SURVEI CAPRES 2024, PUTRA LANGOWAN DI ATAS ANGIN


Jakarta, MS

Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mulai menggoyang panggung politik Tanah Air. Elektabilitas sederet figur calon presiden (capres) di mata publik mulai ditakar. Teranyar, nama Prabowo Subianto melejit. Hasil survei yang dirilis lembaga survei IndexPolitica menempatkan Ketua Umum Partai Gerindra itu di deretan paling atas.

Prabowo sendiri diketahui merupakan capres di Pemilu 2019 lalu namun belum berhasil mendapatkan suara terbanyak. Putra Minahasa berdarah Langowan ini kemudian ditarik masuk ke Kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Menteri Pertahanan RI. Jabatan itu masih diemban hingga sekarang ini.

Adapun survei persepsi publik versi IndexPolitica mengangkat sejumlah isu, salah satunya elektabilitas capres 2024. Berdasarkan hasil tersebut, Prabowo mendapatkan angka 14,9% dari 13 figur yang masuk daftar survei. Di bawah Prabowo ada sederet figur lainnya yakni Anies Baswedan 7,1%, Sandiaga Uno 6,2%, Ganjar Pranowo 5,4% dan Agus Harimurti Yudhoyono 5,1%.

Sederet nama politisi dan top eksekutif juga ikut muncul dalam lembar survei IndexPolitica, diantaranya Gatot Nurmantyo 1,7%, Ridwan Kamil 1,3%, Tri Rismaharini 0,7%, Khofifah Indar Parawansyah 0,7%, Airlangga Hartarto 0,5%, Mahfud Md 0,5, Muhaimin Iskandar 0,3%, dan Giring Ganesha 0,3%.

Survei ini digelar pada 18-28 Januari 2021 dan termasuk tahapan pengumpulan dan analisis data. Sampel survei ini sebanyak 1.610 responden di 34 provinsi. Untuk metode yang digunakan adalah multistage random sampling melalui wawancara langsung dengan tingkat kepercayaan 95% dan toleransi kesalahan (margin of error) kurang-lebih 1,6%.

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter mengatakan survei capres ini dilakukan dengan memberi 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama responden tidak diberi pilihan nama dan langsung menjawab spontan atau top of mind presiden yang diinginkan.

"Top of mind itu kalau kita tanya mereka jawab secara spontan, jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, maka siapa capres yang dipilih. Tertinggi itu Prabowo," ujar Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter, dalam webinar, Minggu (7/2).

 

STRATEGI PRABOWO

Sosok Prabowo belakangan memang kerap jadi sorotan. Sikap Menteri Pertahanan RI yang terkesan dingin dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di Tanah Air belakangan dinilai sebagai salah satu strategi politik untuk memuluskan langkah menuju Pilpres 2024. Misalnya belum lama ini, Prabowo memilih tetap diam meski dua kali laut NKRI dijebol China.

Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai sikap Prabowo itu karena memiliki maksud tertentu yakni mengincar massa dukungan Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Prabowo berpotensi kuat kembali diusung di Pilpres 2024 mendatang. Bahkan, Prabowo memiliki potensi kuat untuk menang jika mampu menarik basis pendukung Jokowi.

"Justru PS (Prabowo Subianto) ini yang berpotensi kuat di Pilpres 2024," ujarnya.

Dia pun memaparkan analisis terkait peluang Prabowo Subianto menang di Pilpres 2024 dengan merangkul pendukung Jokowi.  "Sekarang Prabowo lebih banyak mengagung-agungkan Jokowi, tanpa ada kritikan lagi. Saya kira ini sinyal bahwa Prabowo sedang menjadi baik, basis dukungan Jokowi," katanya.

Lebih lanjut, ia menilai Prabowo kemungkinan belum tampak melakukan gebrakan lantaran pihaknya masih menunggu waktu yang tepat. "Saya kira dia menunggu waktu yang tepat sebab jangan sampai ia dinilai presiden menggunakan panggung menteri untuk tujuan pilpres," katanya lagi.

Ia pun melihat sangat tidak efektif bagi Prabowo jika dicurigai bekerja sebagai menteri dalam suasana kepentingan politik. "Makanya, Prabowo Subianto sepertinya sedang menjaga betul kondisi ini dan menjaga basis dukungan Jokowi juga," tukasnya.

