Banjir di Sitaro Telan Korban Jiwa, Gubernur Yulius Ungkapkan Duka dan Beri Perhatian Khusus


Manado, MS
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menyatakan keprihatinan dan duka atas peristiwa banjir bandang di Kabupaten Sitaro, Senin (5/1/25).

Gubernur pun turut memberi perhatian serius akan kejadian tersebut.
Dimana, banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur. 

Dan, kerusakan material ditemukan yakni, korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.
Tercatat korban meninggal dunia 11 jiwa, hilang 4 orang dan luka terdapat 18 orang.

Ada pun wilayah terdampak akan peristiwa itu meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.

Dikatakan Gubernur Yulius, dirinya secara 
pribadi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di Sitaro itu.

"Pastinya, Pemprov Sulut akan hadir dan memberi penanganan serius bagi masyarakat terdampak di pemulihan pasca bencana," kata gubernur.

Lanjutnya, langkah semaksimal mungkin dari Pemprov untuk bantuan segera dilakukan, guna meringankan beban masyarakat.

Termasuk, melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam hal penanganan yang berjalan cepat dan tepat sasaran.

"Kita semua berharap cuaca segera kembali normal dalam proses penanganannya,” tegasnya lagi. 

Gubernur sendiri, telah perintahkan ke jajaran terkait di Pemprov Sulut untuk segera memberikan bantuan Alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana. 

Para korban luka-luka berat akan dirujuk ke rumah sakit di Manado, sehingga menerima penanganan kesehatan.

Banjir bandang itu pula telah ditetapkan status tanggap darurat selama 14 hari oleh Pemkab Sitaro.
Agar, proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Diketahui bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti. Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga. (DevyKumaat)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting