PILGUB SULUT ‘SENGIT’
Manado, MS
Laga pemilihan gubernur (Pilgub) dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) ketat. Desain pemenangan dirancang masing-masing kubu. Basis-basis potensial suara dioptimalkan. Celah menarik hati rakyat dibidik.
Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Sulut terbilang seru. Setiap bakal pasangan calon (bapaslon) memiliki kelebihan tersendiri untuk bisa bersaing di arena pilgub. Mulai dari kekuatan partai, latar belakang figur hingga tawaran program, menjadi pegangan masing-masing bapaslon maupun partai pengusung dalam meraih kemenangan.
Nada optimis untuk merebut kemenangan ditegaskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan mengusung kembali petahana Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK). Partai dengan perolehan 18 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut itu, sangat yakin kalau mereka akan mendapat kemenangan kedua kalinya pada pilkada nanti. Ada sejumlah hal yang dinilai menjadi dasar sehingga Banteng Moncong Putih bisa mempertahankan kursi top eksekutif bumi Nyiur Melambai.
"Kita sangat yakin OD-SK akan menang. Alasannya bahwa OD-SK di saat bertarung lalu posisinya belum sama seperti sekarang ini, sudah mulai ada program yang nyata untuk masyarakat, pembangunan sudah berhasil tapi suaranya waktu itu (pilgub 2015, red) mencapai 52 persen. Sekarang OD-SK mencalonkan diri, sudah menunjukkan keberhasilan di Sulut. Saya yakin masyarakat tidak buta. Pasti melihat kemajuan Sulut di bawah kepemimpinan OD-SK yang baru 4 tahun lebih," tegas Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Lucky Senduk.
"Sulut masih butuhkan OD-SK untuk melanjutkan yang belum diselesaikan. Ditambah lanjutkan demi kemajuan Sulut. Kita yakin perolehan suara sekarang ini di atas pencapaian yang lalu. Minimal 70 persen," sambungnya.
Alasan selanjutnya menurut dia, sejumlah partai yang menjadi lawan OD-SK sekarang ini sudah bergabung dan menyatakan dukungan. Salah satunya adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Pada waktu lalu mereka menjadi lawan dengan mengusung Maya Rumantir, sekarang mendukung OD-SK. Bayangkan kalau suara Maya Rumantir masuk ke OD-SK. Kalau full kerja Gerindra mempertahankan suara yang lalu itu akan jadi faktor pendukung. Terlebih pula ada dukungan figur dari kubu lawan lain seperti Vreeke Runtu, Syerly Adelyn Sompotan dan Jimmy Rimba Rogi kali ini akan memperkuat OD-SK dan OD-SK pasti menang," jelasnya, ketika dihubungi, baru-baru ini.
Basis suara lainnya menurut dia ada di kabupaten kota dimana PDIP memiliki kepala daerah. Begitu juga dengan adanya dukungan dari sejumlah kepala daerah seperti Bupati Bolaang Mongondow Yasti Mokoagow dan Kota Kotamobagu Tatong Bara. "Pastinya daerah yang dipimpin PDIP pasti menang di sana. Kepala daerah di Bolmong dan di Kotamobagu juga sudah menyampaikan dukungan. Dua tokoh ini yakni Yasti dan Tatong saya yakin lebih disegani dibandingkan pak Sehan (Sehan Landjar, red). Wakil bupati di Bolmong Yanny Tuuk serta Bolaang Mongondow Utara juga sudah dari kita (PDIP, red)," tandas Senduk.
TIM CEP-SSL DIPERKUAT, MAKSIMALKAN LUMBUNG SUARA
Partai Golongan Karya (Golkar) Cs tak gentar. Taktik untuk bersaing meraih keunggulan suara mulai dibangun. Semangat memenangkan pasangan Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) pun dibakar.
Upaya tersebut dibeber juru bicara DPD I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta. Dalam mencari kemenangan di Pilgub nanti, strategi khusus sedang dilakukan. Mulai dari pembentukan tim pemenangan. Nantinya titik-titik yang akan menjadi lumbung suara mereka akan optimalkan. "Kita akan bentuk tim. Kemudian kita akan berjuang. Kita pula akan berupaya untuk mendapatkan lumbung-lumbung suara tertentu berdasarkan survei dalam tim," ungkap Lamaluta, baru-baru ini.
Dirinya pula sangat yakin, dengan menggandeng Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar, akan mengakomodir suara-suara dari Bolaang Mongondow Raya (BMR). Apalagi dengan ketokohan eyang sapaan akrab Sehan yang dinilainya sudah sangat dikenal masyarakat. "Pastilah (akan memperoleh suara di Bolmong, red), apalagi Sehan adalah tokoh di Bolmong Raya," tuturnya seraya memastikan, akan pula memperoleh suara dari partai pengusung dan kabupaten kota dimana kepala daerahnya dari Golkar.
Tak hanya basis suara, tawaran kebijakan pula menjadi kekuatan kedua pasangan CEP-SSL. Sebelumnya saat pendaftaran, CEP sempat membeber langkah perubahan yang akan dilakukannya bila kemudian memimpin Sulut. Ia menegaskan, akan melakukan transformasi di Sulut. Kebijakan-kebijakan akan mementingkan publik dengan inovasi yang baru tapi pula melanjutkan apa yang sudah bagus sebelumnya. "Kami juga akan memperjuangkan harga cengkih dan kopra. Kita akan membeli dengan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) untuk menyanggah harga bagi petani," ucap Bupati Minahasa Selatan (Minsel) ini seraya mengungkapkan, terkait mantan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow yang sempat mencalonkan diri di DPR RI dengan perolehan 80 ribu suara akan bersama-sama dengan mereka di Pilgub Sulut.
Ditambahkan Sehan, ketika memimpin nanti, dirinya bersama CEP akan membuat lompatan kemajuan. Keduanya akan buat rakyat Sulut bisa hidup di tanah sendiri sehingga memberikan kedaulatan kepada rakyat. "Kemudian masalah rumah. Rakyat Sulut harus tinggal di negeri sendiri di rumah sendiri. Memberikan kedaulatan kepada petani kita. Memberikan market kepada petani Sulut. Nelayan juga untuk izin kita delegasikan ke kabupaten kota agar izin lebih dipermudah. Agar tidak sulit mengurus kertas-kertas di provinsi, semua dikembalikan ke kabupaten kota," jelas Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut ini yang berkoalisi dengan Golkar dan Partai Demokrat di Pilgub Sulut.
NASDEM RADAR SUARA KALANGAN INDEPENDEN
Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ‘pasang badan’. Strategi meyakinkan hati rakyat untuk memilih Vonnie Anneke Panambunan dan Hendry Runtuwene (VAP-HR) akan menjadi fokus. Tak hanya memperkuat basis suara, program yang memberikan dampak perubahan bagi daerah bumi Nyiur Melambai dinilai sebagai yang paling diutamakan.
Sebagai partai pengusung VAP-HR, Nasdem memilih pola yang menawarkan inovasi sebagai jalan mendulang suara rakyat di Pilgub nanti. Utamanya meyakinkan masyarakat yang ada di kalangan independen atau mereka yang tidak masuk dalam lingkaran partai. "Kita tentunya akan mencari suara di kalangan independen. Meyakinkan mereka. Jadi yang utama itu suara independen, di luar sana begitu banyak suara dari kalangan independen," ungkap Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulut, Felly Runtuwene.
Ketua Bidang Migran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ini pula menyampaikan, struktur dalam partai Nasdem pula ikut diperkuat untuk pemenangan. "Selain dari independen, ada struktur partai, kita lihat bagaimana partai ini bekerja. Kita akan maksimalkan dari strukutur partai itu sendiri karena mesin partai ini betul-betul jadi penentu," jelasnya.
Selain itu, Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) DPW Partai Nasdem, Faisal Pranoto menyampaikan, dalam pemenangan nanti mereka akan mengusung tema perubahan yang lebih baik untuk Sulut. Semua itu berangkat dari potensi yang dimilik daerah bumi Nyiur Melambai. "Sebagai provinsi kepulauan yang kaya akan laut dan kaya dengan hasil bumi. Juga memiliki tanah yang subur. Sebetulnya secara geo posisi kita ada di laut pacifik yang bisa merancang perdagangan antar pulau. Begitu pula tanpa mengabaikan infrastruktur yang sudah ada, kita akan berupaya mendorong agar lebih maju masyarakat dengan potensi yang ada," urainya.
Menurut dia, dengan potensi yang dimiliki Sulut, harusnya nelayan naik pendapatannya. Begitu juga sektor pertanian seperti cengkih di Minahasa serta kelapa lokal yang punya kualitas untuk bisa didorong agar memiliki nilai tambah. "Karena satu pohon kelapa ini bisa dibuat bermacam-macam untuk bisa ada nilai tambah. Sabut kelapa bisa jadi jok mobil. Jadi posisi kita harus seperti itu, menumbuhkan hal-hal seperti itu kepada masyarakat," jelasnya.
Dengan mengusung VAP-HR, Nasdem akan tawarkan ke masyarakat program yang lebih inovatif. Pendekatan yang menyentuh langsung ke masyarakat. "Karena ini menyesuaikan dengan karakter kandidat kita seperti itu. Karakter kandidat kita ibu Vonnie Panambunan dan pendeta Hendry lebih terbiasa melayani langsung ke masyraakat. Melakukan komunikatif dengan masyarakat langsung. Berdialog dengan masyarakat. Jadi kita tawarkan program yang menyentuh langsung ke masyarakat," terangnya.
Baginya, masyarakat hari ini sangat dinamis dalam menentukan pilihannya karena perkembangan informasi. Masyarakat saat ini sangat rasional dan menginginkan adanya sesuatu yang begerak ke arah yang lebih baik. "Jadi selain kita akan maksimalkan struktural partai tapi juga kelompok-kelompok yang seperti petani dan nelayan, kita tawarkan tentang apa yang menjadi visi dan misi calon kita," pungkasnya.
Memang diakuinya, Nasdem pula memiliki kabupaten kota dimana kader mereka sebagai kepala daerah. Hanya saja, masalah pilkada tidak hanya berharap seperti itu. Harus ada kolaborasi di setiap tingkatan termasuk dalam kelompok-kelompok masyarakat. "Jadi ini semuanya perlu digabungkan supaya bisa memperoleh kepercayaan rakyat," pungkasnya.
Dirinya pula mengakui, pilihan Nasdem kepada Hendry Runtuwene sebagai wakil karena posisinya yang telah mengabdi di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pelayanannya di tengah jemaat dan masyarakat yang menjadi dasar untuk didorong mengabdi kepada seluruh masyarakat Sulut. "GMIM memang organisasi agama yang besar di Sulut dari Kristen Protestan. Punya sejarah panjang dan banyak melakukan hal positif tentu bagi daerah. Banyak melahirkan kader terbaik, beliau salah satu kader yang masuk struktural, terakhir sebagai sekum (sekretaris umum). Posisi sekum harus mengurusi dapur dan yang menjaga organisasi. Dia harus paham dan mengerti betul situasi di luar dan di dalam GMIM. Tentu ini sangat diperhitungkan. Itulah yang layak diapresiasi dan layak didorong. Apaalgi dengan gelar akademik yang tinggi sebagai doktor maka wajib dan layak didorong untuk pengabdian secara lebih luas," kuncinya. (arfin tompodung)
















































Komentar