Golkar Buru Pasangan Terbaik Imba


Manado, MS

 

Genderang perang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado ditabuh. Hasrat Partai Golongan Karya (Golkar) merebut top eksekutif Negeri Wenang menggebu. Tak hanya menyiapkan kader terkuat Jimmy Rimba Rogi ke arena pertarungan walikota. Beringin turut meradar pasangan potensialnya sebagai wakil walikota nanti.

 

Sinyal Golkar mengusung Panglima Imba sapaan akrab Jimmy Rimba Rogi makin dipastikan. Elektabilitasnya yang kian naik di seantero Kota Tinutuan jadi dasar. Meski begitu, figur yang mampu menggetarkan lutut lawan ini dinilai butuh pasangan kuat. Upaya menghadirkannya Golkar pun tak berdiam diri. Lobi politik getol dilakukan.

 

“Sudah pasti (mencari pasangan terbaik Imba, red). Di Manado itu imba kader terbaik Golkar dan tentu kita butuh parpol (partai politik) lain juga untuk menjalin koalisi,” tegas Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, Jumat (28/6), saat bersua di Kantor Bawaslu Sulut dengan harian ini.

 

Soal komunikasi politik, pihaknya membangun lobi dengan partai apa saja. Ini karena Golkar perlu melengkapi kursi juga di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado sebagai syarat mengusung. Kalau telah berhasil menjalin jaringan dengan partai lain maka pasangannya bisa diambil dari mana saja untuk lebih menguatkan posisi Imba. “Tentu kita akan mencari pasangan terbaik. Kami akan berusaha supaya bisa koalisi dengan mencalonkan kader Golkar, setelah itu bisa dipasangkan dengan siapa saja. Kita lihat saja, karena di Manado itu masih butuh tiga kursi lagi,” urai Lamaluta.

 

Posisi Imba di mata masyarakat menurutnya, masih sangat disegani. Makanya sangat ironis bila Golkar tidak mencalonkan dirinya sebagai walikota. “Imba itu seperti saya katakan tadi adalah kader terbaik Golkar. Dia salah satu nominasi dan dia masih sangat dicintai oleh masyarakat Manado. Kalau masih sangat dicintai, kenapa Golkar tidak harus mendukung beliau. Dia adalah kader Golkar dan dia masih dicintai rakyat,” ujarnya.  

 

Pelaksana tugas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kabupaten Bolmut ini, ikut menanggapi figur yang mulai dielus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke depan publik. “Terkait siapa yang akan mereka (PDIP) usung, kita tidak bisa memasuki daerah yang menjadi kewenangan mereka tapi Golkar sendiri tentu akan bertarung dan berjuang. Masyarakat yang akan nilai nanti apakah Imba mampu menghadapi figur-figur PDIP. Tapi kita berusaha supaya kader yang diusung nanti adalah kader yang bisa memenangkan pilkada 2020 khusus kota Manado,” pungkasnya seraya mengakui, ada beberapa daerah yang akan jadi target kemenangan, salah satunya Manado.

 

Diketahui sebelumnya, pengamat politik dan pemerintahan di Sulut, Ferry Daud Liando sempat menilai peta pasangan calon di pilkada Kota Manado 2020. Kekuatan figur yang diusung sebagai calon, baginya tergantung berpasangan dengan siapa. Alasannya, Manado itu berbeda dengan daerah lain. Latar belakang etnik, suku dan agama sangat variatif.  Dengan demikian sangat berbahaya jika satu parpol tidak membagun pasangan calon walikota  dengan wakil walikota hanya dalam satu variatif. “Kemungkinan pasangan calon yang bisa mendominasi jika terjadi perkawinan dua variatif. Misalnya Minahasa-Nusa Utara, atau Minahasa-Bolmong, atau Kristen-muslim, atau Protestan-Katolik/Pantekosta atau penggabungan variasi lain. Pak Olly (Olly Dondokambey dan Pak Steven (Steven Kandouw) walaupun masih dalam satu parpol namun keduanya merupakan kombinasi Tonsea-Tondano-Tountemboan. Sama halnya dengan Pak Vicky (Vicky Lumentut) dan pak Mor (Mor Bastiaan) yang merupakan kombinasi GMIM dan GPdI,” ujarnya.

 

Kalkulasi kemenangan menurutnya, sangat besar dipengaruhi oleh siapa berpasangan dengan siapa. Dengan demikian kemenangan Imba tergantung siapa pasangannya nanti. “Jadi apakah Imba masih kuat atau tidak, sangat tergantung siapa pasangannya dan siapa lawan-lawannya,” tuturnya. (arfin tompodung)


Komentar

Populer Hari ini


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting