Wajah Baru, Museum Negeri Sulut Target Destinasi Daerah Diresmikan MenBud Fadli Zon


Manado, MS
Tampil dengan lebih menarik, 
Museum Negeri Sulawesi Utara (Sulut) selesai dibangun baru dan diresmikan 
Menteri Kebudayaan (MenBud) RI Fadli Zon, Jumat (22/5/26), Manado. 

Gubernur Yulius Selvanus SE yang mendampingi dan jajaran Pemprov Sulut pun menuturkan revitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini targetnya. 

Menurutnya, museum tersebut sebagai destinasi pelestarian budaya terbaik di Indonesia.

Pasalnya, kombinasikan teknologi digital dengan arsitektur khas rumah adat Minahasa.

Gubernur turut menegaskan, Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk membawa institusi kebudayaan daerah ke tingkat nasional. 

"Museum ini akan saya buat jadi yang terbaik di Indonesia. Mandat dari pimpinan pusat kami terjemahkan dalam kerja nyata,”katanya.

Ada pun proyek revitalisasi ini melibatkan tim lintas sektor, termasuk para arsitek alumni Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Universitas Negeri Manado (Unima).

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kebudayaan yang mendorong digitalisasi museum guna menarik minat generasi muda sekaligus memperkuat sektor experiential tourism.

Kembali gubernur sampaikan, tantangan terbesar dalam proyek ini adalah validasi data historis koleksi, mengingat banyak narasi sejarah sebelumnya yang belum terdokumentasi dengan baik.
Sehingga, Pemprov Sulut sudah membentuk tim khusus. 
Dimana, dilibatkan di dalamnya seperti sejarawan, akademisi, dan budayawan lokal.
Dan, proses pengarsipannya telah rampung 90 persen dengan data kronologi yang rapi dan akurat. 

Diajak kemudian gubernur, untuk museum itu dapat dijadikan ekosistem pendidikan dan pariwisata untuk memanfaatkan fasilitas baru ini sebagai media edukasi antargenerasi.

"Anak-anak kita wajib hadir di sini untuk mengenal akar sejarah. Semoga museum ini menjadi magnet baru pariwisata internasional dan penggerak ekonomi kreatif Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Diketahui, museum tersebut muncul dari 1967 yang berawal dari penemuan keramik antik oleh warga Bola Resun di Ratahan, Minahasa Tenggara. Kemudian, di 1974 pelestarian resmi hingga fisik gedung dimulai. (DevyKumaat) 





Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting