PON PAPUA ‘DIUSIK’, PEMERINTAH TAK GENTAR


Jakarta, MS

Aroma ‘khawatir’ membungkus gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua. Aksi teror yang diduga kuat ingin mengganggu gelaran pesta olahraga nasional ini diendus. Upaya pengamanan di bumi Cenderawasih kian diperketat.

Sinyal kuat menghambat gelaran PON Papua terbukti dengan upaya menggangu kondusifitas wilayah di ujung timur Indonesia. Terbaru, serangan Pos Koramil Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Papua Barat, pada Kamis (2/9) sekitar pukul 04.00 WIT, oleh puluhan orang bersenjata yang diduga teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB). Aksi mencekam itu menyebabkan 4 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dan warga dikabarkan mengungsi ke hutan.

Sejak awal tahun, intensitas gangguan keamanan yang dilakukan KKB di Provinsi Papua terus meningkat. Aksi penembakan terjadi di beberapa daerah seperti Kabupaten Nduga, Intan Jaya, Mimika, Pegunungan Bintang hingga Keerom. Misi menggagalkan dua iven besar di Papua yakni PON dan Pilkada diduga jadi alasan.

Sementara itu, Polisi menyebut kelompok kriminal bersenjata dan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) diantisipasi sebagai ancaman utama saat pelaksanaan PON XX pada Oktober mendatang. Kedua hal ini nantinya diantisipasi melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) jelang gelaran kegiatan.

"Ancaman utama yang ada di Provinsi Papua adalah gangguan dari Kelompok KKB dan KKP, perlu diantisipasi juga aksi demonstrasi yang ditunggangi oleh KNPB untuk mencoba menggagalkan atau membuat rusuh pada saat pelaksanaan PON XX Papua," ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9) dikutip dari CNNIndonesia.

Dia menerangkan aksi kelompok tersebut diantisipasi oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua untuk menjaga setiap kegiatan dari kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Selain itu, menurut dia, kepolisian juga telah menyiapkan mekanisme pengawalan dan pengaturan arus lalu lintas agar dapat dipahami oleh seluruh personel saat simulasi Sispamkota dilaksanakan. Kegiatan itu akan dilakukan pada Selasa (7/9).

Selanjutnya, kata dia, Direktorat Lalu Lintas akan menyoroti pengawalan kontingen setibanya di Papua untuk menghindari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga pemalangan jalan oleh masyarakat setempat yang menolak kegiatan. "Persoalan yang diangkat adalah bagaimana cara dari tim pengamanan untuk melakukan penanganan terhadap warga yang melanggar Prokes," ucap dia.

Selanjutnya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan sekitar 6 ribu pasukan untuk melakukan pengamanan selama kegiatan PON berlangsung. Mereka akan disebar di 4 Kabupaten/Kota yang menjadi tuan rumah pelaksanaan PON, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika dan Merauke. "Enam ribu personel Polda Papua beserta anggota polisi dan TNI dari luar Papua akan diperbantukan dalam mengamankan PON XX," jelas dia.

Sebagai informasi, PON dipastikan akan digelar sesuai rencana pada 2-15 Oktober mendatang.

 

GMKI MINTA INSIDEN MAYBRAT TAK BERDAMPAK KE PON

Serangan di Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, diharapkan tidak berdampak pada pelaksanaan PON XX Papua. Hal itu ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom dalam keterangannya, Jumat (3/9).

GMKI meminta Panglima TNI tidak reaktif pascapenyerangan oleh kelompok separatis teroris (KST) di Papua Barat. Menurutnya, tindakan reaktif akan mengganggu kestabilan di Papua menjelang PON XX Papua.

"Saya mewakili GMKI menyampaikan turut belasungkawa atas meninggalnya empat orang TNI dan satu orang hilang," kata Jefri, dikutip dari detikcom

"Untuk menjaga suasana kondusif di Papua, GMKI meminta kepada Panglima TNI untuk tidak bereaksi cepat melakukan operasi militer di daerah Maybrat, Provinsi Papua Barat. GMKI berharap pelaku penyerangan ditemukan dan diproses secara hukum," sambungnya.

PON XX di Papua akan dimulai pada 2 Oktober 2021, sehingga perlu suasana stabil di Papua menjelang dan selama penyelenggaraan event tersebut. "Saya pikir kalau digunakan pendekatan operasi militer di Maybrat, akan berdampak secara psikologi, apalagi menjelang PON. Setidaknya TNI-Polri sudah memiliki strategi untuk penanganan tersebut," ucapnya.

GMKI juga berharap penyerangan ini tidak mengganggu jalannya persiapan penyelenggaraan PON XX di tanah Papua. PON, disebut Jefri, menjadi salah satu cara untuk meredam konflik di Papua.

"PON di tanah Papua merupakan sejarah baru bagi masyarakat papua. Melalui semangat PON XX Papua, kita harus tunjukkan Indonesia sebagai negara berdaulat," ujar Jefri Gultom.

Jefri berharap masyarakat Papua mendukung acara PON XX. PON akan mendatangkan banyak atlet dan wisatawan dari seluruh Indonesia. "Melalui PON, masyarakat dapat memperkenalkan budaya-wisata yang indah di tanah Papua. Selain itu, PON Papua dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal," ucapnya.

Diketahui, empat prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur diserang kelompok separatis teroris (KST) di Kabupaten Maybat, Papua Barat. Mereka diserang puluhan anggota KST pada Kamis (2/9) dini hari. Puluhan anggota KST menyerang Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan pada pukul 03.00 WIT.

Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyatakan akan menambah pasukan setelah aksi penyerangan KKB di Pos Koramil Kisor. Nyoman mengatakan penambahan pasukan itu untuk memperkuat pos pengamanan. Masyarakat pun diminta tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. "Kami akan laksanakan penebalan di sini, kita akan perkuat pos-pos kita di depan, sehingga masyarakat bisa bekerja kembali," kata Nyoman dalam keterangan tertulis saat mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (4/9).

"Apabila ada yang merasa masih merasa ketakutan, saya memberikan jaminan keselamatan masyarakat," tambahnya.

Pangdam menerangkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap anggota kelompok separatis yang telah ditangkap pascakejadian. Saat ini dua orang telah diamankan pihak TNI. Ia menegaskan akan memburu seluruh pelaku penyerangan hingga tertangkap. Pangdam menyatakan TNI telah bekerja sama dengan Polri melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku. "Kita akan kejar terus pelaku-pelakunya mereka harus bertanggung jawab," ucapnya.

Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui dan menyatakan bertanggungjawab atas penyerangan Pos Koramil tersebut.

PEMERINTAH JAMIN KEAMANAN PAPUA

Rangkaian teror yang menyelimuti tanah Papua tidak membuat pemerintah gentar. PON XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Papernas) XVI di Papua, siap untuk digelar.

Hal itu dikatakan Menko Polhukam Mahfud Md. Dia memastikan kondisi politik dan keamanan di sana secara umum dalam keadaan baik.

"Kita pastikan bahwa itu akan berjalan dengan baik. Saya selaku penanggung jawab di bidang keamanan sudah melakukan koordinasi secara rutin. Tadi baru mengundang Menpora, Ketua KONI, Mabes TNI, Polri, BIN, BSSN, termasuk EO nya, mereka presentasi bahwa semuanya siap," kata Mahfud melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/9), seperti dikutip dari detikcom.

Mahfud menuturkan berbagai potensi ancaman telah diantisipasi, sehingga pelaksanaan PON dan Papernas yang menjadi marwah dan kehormatan negara atas kedaulatan Indonesia di bumi Cendrawasih itu diharapkan berjalan dengan baik. Terkait peristiwa penembakan di Maybrat, Papua Barat, Mahfud mengatakan kejadian itu menjadi perhatian, namun tidak mempengaruhi PON dan Papernas.

Ia pun meminta semuanya dapat menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 baik di dalam maupun di luar venue. Mahfud juga mengajak semua pihak untuk menjaga dan menyukseskan PON dan Peparnas. "Karena situasinya masih dalam pandemi kalau terpaksa nanti ada protokol kesehatan yang ditegakkan di dalam seluruh venue yang menjadi tempat perlombaan, supaya dimaklumi dan supaya diikuti," ujarnya.

"Kita tidak menghalang-halangi orang yang mau menonton tapi ada batasan-batasannya, batasan mengenai jumlah, mengenai jarak, antigen, atau PCR dan sebagainya sudah diatur dan disiapkan sebaik-baiknya. Mari kita jaga kerjasama, untuk memeriahkan PON dan Peparnas di tanah Papua, tanah kita semua, tanah kebanggaan Indonesia, di mana Indonesia juga menjadi tanah kebanggaan bagi orang-orang Papua," sambungnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan kesiapan PON XX dan juga Papernas XVI, telah mencapai 99 persen. Sejumlah atlet dijadwalkan mulai tiba di Papua pada pertengahan September. "PON sendiri akan resmi dibuka pada tanggal 2 Oktober. Tapi tanggal 20 September atlet-atlet sudah mulai berdatangan dan sejak saat itu keamanan dan kenyamanan sudah dipersiapkan oleh aparat, oleh panitia bahkan juga oleh pemerintah daerah Papua," imbuhnya.(kompas/detik/cnn)

 


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors

Mail Hosting