Sah Sesuai Regulasi Prof Deitje Katuuk Terpilih Rektor Unima
Tondano, MS
Prof Dr Deitje Katuuk, MPd yang terpilih Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) pada 19 Agustus 2020 belum lama ini, sudah sah sesuai aturan. Namun, kemenangan Prof Deitje Katuuk ini rupanya tidak disetujui oleh pihak-pihak tertentu, hal inipun langsung mendapat penegasan panitia pemilihan Rektor Unima. ‘’Silahkan saja, siapapun punya hak untuk melaporkan apa yang dirasakannya tidak sesuai. Saya sebetulnya belum mempelajari materi laporan tersebut secara rinci, karena panitia tidak dikirimi tembusan dari laporan tersebut.
Yang jelas, apapun isi laporan tersebut panitia telah berusaha melaksanakan tugasnya berdasarkan regulasi yang ada. Jika ada yang tidak puas silahkan saja. Pokoknya panitia, jika saatnya diminta keterangan atau diminta pertanggung jawabannya tentang apa yang sudah dilakukan terkait tugasnya sebagai panitia pemilihan rektor, tentu saja harus siap,’’ ungkap Ketua panitia Pilrek Unima Prof Rudy Pakasi, saat dihubungi media ini, Minggu (30/8) malam.
Sebelumnya terinformasi ada pihak yang melaporkan ke anggota DPD RI komisi 3 membidangi pendidikan yakni Maya Rumantir, supaya proses pelantikan yang rencananya sudah dijadwalkan pada 2 September ini ditunda.
Hal ini pun membuat salah satu alumni Unima yang juga aktivis kampus, Christian Dennis angkat bicara. Dirinya sangat menyesalkan apa yang dikatakan anggota DPD tersebut.
"Jangan hanya dengar sepihak, lalu berusaha untuk menghalangi proses yang sudah dilakukan oleh panitia Pemilihan Rektor Unima," terang Christian, Minggu (30/8).
Semua yang dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah melalui tahapan dan fit n Proper test. Bahkan, sudah diperiksa oleh BPK RI dan informasi melibatkan unsur Intelegen negara dalam mencari rekam jejak semua calon rektor.
"Kami melihat panitia Pemilihan Rektor Unima sudah sesuai aturan dan tata tertib pelaksanaan pemilihan, jadi apalagi yang masih kurang," tegas Christian.
Lebih lanjut disampaikannya, para anggota senat yang terhormat seharusnya mempraktekkan keterhormatan tersebut dengan menerima apapun hasil pemilihan yang ada.
"Jika kita menerima apa yang disepakati, berarti sudah berupaya memperbaiki Unima kearah yang lebih baik. Bukan dengan cara-cara yang tidak elegan seperti ini," tandasnya.
Semua yang dipersoalkan dalam Pilrek Unima sudah di berita acara kan oleh panitia, hingga peralihan dari sistem Daring E-Voting ke Luar jaringan (Luring) atau manual melalui forum senat, kemudian disetujui bersama.
"Maka dari itu, proses dilanjutkan dengan mekanisme Luring atau pemilihan manual. Ketika proses berlanjut, sudah dipastikan ada yang menang dan ada kalah. Untuk itu, marilah kita belajar menerima kenyataan demi menjaga Marwah Intelektualitas yang berintegritas di kampus Unima ini," tandasnya. (risky)
















































Komentar