Gubernur Yulius Tanam Padi di Bolmong, Bangga Atas Produksi Sulut di 2025 Naik 233 Ton
Manado, MS
Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE mengatakan, upaya meningkatkan produksi beras di Sulut masih terjaga bahkan naik di 2025 bandingkan 2024.
Hal tersebut disampaikan, ketika di sela-sela dirinya menanam padi di Solo, Kabupaten Bolmong, Jumat (23/1/26).
Turun langsungnya gubernur itu bersama istri, bagian dari gerakan tanam padi, gunamendukung swasembada pangan.
Mengambil pula temanya adalah 'Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam'.
Terkait peningkatan produksi beras 2025, merupakan hasil loni Gubernur Yulius ke pemerintah pusat.
Dan, memberi bahan memaksimalkan lewat bantuan alat dan mesin pula pertanian (alsintan) serta benih dengan total nilai sekitar Rp65 miliar sepanjang tahun 2025.
Kala berada di Bolmong, penanaman padi berlangsung du lahan pertanian seluas 30 hektare, dimana sekitar 28 hektare di antaranya telah ditanami padi.
Selain gubernur, ikut serta menanam adalah Bupati Bolmong serta jajaran Forkopimda setempat, disambut antusias para kelompok tani dan masyarakat Desa Solog.
"Ketersediaan beras di Sulut saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi,"kata gubernur.
Lanjutnya, itu berangkat dari berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk pelaksanaan gerakan pangan murah serta penyaluran beras cadangan pemerintah.
“Kita juga rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan membagikan beras cadangan pemerintah, terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru baru-baru ini. Apalagi cuaca cukup ekstrem, jadi harus kita antisipasi agar inflasi bahan pokok tidak terjadi,” ujarnya.
Selain itu, rasa syukur pun terungkap karena Sulut untuk tingkat inflasi tahun 2025 tercatat 1,23 persen.
Ini menjadikan Sulut peringkat ketiga terendah secara nasional.
“Puji Tuhan, inflasi Sulut di tahun 2025 nomor tiga terendah di Indonesia. Ini hasil dari gerakan dan program yang kita lakukan bersama,” tambahnya.
Nantinya, Pemprov Sulut juga bakal mendistribusikan lahan pertanian seluas sekitar 2.000 hektare.
Ditambah,bantuan alat dan sarana pertanian juga terus disalurkan.
Langkah ini dianggap gubernur adalah penting, mengingat potensi kekurangan air saat memasuki musim kemarau, karena sumber air berada cukup jauh dari area persawahan.
"Diharapkan, pengelolaan pompa air dapat dilakukan secara merata agar seluruh lahan di Bolmong tetap terjaga ketersediaan airnya," ungkapnya. (DevyKumaat)













































Komentar