Tambang Bawone Makan Korban


Tahuna, MS

Kecelakaan berujung maut di lokasi pertambangan emas yang dikelola rakyat kembali menghebohkan publik Nyiur Melambai. Musibah kali ini terjadi di Kepulauan Sangihe, tepatnya di lokasi tambang Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah. Dua pekerja tambang dikabarkan tewas, Jumat (4/12). Dugaan sementara, dua pemuda malang itu meninggal akibat terjatuh ke dalam lubang galian setelah menghirup zat asam yang keluar dari dalam tanah.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, peristiwa terjadi sekira pukul 16.20 Wita. Korban adalah Ridval Manossoh (24) asal Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu dan Jeri Agripa Benika Kaemba (20) asal Kampung Kalagheng Kecamatan Tabukan Selatan.

Keduanya bekerja sebagai penambang di lokasi galian milik Frets Besinung alias Pere. Sementara pemodal yang membiayai pekerjaan mengeruk material tanah mengandung emas itu diketahui bernama Lukas Lumape alias Luka.

Peristiwa naas itu awalnya diketahui saksi Waldus Pieter. Dimana sekitar pukul 16.00 Wita saat Waldus  dan para pekerja lainnya selesai mengangkat material tanah yang mengandung emas, mereka melihat cahaya senter yang mengarah ke lubang yang berada di atas bak mereka.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, saksi saat itu mendekati lubang tersebut dan melihat Ridval Manossoh turun ke dasar lubang. Setelah itu saksi melihat Ridval sudah terjatuh, saksi langsung pergi ke camp dan memberitahukan kepada rekan kerjanya Jeri Agripa Benika Kaemba. Dia bersama temannya Emil Bawole langsung turun ke dalam lubang dengan maksud untuk menolong korban,” kata Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Parlindungan Aritonang.

Namun di tengah perjalanan, Jeri mengatakan kepada saksi Emil agar segera naik ke permukaan tanah karena ada zat asam. Sesaat kemudian Jeri pun terjatuh, namun Emil beruntung bisa kembali ke permukaan.

Menurut Aritonang,  kedua korban sudah berhasil dievakuasi oleh para penambang dan anggota Polsek Tabukan Selatan. "Mereka telah dievakuasi sekitar pukul 18.30 Wita dari kedalaman kurang lebih 25 meter. Dugaan sementara mereka menghirup zat asam dalam lubang tersebut kemudian jatuh terperosok ke dalam lubang," ujarnya sambil menambahkan jika setelah dievakuasi, kedua korban langsung dibawa ke Puskemas Salurang untuk di visum.

Sementara saat disentil soal larangan serta belum adanya izin resmi untuk lokasi tambang tersebut, Kapolsek mengaku sudah beberapa kali memberikan himbauan. "Mereka telah bekerja kurang lebih satu bulan karena mereka berlindung di Koperasi, kami hanya patroli untuk menghimbau," pungkasnya.(christian abdul)


Komentar