Minta Evaluasi Rencana Sekolah Tatap Muka, Deprov Desak Dikda Berinovasi


Manado, MS

Gelombang kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus melonjak. Agenda uji coba pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 pun terus memantik reaksi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) meminta untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) di Provinsi Sulut didorong berinovasi terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Pangemanan. Ia mengungkapkan, terkait sekolah tatap muka, dirinya dari awal sudah mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Sulut. Kalau ingin membuka sekolah tatap muka, harus betul-betul dikaji secara komperhensif. Walaupun ada kebijakan dari pemerintah pusat sudah bisa dilaksanakan tatap muka langsung tapi harus melihat kondisi riil di lapangan. "Terkait dengan potensi kasus positif Covid di Sulut, kemarin kita sudah ada tes. Di antara tiga orang yang dites, pasti potensinya ada satu orang positif. Bayangkan kalau di satu sekolah ada 1.000 siswa, kalau dites maka ada potensi 300 siswa yang positif," tegas Melky, Rabu (30/6), di tempat kerjanya.

Baginya, yang perlu dilakukan Dikda Sulut yakni melakukan inovasi terkait dengan PJJ. Ini yang menurutnya diperlukan dalam kondisi sekarang ini. Dengan demikian bisa meminimalisir persoalan yang mengemuka ke publik. "Seperti siswa  yang tidak terbiasa PJJ, orang tua tidak yakin dengan PJJ, guru yang tidak upgrade menggunakan fasilitas online. Ini harus dicarikan solusi," tegas anggota dewan provinsi (Deprov) dari daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung itu.

Opsi untuk tatap muka langsung baginya belum terlalu mendesak. Perlu ada formulasi baru dari pemerintah khususnya Dikda untuk menjamin mutu pendidikan di Sulut tetap terjaga meski lewat PJJ. "Karena kasus covid yang melonjak dan ada varian delta. Jadi ini jangan jadi ajang uji coba kepada anak-anak. Pemerintah perlu melakukan kajian lagi jangan terlalu buru-buru sehingga terjadi kluster baru. Sebaiknya yang dioptimalkan inovasi terkait dengan pembelajaran jarak jauh," tutup Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut ini. (arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors