Tiga Paslon ‘Saling Serang’ Isu Keamanan dan Ketertiban

Debat Publik Tahap 3 Pilgub Bergulir


Manado, MS

Panggung debat publik pemilihan gubernur (pilgub) dan wakil gubernur (wagub) Sulawesi Utara (Sulut) tahap 3 panas. Para pasangan calon (paslon) perang kebijakan. Adu argumen masalah keamanan dan ketertiban yang adil tersaji alot.

Gambaran debat terakhir ini nampak sengit. Dalam arena tersebut setiap paslon berupaya menunjukkan kekuatan dari program mereka berdasarkan visi dan misi masing-masing. Selain itu, saling lempar pertanyaan serta menyanggah pendapat paslon lain ikut bergulir tajam. Tarung konsep ini di bawah tema, ‘Menuju Sulut Aman dan Tertib yang Berkeadilan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pemerintah Daerah, Supermasi Hukum, Politik, Keamanan dan Bebas Korupsi)’ yang digelar, Selasa (17/11).

Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh dalam sambutan mengatakan, atas perkenanan Tuhan Yang Maha Kuasa, KPU Sulut mempersembahkan debat publik yang ke-3 pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Sebagai penyelenggara pilkada, dirinya memberikan apresiasi kepada ketiga paslon yang telah hadir di dalam tiga rangkaian debat dan telah menyampaikan visi dan misi. “Debat publik merupakan salah satu cara masyarakat mengenali calon, mendengar visi dan misi para calon dan memutuskan pilihannya. Izinkan saya untuk mengajak masyarakat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) 9 Desember 2020. Kami sudah mempersiapkan untuk menjamin keselamatan pemilih,” tuturnya.

Dalam sajian debat tesebut, calon gubernur nomor urut 1 Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menyampaikan apa yang menjadi misi dirinya bersama calon wakil gubernur Sehan Salim Landjar. Nantinya mereka akan mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, berkarakter dan berdaya saing. “Dan yang kedua membangun kekuatan ekonomi kerakyatan dan memperluas lapangan pekerjaan. Demi terciptanya kesejaheraan yang berkeadilan sosial. Ketiga, mempercepat pertumbuhan ekonomi berlandaskan pada pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi,” ungkap CEP.

Pasangan ini pula ingin memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat yang berbudaya, toleran serta menciptakan rasa aman dan damai dalam berinvestasi. Selanjutnya terakhir, ingin meningkatkan kualitas  pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Yang terakhir keenam, mewujudkan tata kelola yang jujur, profesional dan transparan,” kuncinya.

Paslon nomor urut 2 terkait dengan tema menjelaskan sejumlah hal yang akan dibuat. Calon wakil gubernur Hendry Runtuwene mengungkapkan, dirinya bersama calon gubernur Vonnie Anneke Panambunan (VAP) akan mencapai Sulut baru, aman dan sejahtera. Sebagai modal dasar dan utama adalah mewujudkan kehidupan masyarakat yang beriman dan bertaqwa. “Karena tanpa keimanan dan ketaqwaan maka segala cita-cita, segala harapan yang dipikirkan itu menjadi sesuatu yang mustahil. Iman dan taqwa adalah kekuatan utama masyarakat untuk bergerak, untuk maju mencapai cita-cita. Dalam keimanan dan ketaqwaan itu maka lahir jiwa-jiwa yang memiliki integritas. Maka yang kedua melahirkan pemimpin yang berintegritas dan pemerintah yang bersih,” jelasnya.

Dalam kehidupan yang berintegritas itu maka akan memampukan semua untuk memilki daya juang untuk bersaing di realitas global. Mereka pula bertekad, akan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Sulut serta komoditi lokal yang mampu bersaing. Baik di lokal maupun internasional. “Ini demi mewujudkan rasa aman. Tanpa keamanan maka tidak akan meraih apa yang kita ingingkan. Maka perlu menjaga kerukunan, ini adalah sesuatu yang mutlak dalam meraih cita-cita. Sehingga terwujud masyarakat Sulut yang sejahtera mewujdukan masyarakat yang berkeadilan dan merata,” paparnya.

Calon gubernur nomor urut 3 Olly Dondokambey memaparkan, dalam rangka membawa masyarakat Sulut merasakan pembangunan yang seutuhnya maka dirinya bersama dengan calon wagub Steven Kandouw memberanikan diri untuk kembali maju. Gerak mereka ke depan tidak lepas dari apa yang sudah dibangun sebelumnya. “Setiap derap langkah energi selama 5 tahun telah dicurahkan untuk mewujudkan Sulut aman dan tertib yang berkeadilan dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia. Kami terus  berupaya membuat berbagai lompatan besar membangun sarana pra sarana. Jembatan, bendungan, bandara, pelabuhan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), KEK pariwisata, rumah sakit, sekolah dan semua fasilitas publik yang diperlukan masyarakat. Semua sudah terlaksana dan memberi dampak terbesar bagi ekonomi dan kesejahteraan,” paparnya.

Ditambahkan, dalam kepemipinan mereka sudah mnerima puluhan penghargaan. Selanjutnya, telah melahirkan berbagai regulasi, mengadopsi aturan yang mendukung reformasi birokrasi pelayanan publik untuk mempercepat pembangunan. Diantaranya penyederhanan perizinan dan satuan tegas (satgas) sapu bersih pungutan liar (pungli) dan penerapan pelayanan publik secara digital yang terintegrasi. “5 tahun ke depan kita akan terus menggenjot pembangunan. Jembatan Salibabu Karakelang, Border Crossing Area di aera perbatasan sebagai pertumbuhan ekonomi baru, tol Manado-Tomohon-Amurang, kawasan industri Bolmong Kimong, jembatan Bitung Lembeh. Semua kita akan kerjasama dengan pemerintah pusat agar semua merasakan pembangunan ini,” kuncinya. (*)  


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting