Menkes: Kekebalan Tubuh Akan Timbul 28 hari Setelah Vaksinasi Kedua

Sulut Memasuki Tahap II


Laporan: Sonny DINAR.

Manado, MS

Vaksinasi vaksinasi coronavirus disease 2019 (Covid-19),  di Sulawesi Utara (Sulut) tengah masuki tahap II. Dari itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) rutin mengikuti rapat koordinasi (rakor) terkait monitoring pelaksanaan vaksinasi covid-19. Untuk Sulut sendiri diwakili Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi dr Steven Dandel yang diikuti secara virtual di ruang Command Center, kantor Gubernur, Senin (22/2).

Dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap minggunya, dibuka langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Disitu Sadikin menjelaskan bahwa perkembangan vaksinasi Covid-19, dari data per tanggal 22 Februari 2021, sasaran lansia dan petugas publik, jauh lebih besar dari pada sasaran Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Kapasitas vaksinasi harian saat ini mencapai 120.380 per hari.

Menkes Budi juga menjelaskan bahwa kekebalan tubuh itu akan timbul 28 hari setelah vaksinasi ke dua.

“Indonesia memasuki vaksinasi tahap II, petugas publik dan lansia akan mendapatkan prioritas vaksinasi. Periode vaksinasi dari Januari sampai April 2021, vaksinasi dilakukan untuk tenaga kesehatan tersebar di 34 provinsi berjumlah 1,46 juta, petugas publik 16,9 juta, lansia 21,5 juta,” ujarnya.

Selain itu juga, distribusi vaksin tahap II sudah dimulai, pada bulan Januari 3jt dosis sinovac, Februari 7 juta dosis vaksin biofarma, Maret 11 juta dosis vaksin biofarma; 4,6 juta dosis vaksin astra zeneca dan 4,7 juta dosis vaksin produksi biofarma sudah didistribusikan ke seluruh provinsi. Sisa 2,3 juta dosis akan menyusul kedepan dan pengiriman dapat dilakukan 1 minggu lebih cepat dari rencana awal.

Dalam kesempatan itu hadir juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan menjelaskan ‘plan of action’ atau rencana aksi distribusi dan vaksinasi serta cara untuk mencapai vaksinasi secara aman dengan target 1 juta injeksi vaksin perhari agar bisa selesai tepat waktu.

Selanjutnya Mendagri Tito membahas tentang pemanfaatan tempat-tempat umum seperti gedung serba guna desa, balai pertemuan, fasilitas TNI, fasilitas Polri, serta GOR stadion untuk tempat vaksinasi massal.

Mendagri Tito Juga membahas mengenai pengaturan waktu, tempat dan jarak pada saat pelaksanaan vaksinasi agar tidak terjadi kerumunan dan memudahkan tenaga medis untuk memberikan pelayanan.

"Vaksinasi mobile yang dapat menjangkau hingga ke desa, kampung terkecil yang kesulitan untuk dapat mencapai fasilitas vaksinasi," pungkasnya.

Rapat tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia. (sonny dinar)


Komentar