Genangan Air dan Tanah Longsor Kepung Mitra

Cuaca Ekstrim, Teror Bencana Mengintai


LAPORAN : RECKY KOROMPIS

Alam di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) bergejolak. Hujan deras dan angin kencang hantam sejumlah daerah. Bencana pun mulai bermunculan. Masyarakat patut waspada.

Efek cuaca ekstrim ini salah satunya terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Genangan air hingga tanah longsor mengepung Bumi Patokan Esa. Beruntung tak ada korban jiwa. Namun intensitas hujan disertai angin kencang jadi ancaman serius bagi warga.

Genangan air di wilayah Posumaen, terjadi di beberapa desa yang ada. Bahkan akibat luapan air sungai, pemukiman warga harus tergenang air. Seperti halnya di Desa Makalu Selatan, air setinggi lutut orang dewasa dialami sebagian besar rumah warga sejak akhir pekan.

Di tempat lain, Desa Wongkay Kecamatan Ratahan Timur, salah satu rumah warga harus diterjang longsor. Bagian belakang rumah mengalami kerusakan. Banjir/genangan air maupun longsor pada rumah warga pun terjadi di beberapa tempat di Mitra, mulai dari Kalatin Kecamatan Touluaan Selatan dan Basaan Ratatotok.

Selain itu, longsoran pada sisi jalan di beberapa titik yang ada terlihat cukup mengganggu aktivitas transportasi masyarakat. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra bersama lintas instansi terkait lainnya langsung turun tangan menangani sejumlah bencana yang ada.

“Saat ini kita sudah membagi tim untuk ke wilayah yang terkena bencana,” ungkap Kepala BPBD Aneke Sumendap didampingi Sekretaris Olga Waas, Senin (17/5) kemarin.

Menurut dia, pihaknya sementara melakukan pendataan di lapangan sekaligus meninjau dan melakukan penanganan kepada warga yang terdampak. “Mereka ada di lapangan dan sementara melaksanakan tugas,” tukasnya.

Sekretaris BPBD Olga Waas saat berada di lokasi bencana banjir/genangan air di wilayah Pusomaen Posumaen Makalu menjelaskan, pihaknya telah menurunkan sejumlah peralatan untuk menurunkan debit air yang menggenangi rumah warga. “Kita sementara melakukan pengisapan air, karena saat ini hujan sudah reda dan sungai sudah kembali bisa dipergunakan. Sebab sebelumnya luapan air sungai mengakibatkan air menggenangi rumah warga hingga selutut kaki orang dewasa,” ujar Waas.

Di tempat lain di Desa Wongkay Ratahan Timur, pihaknya juga sudah melakukan peninjauan terhadap longsor pada salah satu rumah warga. “Untuk bantuan. Kita masih sebatas penanganan. Dan untuk logistik akan dikoordinasikan dengan instansi teknis lainnya,” ucapnya.

Dia menerangkan, sejumlah kejadian yang sama juga terjadi di beberapa wilayah yang ada di Mitra baik itu Touluaan Selatan, Desa Kalait dan Wilayah Ratatotok Desa Basaan. “Kami masih menerima informasi dan sementara menunggu laporannya,” katanya.

Meski begitu, pihak Pemerintah Kabupaten Mitra berharap agar masyarakat dan mewaspadai cuaca ekstrim sekarang ini, terlebih khusus mereka yang ada di pemukiman warga berlereng maupun yang rentan terjadi banjir/genangan air. “Termasuk para pengguna jalan. Jika memang ada hal-hal yang belum bersifat penting, lebih dapat ditunda dulu guna mengantisipasi hal-hal yang dapat mengundang kecelakaan,” pungkas Waas. (***)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors