Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Walikota Caroll Ajak Germud Jadi Penjaga Ideologi Bangsa
Tomohon, MS
Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, S.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Lahirnya Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Wali Kota Tomohon. Upacara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di antaranya Ketua DPRD Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang, S.Sos., perwakilan dari Polres Tomohon, Kodim 1302/Minahasa, Kejari Tomohon, BIN Tomohon, Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, S.E., M.E., bersama jajaran pemerintah kota dan seluruh ASN se-Kota Tomohon.
Dalam pidatonya, Wali Kota Senduk membacakan pernyataan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang menegaskan bahwa hari ini, 1 Juni 2026, adalah momen refleksi sekaligus peringatan untuk memastikan bahwa semangat Pancasila tetap menyala dalam hati setiap insan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat pentingnya menjaga api perjuangan dan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia'. Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Senduk.
Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya, terutama dalam menghadapi ketidakpastian dunia dan ancaman fragmentasi. Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, mampu bersatu dalam satu ikatan kebangsaan berkat keberanian menjaga keberagaman melalui nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Indonesia tidak hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tambahnya.
Senduk juga menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam dunia internasional melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, dan memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa tertindas. Ia menyampaikan bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai “living ideology” atau ideologi yang hidup. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai luhur ini harus diinternalisasi dan tidak hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.
“Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi hak masyarakat terkecil, dan menjauhkan segala bentuk intoleransi serta radikalisme yang bisa merusak harmoni kebangsaan,” tegas Senduk.
Ia mengakhiri pidatonya dengan mengajak seluruh bangsa untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan. “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dan semangat persatuan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan selalu hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa.” ujarnya. (RommyKaunang/*)









































Komentar