PILPELSUS GMIM SUKSES


Manado, MS

Pesta iman Pemilihan Pelayan Khusus (Pilpelsus) di aras Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berakhir dengan sukacita. Diaken dan penatua di tiap jemaat telah terpilih dan terpanggil untuk menggerakkan roda pelayanan gereja di periode 2022-2026 mendatang. Semangat pelayanan gereja kian berkobar.

Agenda Pilpelsus GMIM dibagi dalam dua tahapan yakni pemilihan diaken dan penatua tingkat kolom pada Jumat (15/10), kemudian pemilihan ketua komisi kategorial Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak (BIPRA) pada Minggu (17/10) kemarin. Pesta iman ini berlangsung serentak di 1.033 jemaat.

Sukses pelaksanaan Pilpelsus GMIM ditanggapi dengan penuh rasa syukur oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM. "Pertama-tama, tentunya kami sangat bersyukur karena pelaksanaan pemilihan Penatua-Diaken, Kompelka Bapak Ibu Pemuda Remaja dan Anak (BIPRA) di aras jemaat bisa berjalan sukses. Hingga saat ini, umumnya semua laporan yang masuk, telah berlangsung baik," ujar Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina melalui Sekretaris Umum Sekum BPMS GMIM, Pdt Evert Alfonsius Tangel STh MPdK, saat dihubungi Media Sulut, Minggu (17/10) malam.

Diakuinya, memang sejumlah hal terkait pelaksanaan pemilihan sempat menjadi pertanyaan, baik dari panitia maupun Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ). Namun hal itu sudah teratasi melalui penjelasan dari BPMS dan akhirnya berjalan sesuai aturan. Sesuai tata gereja dan buku petunjuk pelaksanaan Pilpelsus. Berdasarkan keputusan dan surat penegasan BPMS tentang pemilihan.

"Sejauh ini, sudah terlaksana sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Pun bila ada hal-hal yang kita lihat bermasalah, itu nanti dilihat di berita acara pemilihan (BAP) mulai dari panitia, BPMJ, BPMW hingga BPMS," jelasnya.

Sangat diharapkan, tidak ada permasalahan yang terjadi dalam Pilpelsus dan Kompelka BIPRA. Apalagi panitia, BPMJ dan anggota sidi jemaat sudah melakukan pemilihan sesuai aturan. Dikatakan, usai pemilihan tersebut, masih ada sejumlah tahapan. Semisal, BAP berjenjang dari panitia, tingkat jemaat, wilayah dan sinode. Kemudian, pelaksanaan katekisasi bagi para calon Penatua-Diaken di jemaat masing-masing. Selanjutnya, pelatihan untuk calon Kompelka BIPRA sesuai standar yang ditetapkan.

"Sesudah itu, masuk ke tahap penetapan dari BPMS GMIM berdasarkan hasil pemilihan. Kemudian ada peneguhan calon Penatua-Diaken dan pelantikan calon Kompelka BIPRA di aras jemaat. Terkait itu, diharapkan semua calon Pelsus yang terpilih, wajib mengikuti katekisasi dan pelatihan bagi Kompelka BIPRA," harap Tangel.

Adapun untuk jadwal peneguhan dan pelantikan dimaksud, akan dilaksanakan ketika BAP telah dikeluarkan, semua tahapan sudah selesai. "Untuk peneguhan Pelsus dan pelantikan Kompelka BIPRA sedianya dilaksanakan di pekan ke-3 bulan Desember. Hal ini pasti diupayakan dilaksanakan. Sebab, periode pelayanan di tahun ini berakhir pada 31 Desember 2021. Nah, tanggal 1 Januari 2022, Pelsus dan Kompelka BIPRA yang terpilih, mulai aktif bertugas," tandas Tangel.

 

ANUGERAH BAGI WARGA GMIM

‘Buah’ dari pelaksanaan pesta iman Pilpelsus adalah anugerah Tuhan bagi warga GMIM. Untuk itu semua jemaat diminta menyambut dengan penuh syukur dan gembira kepada semua pelsus dan kompelka BIPRA terpilih. Demikian disampaikan mantan Sekretaris BPMS GMIM Pdt Dr Hendry Runtuwene.

“Tuhan telah menyatakan kehendak-Nya bagi gereja. Untuk itu hindarkan dari segala bentuk pertikaian dan kepentingan diri atau kelompok semata. Jalin persaudaraan yang rukun dan damai, agar kita menjadi kesaksian yang hidup bahwa Roh Kudus menyertai gereja ini sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan,” pesan Runtuwene.

Hal senada diungkapkan Anggota DPD RI Dapil Sulut Ir Stefanus BAN Liow MAP. Bagi SBANL, Diaken dan Penatua serta Kompelka BIPRA yang diperkenankan Tuhan dan dipercaya jemaat, akan menjadi pemimpin untuk seluruh anggota jemaat tanpa melihat perbedaan status sosial, etnis dan sub etnis. Apalagi, warna warni politik.

“Intinya sebagai gereja, kita semua terpanggil untuk bersekutu, bersaksi dan melayani,” kuncinya.

 

 

SELESAIKAN PERSOALAN DENGAN HIKMAT

Pelaksanaan Pemilihan Pelsus dan Kompelka BIPRA jemaat se-GMIM diharap bisa menjadi momentum untuk mewujudkan tugas kerja pelayanan gereja ke depan agar semakin banyak memberi buah dan memberkati  banyak orang.

"Tentu apapun hasil dari pelaksanaan pemilihan pelsus ini harus kita junjung tinggi dan hormati sebagai kedaulatan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja kita," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut, Pdt Lucky Rumopa.

Jika ada dinamika ataupun hal-hal yang belum terselesaikan, menurut Rumopa, gereja harus dapat ‘mensiasati’ demi kemaslahatan umat. "Artinya, mensiasati dalam hal meminimalisir konflik itu. Jangan berkembang menjadi sesuatu yang besar, karena akan berdampak buruk buat perjalanan gereja," tegasnya.

Wakil Ketua Panitia Pemilihan Sinode GMIM itu mengatakan, harus dibedakan pemilihan Pelsus dengan pemilihan kepala daerah. Kata dia, Pelsus ini adalah pelayan-pelayan gereja. "Jadi cara menangani ini harus secara gerejawi. Kita tidak boleh mau menyelesaikan problem permasalahan bila ada kemelut, kita selesaikan secara koboi. Tidak bisa. Harus ada dialog, harus ada saling mengerti," terangnya.

Menurut dia, gereja memegang prinsip Kristus. Dimana, setiap jemaat berharga di mata Tuhan. Oleh sebab itu, sangat diharapkan seluruh komponen pelayanan ada pengertian. Saling menerima, saling mendukung dan saling menunjang.

"Apabila ada riak-riak kecil di dalam jemaat, itu harus ditangani oleh jemaat itu sendiri. Kalau ada sesuatu yang belum terselesaikan, harus bijaksana untuk mendengar aspirasi dan tentu dapat menyelesaikan secara gerejani," harapnya.

 

DUKUNG DAN DOAKAN PELSUS TERPILIH

Pemilihan Pelsus GMIM merupakan pesta rohani warga GMIM. Siapa pun yang terpanggil untuk melayani diharap dapat melayani dengan baik sehingga boleh menjadi berkat bagi semua orang.

"Ketika pelayanan sukses, maka ini juga sangat terkait atau sebuah sinergitas dan progres dengan program-program pemerintah," Anggota Komisi I DPRD Sulut, Hendry Walukouw yang juga selaku Penatua P/KB Jemaat Eben Haezer Tatelu.

Warga GMIM juga diminta untuk mendukung tugas kerja pelayanan para pelsus terpilih, baik diaken dan penatua kolom tetapi juga ketua kompelka BIPRA. “Pesta iman ini sudah selesai kita lalui, saatnya kita bergandengan tangan dalam satu iman melayani Tuhan dalam berbagai program kerja pelayanan saat ini maupun yang akan datang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Anggota Kelompok Kerja P/KB Sinode GMIM ini menjelaskan, artinya ketika masyarakat sehat secara rohani, maka akan sinkron dengan program-program pemerintah. "Karena gereja adalah mitra kerja dengan pemerintah untuk membangun secara iman, mental dan spiritual. Ketika ini sukses berarti pemerintah juga sukses," ungkapnya.

Senada anggota DPRD Sulut Imelda Nofita Rewah. Ia mengungkapkan, pasca pemilihan Pelsus jemaat diharapkan dapat tetap ada dalam suasana persekutuan sebagai satu tubuh Kristus. "Baku-baku bae, tidak ada perseteruan. Siapa yang terpilih berarti itu yang dipilih oleh Tuhan," kata wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.(hendra mokorowu/ arfin tompodung)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors