Sulut Blackout Tiga Jam Lebih


Pemadaman listrik massal alias blackout membekap sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (3/3). Selama tiga jam lebih (pukul 15.43 Wita sampai 19.15 Wita) pasokan listrik berhenti. Keluh publik pun bersahut-sahutan. Apalagi peristiwa ini ikut memicu gangguan telekomunikasi, salah satunya koneksi internet di jaringan seluler Telkomsel yang sempat redup di sejumlah wilayah terdampak pemadaman listrik.

“Mati lampu pe lama, padahal banyak dokumen penting mo beking. Terpaksa ta tunda-tunda. Tambah lei jaringan internet gangguan, so lebe lengkap ini keadaan. Bagimana ini PLN,” keluh Nora Tamihi, salah satu pegawai di Kota Manado, melalui postingan di akun media sosialnya.

Kondisi itu juga memantik tanggap wakil rakyat Sulut. Anggota Komisi III DPRD Sulut, Ayub Ali Albugis mengungkapkan, dirinya belum mengetahui secara jelas apa yang menjadi penyebab sehingga terjadi pemadaman listrik di Kota Manado. Pihaknya nanti akan mengoordinasikan terlebih dahulu kepada PLN. "Saya tidak tahu apakah ini ada pohon tumbang atau jaringan yang putus. Saya belum tahu. Nanti kalau saya sudah tahu secara jelas, saya akan infokan," ungkap politisi PAN ini.

Pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo memberikan penjelasan soal terhentinya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Ujar General Manager PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki mengatakan peristiwa ini terjadi akibat adanya gangguan pada sistem Transmisi Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sistem SulutGo) yang berdampak hilangnya tegangan pada beberapa gardu induk.

“Berdasarkan penelusuran Tim Unit Reaksi Cepat (URC) PLN, gardu induk yang padam meliputi GI Ranomut, GI Tanjung Merah, GI paniki, GIS Teling, GIS sario, GI lopana, GI Otam, GI Lolak, GI Baroko dan GI Amurang sehingga menyebabkan Total padam 224 MW dari 330 MW,” jelas Leo dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (3/3).

Namun dia mengakui pihak PLN UIW Suluttenggo bersama Unit Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo langsung bertindak cepat untuk mengatasi terhentinya pasokan listrik tersebut. Menurut dia, saat terjadi pemadaman Tim URC Petugas PLN melakukan pemulihan dan melakukan sinkronisasi seluruh pembangkit untuk kembali masuk sistem SulutGo, bekerjasama dengan PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi. Hasilnya, secara bertahap 5 dari 8 Gardu Induk (GI) berhasil dinormalkan dengan Sistem Defense Scheme sehingga daerah terdampak tidak semakin meluas. Tahap penormalan berikutnya, adalah GI Teling, GI Lopana dan GI Otam yang sudah mulai bertegangan.

“Daerah terdampak dalam proses penormalan terakhir meliputi Kota Manado, sebagian Kabupaten Minahasa Utara dan sebagian Kota Bitung, serta Wilayah Kotamobagu dan sekitarnya. Jadi sampai pukul 18:11 Wita secara bertahap pasokan tenaga listrik mulai pulih di beberapa daerah,” kata Leo.

Dia pun memohon maaf atas ketidaknyaman pelanggan akibat terhentinya pasokan tenaga listrik. “Tentunya kami terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik demi pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.(*)


Komentar

Populer Hari ini




Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting