Foto: Kasih Mantiri saat dinobatkan menjadi remaja teladan GMIM Wilayah Dimalak (Foto.ist)
Kasih Mantiri Dinobatkan Remaja Teladan GMIM Wilayah DIMALAK 2023
Manado, MS - Sosok wanita yang satu ini, dikenal ramah di lingkungan klub bola voli Bright Jos Elektrik (BJE) Sulawesi Utara (Sulut). Adalah Kasih Natali Glorya Mantiri. Di usia baru menginjak 15 tahun, sederet prestasi telah diukirnya. Terbaru, Kasih dinobatkan sebagai Remaja Teladan GMIM Wilayah DIMALAK atau Dimembe, Matungkas, Laikit tahun 2023. Dia mewakili Jemaat GMIM Sion Matungkas.
Saat ditemui mediasulut.co disela-sela kesibukannya menjalankan sesi latihan di markas BJE Sulut, Kasih mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia pun berterima kasih untuk semua dukungan dan doa sehingga boleh mencapai prestasi tersebut. “Puji Tuhan boleh menjadi yang terbaik di ajang pemilihan remaja teladan se-Wilayah Dimalak. Ini menjadi motivasi saya ke depan untuk lebih baik dan maksimal,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kasih merupakan pelajar di SMA Negeri 1 Kalawat. Ada beberapa tahapan yang harus dijalani hingga dia menjadi yang terbaik. Pada 25 Februari 2023 dimulai dengam tes tertulis untuk mencari 20 peserta putra dan 20 peserta putri. Kurang lebih ada 40 peserta putra dan 40 peserta putri yang berasal dari 8 gereja GMIM di Wilayah Dimalak. Kemudian, 20 peserta putra dan 20 peserta putri yang lolos untuk lanjut ke tahap berikut yaitu tes wawancara. Saat itu, Kasih berhasil lolos ke tahap selanjutnya.
Pada 11 Maret 2023, digelar tes wawancara untuk mencari 10 peserta putra dan 10 peserta putri dari ke 20 peserta. Kasih kembali lolos di tahap ini hingga boleh mendapat selempang Finalis Remaja Teladan GMIM Wilayah Dimalak Tahun 2023. Ia pun lanjut ke tahap berikutnya yaitu tahap karantina dan talent show.
Selanjutnya, pada tanggal 24-26 Maret 2023 karantina dan talent show. Sepuluh peserta putra dan 10 putri lanjut di karantina selama 3 hari dan ada materi-materi pada hari ke-2. ”Karantina di situ ada talent show untuk menunjukkan bakat. Setelah karantina dan talent show, lanjut ke tahap berikutnya yaitu kompetensi potensi diri,” terang Kasih.
Kemudian, 8 April 2023, digelar kompetensi potensi diri. Pertama KTI yaitu mempresentasikan hasil Karya Tulis Ilmiah dan mendapatkan tanya jawab. Selain itu, peserta harus berpidato menggunakan bahasa Inggris. Dilanjutkan dengan debat, dimana para peserta dibagi menjadi beberapa tim. “Satu tim punya 3 peserta, 2 peserta sisa di bagi menjadi 2 kelompok, tapi pakai 4 kakak Retel 2022 untuk membantu melengkapi tim tersebut. Setelah selesai lanjut ke tahap berikutnya yaitu grand final,” urai Kasih.
Untuk Grand Final, dari ke 10 peserta putra dan putri akan mendapat clue atau kata kunci. Lalu, peserta harus menjawabnya. “Setelah menjawab dan dinilai dari ke-5 juri yang terdiri dari Ketua Komisi Pelayan Remaja Sinode Ka Pnt Dr Michaela E Paruntu MARS dan juga ada dari KPRS Ka Pnt Meylan Rey, lalu ke sepuluh peserta putra akan ada top 3 atau 3 besar dan 10 peserta putri juga akan ada top 3 atau 3 besar. Nantinya, itu akan menentukan juara satu, dua dan tiga,” lugas spiker BJE ini.(MySol)






































Komentar