulut. Sekalipun banyak daerah lain yang menawarkan dirinya namun kebanggan terhadap Sulut, dirinya tak tergoda. "Karena baginya Sulut adalah harga mati," tuturnya.
Harapannya kepada putra putra Sulut agar bangkit untuk
membela Sulut. Baik di tingkat nasional maupun internasional. "Torang
bangga jadi orang Sulut," pungkasnya bersemangat. (yaziin Solichin)















































Komentar