Desember, Danau Tondano Bebas Eceng Gondok


‘VIRUS’ Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan Danau Tondano. Potensi pendangkalan hingga terganggunya aktifitas nelayan lokal di sekitar danau kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) ini, jadi persoalan serius.

Menyikapi problematika itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan masyarakat, bahu-membahu melakukan penanganan. Pengangkatan gulma air masif dilakukan. Aksi konservasi Danau Tondano digedor.

Sikap optimistik didengungkan Gubernur Olly Dondokambey. Dia yakin jika Danau Tondano akan bebas dari ‘predator air’ sekira Desember 2020. “Beberapa bulan yang lalu di sini kan hampir 60-70 hektar dipenuhi oleh eceng gondok makanya hari ini saya meninjau apakah sudah program pemprov dan Kabupaten Minahasa sudah selaras, terbukti hari ini kita bisa lihat sendiri bahwa di daerah sini sudah sekitar 70 hektar itu bersih, jadi target kita itu Desember ini Danau Tondano bebas eceng gondok sehingga program pemerintah provinsi sinergi dengan Kabupaten Minahasa mengadakan alat-alat untuk membersihkan Danau Tondano,” terang Olly usai meninjau langsung pembersihan eceng gondok di Danau Tondano bersama Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw dan Bupati Minahasa Roy Roring, pekan lalu.

Untuk itu, Olly juga meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan Danau Tondano, karena cepatnya pertumbuhan eceng gondok. “Nah mudah-mudahan walaupun Covid-19 ini, kita bisa tuntaskan sampai dengan Desember, sudah betul-betul Danau Tondano bersih dari eceng gondok dan ini kita akan lakukan. Saya mengajak masyarakat, kalau secara umum sudah bersih kita jaga bersama-sama, karena eceng gondok ini cepat sekali berkembang biak. Jadi, kita harus cepat untuk membersihkan, dan itu menjadi tugas masyarakat dan pemerintah kerja sama supaya kalau pemanfaatan danau ini betul-betul kita manfaatkan bersama dan kita jaga kebersihannya,” lugasnya.(sonny dinar)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors