Foto: Kapolres Mitra AKBP Robby M Rahardian SIK saat menerima pengunjuk rasa yang keberatan dengan dugaan kejadian penembakan dari oknum aparat berwajin dilokasi tambang emas Batu Gelas Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok.
Tambang Ratatotok Memanas
Ratusan Warga Desak Polisi Usut Kasus Tembakan di Lokasi
Laporan : RECKY KOROMPIS
Problem tambang emas di wilayah Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), kembali menyembul. Gejolak kali ini dipicu adanya peristiwa tembakan senjata api di lokasi. Protes datang dari para penambang asal Desa Moreah Raya, Soyoan, Basaan dan Tombatu. Aliansi massa berjumlah ratusan orang melakukan aksi unjuk rasa di lokasi tambang Batu Gelas, Rabu (26/2) kemarin.
Diperoleh informasi, persoalan makora (batu berkadar emas tinggi, red) diduga jadi pemicu awal aksi demo tersebut. Warga berniat mengambil sisa bongkahan galian melalui alat berat yang ada dilokasi, Selasa (25/2) malam hari. Namun sayangnya, mereka justru diusir para penjaga yang diduga di-back up unsur aparat berwajib didalamnya. Bahkan sejumlah pendemo mengaku menyesalkan adanya suara tembakan dari kejadian tersebut.
Tak pelak, unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk protes. Mereka meminta pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan terkait adanya penembakan yang dilakukan.
Tuntutan warga yakni menyesalkan masalah penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota berwajib yang terjadi pada hari Selasa tanggal 25 Februari 2020 pukul 23.30 Wita. Selanjutnya, masyarakat meminta kepada pihak pengelola berinisial AL dan pemilik AT untuk memberikan kesempatan agar sisa dari hasil galian alat berat (buangan) dapat dikelola oleh masyarakat.
Para penambang yang melakukan demo harus diladeni pihak Kepolisian Resort (Polres) Mitra. Kapolres AKBP Robby M Rahardian SIK yang menerima para pengunjuk rasa pada sore hari di lokasi penambangan menyatakan, pihaknya akan turut memediasi hal ini. “Untuk masalah penembakan, akan dilakukan investigasi oleh pihak yang berwenang dan akan dicari akar permasalahannya kenapa bisa terjadi penembakan tersebut,” ungkap kapolres di depan para pengunjuk rasa.
Selanjutnya dia mengatakan, masalah aktifitas pada malam hari akan dilakukan mediasi bersama pihaknya. “Untuk masalah permintaan melakukan aktivitas pada malam hari, akan dilakukan mediasi di Polsek Ratatotok pada besok (hari ini, red) pagi. Ini akan melibatkan baik pihak aparat pemerintah, pengelola dan masyarakat di tiga desa tersebut,” beber kapolres.
Disatu sisi, terjadinya masalah dilokasi tersebut pihaknya akan mengentikan aktifitas hingga permasalahan selesai. “Selama proses mediasi belum selesai, maka kegiatan penambangan dihentikan. Entah itu dari pihak masyarakat maupun dari pihak pengelola,” pungkas kapolres.
Sementara, sekira waktu beranjak sore hari sekira pukul 16.45 wita, massa selanjutnya membubarkan diri untuk pulang kembali ke desa masing-masing. Dalam aksi tersebut, Kapolres Mitra AKBP Robby M Rahardian SIK di dampingi oleh jajaran Kapolsek Ratatotok, Hukum Tua Desa Morea dan Morea satu beserta pihak dari TNI.(***)















































Komentar