 

GERINDRA-PDIP KANS MENYATU

Agenda Pilpres 2024 memang mulai ramai dibahas. Sederet isu hangat terangkat. Salah satu yang kerap jadi sorotan yaitu hubungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra yang kian terjalin ‘mesra’. Bergabungnya Prabowo Subianto dan belakangan Sandiaga Uno ke kabinet Jokowi-Ma’ruf disinyalir kian mempererat harmonisasi dua parpol yang sempat jadi rival panas di Pilpres 2019 lalu.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahap bahkan memprediksikan hubungan keduanya saat ini bisa saja berlanjut di tahun-tahun kedepan. Hubungan ini akan diikat oleh adanya ‘paket koalisi’ politik di level pemilihan kepala daerah (pilkada) sampai Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu dikatakan Fadhli menanggapi dinamika politik yang berkembang saat ini dengan munculnya isu perbedaan politik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, khususnya menyangkut pelaksanaan pilkada. Fadhli mengatakan, momentum politik terdekat yang diprediksi akan menjadi ajang ‘umbar’ kemesraan PDIP-Gerindra adalah Pilkada Serentak 2022-2023 dan Pilpres 2024.

"Koalisi PDIP-Gerindra saya lihat akan semakin mesra jelang tahun-tahun politik ini. Bukan tidak mungkin dua partai itu bisa bikin paket koalisi nantinya," kata Fadhli, Minggu (31/1).

Menurut dia, momentum ini dimulai dari sikap PDIP yang menginginkan agar keserentakan pilkada tetap dilaksanakan tahun 2024. Sementara mayoritas Fraksi di DPR menginginkan jadwal pilkada dilaksanakan tahun 2022 dan 2023.

Dalam hal ini, PDIP diyakini akan merayu Partai Gerindra, mengingat Fadhli mendengar partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu belum menunjukkan sikap yang jelas terkait pelaksanaan Pilkada 2022 dan 2023 dibanding partai politik yang lain. Pilpres 2024 juga dinilai akan menjadi momen berikutnya. Kemesraan PDIP-Gerindra diprediksi akan berlangsung menjadi satu paket koalisi. Nama-nama yang muncul sebagai kandidat capres-cawapres dimungkinkan menjadi kandidat kuat. Misalnya, Prabowo-Puan Maharani atau Ganjar Pranowo-Sandiaga S Uno (Sandi).

Menurut Fadhli, jika melihat kontestasi politik yang berkembang saat ini, faktor probabilitas lebih cenderung ke duet Ganjar-Sandi. Sementara, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP bersama Prabowo nantinya mengambil peran sebagai king maker.

Simulasi lainnya, tetap menempatkan Puan sebagai calon Ketua DPR dua periode. "Saya pikir koalisi PDIP-Gerindra sudah menjadi satu paket. Paket untuk Pilkada Serentak dan Pilpres 2024," pungkasnya.

 

MOELDOKO KUDA HITAM

Meski tak berada di deretan figur yang dirilis lembaga survei IndexPolitica, nama Moeldoko belakangan mulai mencuat. Mantan Panglima TNI ini juga sempat terseret dalam pusaran isu capres 2024. Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam menilai, isu ‘kudeta’ di tubuh Partai Demokrat seolah ‘menghidupkan’ popularitas dan elektabilitas Moeldoko. Dia bahkan dinilai bisa jadi kuda hitam di Pilpres 2024 .

Arman menyebut, meski mengelak, Moeldoko sempat dianggap berperan aktif dalam isu pengambilalihan kepemimpinan PD dari ‘tangan’ Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Aneka langkah politik yang dilakukan Moeldoko memang cukup strategis mulai dari pengambilan kepengurusan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) sampai komunikasi politik dengan ‘bocah nakal’ pengurus Demokrat," ujar Arman, Sabtu (6/2).

Terlepas dari benar tidaknya tudingan AHY terkait isu kudeta, menurut Arman, secara langkah dalam upaya pemenuhan syarat maju sebagai calon presiden (capres) relatif terpenuhi. Setelah isu ini, boleh saja Moeldoko melakukan komunikasi dengan semua partai agar bisa dijadikan perahu dalam kontestasi Pilpres 2024 .

Namun ia meyakini, dengan cara sosialisasi yang benar dan mampu menyajikan strategi politik yang tepat, bisa saja Moeldoko menjadi ‘kuda hitam’, mengingat Pilpres 2024 berada pada zona bebas atau tanah tak bertuan.

Dia menuturkan, dalam survei nasional lembaganya terkait calon presiden akhir tahun 2020, nama Moeldoko dianggap belum bersinar sebagai ‘primadona’ capres maupun cawapres. Menurut dia, tingkat elektabilitas Moeldoko masih kecil, tertinggal jauh dari Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, atau bahkan dengan AHY.

"Artinya, incumbent (Jokowi) sudah tidak bisa lagi maju berdasarkan ketentuan undang undang yang berlaku sekarang. Siapa calon presiden yang efektif melakukan sosialisasi maka dialah yang jadi pemenang," pungkasnya.(snd/dtc)


Komentar