Putra Sulut Bongkar Modus Travel Gelap Tipu Pekerja Migran


TABIR persoalan yang menyerempet Pekerja Migran Indonesia (PMI), mulai tersingkap. ‘Permainan’ travel gelap diduga kuat jadi pemantik. Itu disampaikan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani.

Mantan anggota DPD-RI Dapil Sulawesi Utara (Sulut) itu, membeber berbagai macam modus travel gelap yang mencoba menipu pekerja migran Indonesia. Menurut Rhamdani, ada juga travel gelap yang masuk ke area Wisma Atlet dan menipu PMI yang hendak pulang ke kampungnya.

"Kemudian juga misalnya hal-hal yang masuknya kelompok lain yang ingin memanfaatkan situasi Covid, saya pernah menelpon Pak Moeldoko melaporkan bagaimana travel-travel gelap yang mencoba masuk ke wilayah Wisma Atlet tentu itu atas inisiatif sendiri mereka namanya juga upaya ya namanya juga ikhtiar," sebut Benny saat diskusi di BNPB, Minggu (28/6).

"Tapi kemudian koordinasi di lapangan dengan Pak Moeldoko, kemudian Pak Pangdam itu keren, karena Pak Pangdam langsung mengambil tindakan untuk membatasi ruang gerak para travel," sambung mantan anggota DPRD Provinsi Sulut itu.

Putra Nyiur Melambai ini mengatakan, travel gelap itu mencoba membohongi PMI dengan memaksa menggunakan jasa travel tertentu. Saat para PMI ini dalam perjalanan pulang ke kampung, namun diminta ongkos yang tidak wajar. "Mereka yang ingin memanfaatkan bisnis kotor mereka kepada para PMI, di mana mereka diarahkan, di paksa untuk menggunakan jasa travel tertentu. Kami sudah mengimbau PMI untuk hati-hati terhadap upaya-upaya kejahatan pihak travel tertentu. Karena kebanyakan kasus mereka benar-benar disembelih dengan harga yang tidak wajar, kemudian jika mereka tidak mau memenuhi harga yang ditentukan travel itu, bisa diberhentikan di tengah jalan," jelasnya.

Tak hanya itu, para PMI yang menggunakan travel gelap itu biasanya dipaksa melakukan sesuatu seperti diminta menukarkan dollar. Oleh karena itu, BP2MI bekerjasama dengan TNI untuk melindungi PMI dari travel gelap itu. "Ada juga upaya pihak tertentu dimana PMI yang selama ini datang mengantongi dolar dipaksa untuk menukarkan dollar di pihak tertentu. Kejahatan ini memang harus kita proteksi dengan kerja-kerja kolaboratif, dan koordinatif. Tadi hingga hari ini kami nilai cukup efektif, kami terima kasih kepada jajaran TNI yang berani mengambil sikap tegas, tidak memberi ruang kepada siapapun untuk memanfaatkan situasi COVID," ucapnya.

Padahal, BP2MI sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menyediakan layanan bus gratis untuk PMI yang ingin pulang dari Wisma Atlet ke kampung halamannya. Mereka akan diantar dengan bus Damri yang sudah disediakan pemerintah. "Kita bahkan kerjasama dengan Kemenhub, dulu kan Kemenhub punya anggaran, anggaran untuk mudik gratis karena pandemi tidak digunakan. Nah, saya coba iseng ke Kemenhub udahlah kan nggak digunakan anggarannya (bus gratis mudik) tapi sudah tertata, ya sudah bantu BP2MI di mana sediakan damri yang di mana damri ini secara gratis bisa memulangkan para PMI dari Jakarta dari Wisma Atlet, dari asrama haji, langsung ke kampung halaman dan itu kita lakukan," pungkas putra Totabuan.(detiknews)


Komentar