121 Rumah, Sekolah dan Tempat Ibadah Ambruk

Puting Beliung Terjang Dumoga


Dumoga, MS

Angin puting beliung menghantam sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sabtu (23/3). Lebih seratus bangunan rumah penduduk, sekolah dan rumah ibadah, porak-poranda. Sebagian dilaporkan ambruk, rata dengan tanah.

Bencana itu terjadi di Kecamatan Dumoga Timur. Desa Kembang Mertha, Desa Amertha Buana dan Desa Amertha Sari, paling parah.

Menurut keterangan sejumlah warga, angin puting beliung mengamuk disertai hujan keras, dan menyambar puluhan rumah di Desa Kembang Mertha. “Hujan keras disertai angin puting beliung terjadi dan berlangsung cukup lama. Sampai puluhan rumah terbongkar hingga rata tanah akibat disambar angin puting beliung,” ungkap Rina Lampongajo, warga Dumoga.

Camat Dumoga Timur, Jootje Tumalun mengatakan, setelah mendapatkan informasi kejadian itu dirinya langsung turun ke lokasi dampak dari keganasan angin puting beliung.

"Kejadiannya di Kembang Mertha yang terdiri dari empat desa. Sampai saat ini belum terdata pasti jumlah rumah terdampak bencana ini, karena baru di Desa Kembang Mertha dan Kembang Sari yang sempat saya kunjungi. Kita masih sementara mendata,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, Haris Dilapanga, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba hingga menyebabkan terjadinya angin puting beliung.

"Setelah menerima informasi dari pemerintah desa dan masyarakat Desa Kembang Mertha melalui call center PUSDALOPS-PB, BPBD Bolmong langsung merespon dengan menurunkan personil TRC-PB untuk melakukan assesment di lokasi kejadian," ujarnya.

Sesuai data assesment, 121 rumah, bangunan sekolah dan rumah ibadah, rusak akibat terjangan angin puting beliung ini. "Personil TRC-PB masih terus melakukan pendataan jumlah kerusakan dan korban terdampak yang saat ini mengungsi di lokasi pengungsian. Listrik masih padam akibat banyaknya rumah rusak berat," ungkap Dilapanga.

Menurutnya, untuk korban jiwa sampai saat ini hanya terdata satu orang. Korban mengalami luka ringan. Sementara, satu orang lagi mengalami trauma. "Satu warga alami luka ringan atas nama Jero Tirta (55) warga Desa Kembang Mertha Dusun III dan Ni Putu Sumarsih (49) mengalai trauma dan sedang dirawat di klinik Medika Jaya Mopuya," tambahnya.

Hingga saat ini, kerugian materi masih dalam pendataan. Kendala yang dihadapi di lapangan, tidak adanya aliran listrik. "Listrik masih padam sehingga menyulitkan Tim Asesment TRC-PB untuk pendataan malam kemarin," tutup Dilapanga. (endar yahya)

 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting