Longsor di Jalur Gunung Potong, Mitra-Boltim Terancam Terisolir


Laporan : RECKY KOROMPIS

Efek buruk akibat cuaca ekstrim yang menghantam wilayah Sulawesi Utara (Sulut) menyembul di sejumlah titik. Teranyar, hujan deras memicu terjadinya longsor di poros strategis Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), tepatnya di jalur Gunung Potong. Terpantau, badan jalan selebar 5-6 meter terancam amblas diseret material tanah yang rentan. Selain rawan bagi pengguna jalan, kondisi ini membuat Kabupaten Mitra bahkan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kans terisolir.

 

Diketahui, jalur Gunung Potong merupakan rute strategis untuk dua daerah tersebut. Sedangkan titik longsor terjadi di jalan utama masuk daerah Mitra yang terhubung dengan daerah Boltim itu, tepatnya di tikungan dan bibir jalan, memasuki Desa Pangu, Ratahan Timur

Hasil pantauan di lokasi, longsoran itu nampak memiliki curam yang cukup dalam dan patut diwaspadai para pengguna jalan ketika akan melintas. "Ini perlu mendapatkan penanganan serius pihak pemerintah. Sebab jika ini (jalan, red) sampai putus mengingat hujan deras terus menerus, sudah pasti kita harus mengitar daerah Pantai Langowan, Rumbia-Palamba-Atep atau memilih jalur Toluaan menuju daerah Minsel. Tapi ini akan memakan waktu yang lama," ungkap Jenry Kawulusan salah satu warga Ratahan, kemarin.

Perbaikan mendesak yang sama pun datang dari kalangan generasi muda yang ada di Mitra. Menurut Ketua KNPI Ratahan Timur, resiko arus transportasi utama Mitra itu terputus sangatlah besar mengingat intensitas hujan yang tinggi. "Jika dibiarkan terus bisa terus menggali longsor yang baru. Nah, ini akan sangat berdampak terhadap arus perekonomian masyarakat," kata Marvel.

"Selain itu, dampaknya akan dirasakan secara umum jika tak segera mendapatkan penanganan. Contohnya saja, hampir setiap harinya kami mendengar suara sirene ambulans. Dapat dibayangkan jika jalur utama itu terputus. Untuk itu kami memintakan pihak terkait agar dapat memperhatikan kondisi ini," sambungnya.

Sementara, sejumlah penanganan dini dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dengan memberikan beberapa tanda-tanda awas bagi para pengguna jalan, agar dapat berhati-hati. "Kami sudah memampangkan tanda-tanda bagi para pengguna jalan untuk berhati-hati. Jalur tersebut merupakan jalan nasional. Namun kami sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Balai Jalan Nasional XV Manado. Dan pihak balai telah turun langsung meninjau lokasi," beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rommy Ole. (***)


Komentar

Populer Hari ini



Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting