Ratusan Orang Tua Murid Tak Izinkan Anak Ikut Vaksin

Vaksinasi Siswa di Mitra Capai 56 Persen


Ratahan, MS

Program vaksinasi anak usia 12-17 tahun di Minahasa Tenggara (Mitra) terganjal. Sedikitnya 167 orang tua murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), tak memberi izin anaknya ikut vaksinasi. Padahal, target vaksinasi 80 persen oleh pemerintah kabupaten (pemkab), terus dikejar.

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas siswa di Bumi Patokan Esa, jadi alasan. Positifnya, realisasi vaksinasi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) bagi para siswa itu, sudah menyentuh angka 56,08 persen.

Informasi dihimpun, total sasaran vaksinasi siswa di 41 sekolah ada sebanyak 4.249 dari total 4.716 siswa. Ada sebanyak 467 siswa yang tak layak vaksin dikarenakan belum mencukupi umur 12 tahun. Selanjutnya, ada 45 siswa yang memiliki penyakit bawaan, komorbid, yang tidak bisa dilakukan vaksinasi secara medis, diikuti 167 siswa yang tak diizinkan orang tuanya untuk turut serta dalam vaksinasi.

Sementara, penyuntikan vaksin dosis 1 sudah mencapai 2.239 siswa atau 56,08 persen. Untuk pemberian dosis 2 tengah berlangsung, meski terbilang masih minim yakni 590 siswa atau 18,39 persen. Sementara, sebanyak 10 sekolah sudah mencapai 100 persen vaksinasi atau sudah siap mengikuti PTM Terbatas.

Jika dilihat dari segi tenaga pendidik, kesiapan menggelar PTM Terbatas sudah dicapai. Total sebanyak 508 tenaga pendidik, vaksinasi dosis 1 sudah diterima sebanyak 465 guru/kepala sekolah atau 85,14 persen. Kemudian ada sebanyak 409 guru/kepala sekolah yang sudah menerima dosis 2 atau sebanyak 72,52 persen.

“Kami yakin, sebelum akhir tahun capaian hingga 80 persen dapat tercapai. Itu jika stok vaksin untuk vaksinasi anak tetap ada. Sebab petugas terkait terus melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat Mitra,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Ascke Benu melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Laorens Manopo, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, secara individu sekolah, sudah ada sebanyak 10 SMP yang siap melaksanakan PTM Terbatas. “Jika hanya melihat per sekolah saja, ada sebanyak 10 sekolah sudah bisa melaksanakan PTM Terbatas karena sudah 100 persen dilakukan vaksinasi, berikut para tenaga pendidik termasuk kepala sekolah di dalamnya. Namun kondisi sekarang ini, haruslah mencapai 80 persen sesuai instruksi pihak pemkab, untuk keseluruhan sekolah. Jadinya, kita harus menunggu target vaksinasi untuk sekolah lainnya,” katanya.

Dia pun berharap, proses vaksinasi akan terus berjalan sesuai dengan yang telah dijadwalkan, agar proses PTM Terbatas dapat segera digelar. “Memang harus diakui, pentingnya PTM untuk para siswa sekolah sangat dibutuhkan. Mudah-mudahan saja targetnya dapat tercapai serta peran serta masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dapat terus dilakukan, agar dapat mencegah penularan Covid-19,” pungkas Laorens. (recky korompis)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors