BLACKOUT, IBUKOTA LUMPUH


Jakarta, MS

 

Badai ‘blackout’ (listrik padam total) terjang sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Ibukota Jakarta dan sekitarnya lumpuh. Teriak panik bercampur keluh, nyaring terdengar. Peristiwa langka ini jadi ‘trending topic’ dunia.

 

Minggu (4/8) pukul 11.48 WIB, tenaga listrik hilang seketika. Mesin-mesin industri yang menumpuk di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, Bekasi) terhenti.

 

Beragam jeritan terdengar dimana-mana. Mulai dari dalam lift hingga terowongan bawah tanah di Jakarta.

 

Jaringan telekomunikasi putus, transportasi kacau, operasional kereta rel listrik (KRL) terhenti, gerbong-gerbong MRT (Mass Rapid Transit) yang bermobilisasi di bawah tanah dan rel layang, terdiam seketika. Masyarakat panik untuk keluar dari alat trasportasi tersebut.

 

Beberapa detik kemudian, pelayanan publik di kantor-kantor pemerintah terganggu, banyak bisnis berhenti, terutama yang mengandalkan listrik. Pemandangan antrian di terminal-terminal kereta api, hingga warga yang kesulitan air bersih, tak berselang lama ikut nampak.

 

Sangat langka terlihat, ibukota negara tampak hening dan dihiasi lilin. Namun, pemadaman listrik yang terjadi hingga Minggu malam, membuat pemandangan itu menjadi sajian spesial di Jakarta.

 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencuit, penyebab listrik padam di beberapa area di Jakarta, sebagian Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah, karena gangguan gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin di Cilegon. Namun, pernyataan itu kembali dirobah. PLN mengungkapkan, listrik padam ini terjadi karena gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

 

Kegagalan transfer energi dari timur ke barat ini menyebabkan gangguan (trip) di seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa. Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami listrik padam.

 

Terkait pemadaman listrik di wilayah lainnya, termasuk Jawa Barat, disebabkan karena gangguan transmisi Sutet 500 kV. Area yang terdampak listrik padam antara lain Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor.

 

"Saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa gardu sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ungkap Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka, ketika memberikan pernyataan resmi.

 

"Kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal."

 

 

3.500 PENUMPANG KRL TERJEBAK, JARINGAN SELULER TERGANGU

 

Gusar membekap para calon pengguna kereta Commuter Line (KRL) di Jakarta. Tumpukan penumpang terjadi dimana-mana. Peristiwa itu sebelumnya diawali dengan kisah kalut.

 

Diketahui, kepanikan sempat melanda sekitar 3.500 penumpang kereta KRL yang tertahan di tengah jalur perlintasan karena listrik padam yang menyebabkan kereta tak bisa beroperasi. Perlahan, ribuan penumpang itu kemudian dievakuasi.

 

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengatakan, evakuasi berlangsung dengan lancar dalam waktu kurang dari 60 menit.

 

"Dalam waktu kurang dari 60 menit, evakuasi berlangsung dengan tenang dan aman karena pengguna dapat mengikuti arahan dari petugas sesuai SOP tanggap darurat," kata Wiwik di Kantor KCI, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).

 

KCI mencatat ada tujuh kereta yang tengah berada di jalur rel antar stasiun saat listrik padam sekitar pukul 11.48 WIB. Selain tujuh kereta di jalur lintas antar rel, sebanyak 16 kereta juga terhenti di Stasiun.

 

Kata Broer Rizal, Vice President Operasi KCI, rata-rata satu kereta yang terhenti di jalur lintas itu berisi 500 penumpang. Maka itu jika ditotal dari tujuh kereta yang terhenti terdapat 3.500 penumpang.

 

Tak hanya operasional KRL yang terhenti, listrik padam juga menyebabkan jaringan seluler terganggu. Operator seluler mengandalkan pasokan listrik dari PLN agar Base Trasnceiver Station (BTS) dapat terus beroperasi.

 

Dengan adanya pemadaman, para operator harus mengandalkan listrik cadangan baik dari baterai atupun genset.

 

Lewat keterangan tertulis, Minggu (4/8), Vice President Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin menjelaskan, pihaknya terus memonitor kondisi perangkat jaringan yang terkena gangguan karena mati listrik.

 

Ada beberapa wilayah yang terdampak pemadaman listrik, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya.

 

"Kami saat ini masih menginventarisir jumlah perangkat jaringan yang terkena dampak penurunan kualitas atas gangguan ini dan memastikan back up power berfungsi pada perangkat jaringan kami," beber Denny.

 

Senada dengan Denny, Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate Communication XL Axiata mengatakan, pemadaman ini memang berdampak pada menurunnya kualitas jaringan di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

 

"Untuk itu kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Tim teknis kami di lapangan terus berupaya mengatasinya dengan menghidupkan cadangan daya yang disiapkan," katanya melalui keterangan resmi.

 

Terpisah, Operator seluler Smarftren pun mengutarakan hal serupa. VP Technology Relations & Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo menuturkan, pihaknya berupaya mengatasi masalah ini dengan mengandalkan penggunaan baterai untuk menghidupkan BTS.

 

"Smartfren menyiagakan tim 24 jam yang siap diturunkan," terang Munir.

 

 

 

YLKI MINTA PLN BERI KOMPENSASI

 

Banyak masyarakat yang merugi akibat pemadaman massal. Suara tegas pun dilayangkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). PLN diminta memberikan kompensasi kepada konsumen akibat padamnya listrik di sejumlah wilayah di Jakarta sekitarnya.

 

"YLKI meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen," tegas Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Minggu (4/8).

 

Kerugian masyarakat tentunya terjadi secara material, khususnya para pelaku usaha.

 

"Bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha," ketusnya.

 

Pemadaman yang mengganggu para pelaku usaha, bisa jadi berdampak pada investasi Jakarta. "Kalau di Jakarta saja seperti ini, bagaimana di luar Jakarta, dan atau di luar Pulau Jawa?” tanya dia.

 

Tulus menengarai padamnya listrik lantaran belum siap infrastruktur yang dimiliki Indonesia. Tulus menilai, PLN mestinya tak hanya harus berfokus pada kuantitas daya listrik, melainkan pula fokus kepada kualitas daya.

 

"PLN juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi," tandasnya.

 

 

PLN HITUNG KERUGIAN CAPAI RP 90 M

 

Bayang rugi tak hanya membekap warga penikmat listrik. PT PLN pun dipastikan itu menerima dampak mengecewakan itu.

 

PLN menghitung, potensi kerugian mencapai Rp 90 miliar akibat padamnya listrik secara massal di sebagian Pulau Jawa.

 

Direktur Pengadaan Strategis 2, Djoko Raharjo Abumanan menjelaskan, estimasi kebutuhan listrik pada hari libur bagi pelanggan di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat 22.000 Megawatt (MW).

 

Kebutuhan tersebut dapat disuplai sebesar 13.000 MW dari seluruh pembangkit di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Dari jumlah itu, terdapat selisih 9.000 MW yang merupakan potential lost per jam.

 

"Berarti hilang 9.000 MW. Hilang katakanlah 10 jam. Dikalikan Rp 1.000 (KwH). Kan rata-rata (tarif listrik) Rp 1.000 per kWh. Tapi itu kan hilangnya Megawatt," papar dia.

 

Daya 9.000 MW ini dikalikan 10 jam, yaitu menjadi 90.000 MW. Jika diasumsikan seperti itu maka daya tersebut kemudian bisa dikalikan tarif per MW yang rata-rata Rp 1 juta.

 

"Ya Rp 90 miliar minimal lost, rugi. Belum didendain tadi kalau ada kompensasi," tambahnya.

 

Untuk ganti rugi atau kompensasi ini, dia menjelaskan bahwa pihaknya harus melakukan perhitungan dalam waktu sebulan untuk mengetahui apakah pelanggan PLN berhak mendapatkan ganti rugi.

 

"Nanti dihitung, ada aturannya. Belum bisa (dipastikan apakah akan mendapat ganti rugi). Itu aturannya sebulan," jelasnya.

 

Dalam waktu sebulan pihaknya akan mengukur Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) untuk menyimpulkan ganti rugi akan diberikan atau tidak. Itu mengacu Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero).

 

Indikator yang dilihat sebagai pertimbangan ganti rugi adalah lama gangguan serta jumlah gangguan. Ganti rugi yang diberikan berupa kompensasi pengurangan tagihan listrik kepada konsumen.

 

Kompensasi ini bervariasi, yaitu 35% dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik atau tarif adjustment. Berikutnya kompensasi 20% untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik alias pelanggan bersubsidi.

 

 

DISOROT DUNIA

 

‘Jakarta Blackout’ benar-benar menyita perhatian publik. Tak hanya di Indonesia, mata dunia ikut menyoroti peristiwa ini. Di media sosial Twitter, tagar #matilampu mampu memuncaki trending topic dunia. Tak hanya itu, sejumlah keyword dan hastag terkait mati lampu yang melanda Jakarta, seperti Jabodetabek dan #matilistrik juga muncul.

 

Jakarta merupakan salah satu kota di mana tagar #matilampu ini muncul paling banyak, diikuti Bandung, dan Yogyakarta.

 

Selain pengguna di pulau Jawa, warganet di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi juga men-twit mati lampu. Diketahui, #matilampu sudah di-twit hingga 13 ribu kali.    

 

Kabar tentang listrik padam yang memengaruhi belasan juta penduduk Jabodetabek itu juga disorot oleh berbagai media asing.

 

Outlet media Singapura itu mengutip pernyataan PLN yang menyebut listrik padam akibat gangguan sistem yang belum diketahui, di mana menyebabkan gagalnya transfer daya dari wilayah timur ke barat Jakarta.

 

Sementara media Negeri Jiran, New Straits Times, menyoroti dampak listrik padam pada operasional MRT dengan judul "Jakarta Hit by Major Power Outage, MRT Evacuated".

 

Di dalamnya, disebutkan bahwa petugas terkait mengevakuasi para penumpang yang melintas di jalur atas, dan sedikit membutuhkan waktu untuk yang berada di terowongan bawah tanah.

 

Salah satu outlet media papan atas Australia, The Sydney Morning Herald menyoroti dampak listrik padam terhadap puluhan juta penduduk Jabodetabek.

 

Outlet media yang berbasis di Kota Sydney itu menyebut listrik padam memengaruhi sekitar 30 juta orang yang bermukim di Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya.

 

Yahoo News juga memberitakan kabar yang kurang lebih serupa dalam beberapa kali tayang, yang masing-masing menyinggung tentang kondisi di awal listrik padam, dampak pada operasional transportasi publik, hingga pernyataan PLN tentang upaya mengatasinya.

 

Tidak hanya jadi sorotan di Asia Pasifik, kabar tentang Jakarta yang kehilangan daya listrik juga diangkat oleh outlet media asal Israel, The Jerusalem Post.

 

Outlet media sayap kiri tersebut bahkan memasukkan kabar tentang listrik padam itu sebagai berita terkini, atau breaking news. Hampir sebagian besar isinya menyinggung tentang dampak listrik padam terhadap aktivitas penduduk Jakarta, mulai dari lalu lintas yang amburadul, hingga berhentinya operasional KRL dan MRT. (cnn/detik/merdeka/liputan6)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting