KEK Bitung Jadi Pelecut Pemasaran Produk Lokal

Menko Perekonomian Puji Prospek Infrastruktur Sulut


Laporan: Joy Watania

Iklim ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut) kian cerah. Kehadiran sejumlah infrastruktur penunjang dinilai jadi penyebab. Salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rencana strategis ini dianggap sebagai peluang pemasaran produk unggulan daerah.

 

Kunjungan kerja Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution menguak potensi itu. Dirinya datang guna memonitoring beberapa infrastruktur fisik dan infrastruktur industri seperti Jalan Tol Manado-Bitung, Kantor KEK, Pelabuhan Bitung dan beberapa lokasi Investasi untuk mendukung Operasional KEK. “Prospek Pembangunan yang optimal rakyat Sulut sangat baik. Apalagi ditunjang sebuah sarana dan prasarana yang memadai, seperti di Kota Bitung,” ujar Nasution saat diterima Walikota Max Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri, Minggu (31/3), di Kantor Administrator KEK dan Pelabuhan Peti Kemas Bitung.

 

Menteri perekonomian Darmin Nasution dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan KEK ini sangat penting untuk memasarkan hasil dari keunggulan daerah masing-masing. KEK Bitung menurutnya, tidak jauh dari laut sehingga hasil perikanan laut semuanya bisa diolah dan dikembangkan di industri.

 

“Setelah adanya infrastruktur fisik, infrastruktur industri ini adalah sumber daya manusia pemerintah pusat sedang mempersiapkan tahun ini berbagai sector pendidikan non sains yang mau dikembangkan ke depan,” ujarnya. Dikatakannya, pendidikan dan pelatihan koperasi ada tiga lapisan. Pertama, latihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang tidak sampai setahun. Sekolah kejuruan ini dinilai yang paling banyak peserta. “Kita akan merombak standarnya. Kita akan merumuskan bidang apa saja yang akan kita kembangkan tahun depan fokus studinya kemudian struktur kurikulumnya seperti apa berapa persen di kelas dan berapa persen praktek, magang,” jelasnya.

 

Sementara itu Walikota Bitung Max Lomban mengatakan, sejauh ini cukup lama menunggu proses sertifikat dari badan pertanahan (BPN) tanah seluas 92, 6 hektar sebagai tanah negara kemudian peruntukannya.

 

“Kita mau tatap ke depan, dengan adanya kawasan ekonomi khusus, kami berharap untuk ke depan dapat tumbuh satu pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia serta dapat memberikan kontribusi yang sangat luar biasa untuk eksport impor. Sekali lagi saya atas nama pemerintah Kota Bitung jangan ada lagi keraguan untuk para investor yang akan masuk ke Bitung,” ujar Lomban.

 

Sementara itu, di sisi lain lomban juga menambahkan, jika Senin (1/4) besok akan ada peresmian oleh Presiden RI Joko Widodo bersama dengan KEK Palu, KEK Morotai serta KEK di Kalimantan. “Selain itu juga, ada beberapa yang akan diresmikan untuk kawasan ekonomi khusus ada empat hal, infrastruktur, regulasi, sumber daya manusia kita akan persiapkan,” ujarnya seraya mengatakan, untuk pelabuhan harus didukung terus Pelindo untuk menambah dermaga dan peralatannya.

 

Diketahui, kunjungan kerja nasution ini, diawalli dengan mendatangi Kantor Administrator KEK Bitung, disambut Walikota Bitung, Max J Lomban SE MSi didampingi Wawali Ir Maurits Mantiri MM serta para Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Handry Tirayoh. Usai mengunjungi lokasi KEK Bitung, Darmin didampingi Lomban, mendatangi salah satu perusahaan pengolah sampah plastic, PT  Futai, dilanjutkan meninjau lokasi rencana pengembangan International Hub Port (IHP), di dermaga Terminal Petikemas Bitung. (*)

 


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting