Terkait Pemecah Ombak, Oknum Petinggi Terancam Masuk Bui

LMI Desak Tahan Aktor Intelektual


Manado, MS

Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang yang merugikan Negara Rp 8 miliar, hingga kini masih hangat. Sebab, baru-baru ini Kejati Sulut menahan salah satu tersangka AP alias Alexander yang merupakan adik Bupati Minut.

Menariknya, kepemimpinan Kejati Sulut yang baru rupanya tidak main-main dengan kasus  ini. Betapa  tidak, kasus yang sempat mengendap selama dua tahun belakangan diseriusi yang dibuktikan penahanan tersangka yang disinyalir mempunyai peran  penting pada kasus tersebut. Informasi yang diperoleh, penyidik tengah mendalami keterlibatan oknum yang diduga kuat terlibat. Meski oknum tersebut belum terendus, namun disebut-sebut merupakan salah satu petinggi diaerah ini.

“Kami terus bekerja menseriusi kasus pemecah ombak untuk dituntaskan sebagaimana proses hukum berjalan. Semua yang terlibat kami proses. Kami akan mengusut hingga tuntas namun penyidikan dilakukan sengaja tidak digembar-gembor, biar biasnya tidak kemana-mana dan dikhawatirkan muncul opini yang justru merugikan penanganan kasus. Kalau soal oknum petinggi atau Bupati, kami belum bisa memberikan penjelasan, yang pasti semua oknum yang terlibat diproses hukum tidak terkecuali dan tidak memandang  bulu,”tegas Rein Tololiu yang didampingi Kasi Penkum Theodorus Rumampuk,  di Kejati Sulut, kemarin (25/01/2021).

Sementara Laskar Manguni Indonesia (LMI) mendesak penyidik untuk segera menahan actor dibalik kasus tersebut. Dikomandani Tonaas Wangko Hanny Pantouw, Senin (25/01/2021), mendatangi Kantor Kejati Sulut guna mempertanyakan proses sekaligus perkembangan penaganan kasus tersebut.

Kepada wartawan, Pantouw menegaskan, pihaknya mengiginkan kasus tersebut diusut hingga akar. Sebab, diyakini masih ada oknum bertanggungjawab dibalik kasus itu yang diduga kuat pemimpin daerah sebagaimana lokasi pembangunan pemecah ombak. Sebagaimana putusan pengadilan yang menyatakan penyidik harus segera menetapkan tersangka lain yang didalamnya disebutkan salah satu kepala daerah.

“Dari pertemuan kami dengan Kepala Kejati, patut diapresiasi dibawah kepemimpinan yang baru komitmen untuk menuntaskan kasus sangat terlihat. Namun kami menunggu kepastian untuk menyeret aktor intelektualnya,” tegas Pantouw.(allan doringin)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors