PERKASA SAH PANGLIMA TNI


Jakarta, MS

Sosok Jenderal Andika Perkasa resmi dilantik sebagai panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tekadnya dalam menjalankan tugas ke depan ditegaskan. Beragam asa ikut mengiringi dengan keterpilihannya.

Jalan Andika menuju kursi nomor satu di institusi korps baju loreng berujung. Sebagai satu-satunya kandidat yang dipersiapkan memangku jabatan tersebut, Andika akhirnya dilantik Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/11) siang.

"Saudara Jenderal TNI Andika Perkasa...apakah bersedia saya ambil sumpah berdasarkan agama Islam," ujar Jokowi mempertanyakan kesiapan Andika dilantik jadi Panglima TNI sebelum membacakan sumpah jabatan.

"Bersedia," jawab Andika.

Tokoh agama meletakkan Al Quran di atas kepala Andika selama pengambilan sumpah jabatan tersebut. "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Jokowi mendiktekan sumpah jabatan yang harus diulang Andika.

"Saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit," sambung Andika.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengaku sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan Presiden Jokowi. Andika juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Satu kehormatan besar bagi saya dan keluarga atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia dan juga dukungan dari DPR RI sehingga akhirnya saya bisa dilantik," kata Andika dalam keterangan pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/11).

Andika mengaku akan melanjutkan program kerja yang telah ditetapkan. Dia siap bekerja sesuai peraturan perundang-undangan.

"Program kerja kita akan melanjutkan secara umum, karena memang kita kan sudah dibatasi ruang. Ruang di mana tugas-tugas kita sudah dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2024. Jadi saya akan terus tetapi memang detailnya saja dari tiap-tiap tugas itu yang perlu mungkin sedikit evaluasi dan perbaikan sana-sini," ujar Andika.

Andika juga mengatakan, ada pesan dari Jokowi untuk dirinya dan keluarga. Namun dia tak membeberkan detail pesan tersebut. "Ada tapi itu untuk saya dengan keluarga saya, tapi intinya saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya," ujar Andika.

Selain itu, Andika menyampaikan pesan kepada seluruh prajurit TNI. Andika menekankan soal kebersamaan.

"Saya ingin kita menjadi bagian dari kita sendiri, dari kita semua di tengah keluarga, teman maupun sanak saudara kita semua. Karena kita adalah bagian dari mereka," ujar dia.

Dengan aturan yang tertuang di Undang-Undang TNI saat ini, Andika hanya punya masa jabatan sekitar 13 bulan. Ia akan memasuki masa pensiun saat berusia 58 tahun pada November 2022.

 

KAPOLRI HARAP SINERGITAS TETAP TERJAGA

Pasca dilantiknya Andika sebagai Panglima TNI mengundang harap berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sinergitas antara kedua lembaga itu didorong untuk terus terpelihara.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan selama atas pelantikan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Disampaikannya, semoga soliditas dan sinergitas TNI/Polri makin kuat. "Dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang akan mengganggu stabilitas bangsa dan negara sebagai modal utama dalam pembangunan nasional," kata Sigit dikutip dari video ucapan atas pelantikan Jenderal Andika Perkasa yang diunggah di akun media sosial Kapolri, Rabu kemarin.

Dalam akun Instagram @kepalakepolisian_ri, Sigit mengatakan, sebagai garda depan penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, TNI senantiasa harus selalu siap siaga dalam menghadapi perkembangan dinamika lingkungan strategis yang makin kompleks. Begitu pula spektrum ancaman yang makin luas seperti ancaman siber, perang hybrid, pelanggaran kedaulatan dan ancaman lainnya.

"Untuk itu, diperlukan sosok TNI yang profesional dan modern sehingga dapat bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan Indonesia yang mampu berperan di lingkungan strategis regional maupun global," ucap Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyebutkan bahwa TNI dan Polri merupakan garda depan dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, TNI bersama Polri senantiasa hadir sebagai sumber kekuatan strategis dalam rangka pengendalian Covid-19 dan menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Sigit.

Sigit meyakini, ke depannya TNI akan makin profesional dan dicintai oleh masyarakat, selalu berada di garis terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI, baik di darat, laut, maupun udara.

"Selamat bertugas. TNI adalah kita," tutup Sigit.

Sebelumnya juga, Wakil Presiden Maruf Amin berharap agar Panglima TNI yang baru lebih humanis. "Tentu lebih humanis, tapi tidak kehilangan semangat perlindungan. Humanis tapi perlindungan dan penegakan HAM harus tetap dijaga," kata Ma’ruf Amin di Jayapura, Sabtu (6/11).

Khusus pengamanan di Papua, Wapres berharap panglima juga menerapkan pendekatan humanis. "Kita berharap panglima yang baru akan meneruskan langkah-langkah panglima yang lama dan membangun kondusifitas pengamanan di Papua dan lebih mempunyai pendekatan-pendekatan yang lebih baik lagi. Kita harapkan intensitas gangguan semakin menurun," kata dia.

Maruf yakin Jenderal Andika Perkasa memiliki langkah strategis dan lebih baik dalam penanganan Papua. "Saya yakin panglima yang baru punya konsep-konsep yang lebih pendekatan lebih baik lagi, yang sudah (Panglima Marsekal Hadi) ini juga baik, tapi berdasarkan apa yang sudah dilakukan saya harap ada langkah strategis yang lebih baik lagi dalam penanganan keamanan di Papua," pungkasnya.

 

DUDUNG GANTIKAN POSISI ANDIKA

Usai dilantik sebagai Panglima, posisi Andika sebelumnya otomatis wajah baru. Jabatan lamanya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) akan dipegang Letjen, Dudung Abdurachman. Itu sesuai penunjukkan Presiden Jokowi supaya menjalankan tugas tersebut.

Dudung menggantikan Andika Perkasa yang akan menjabat Panglima TNI. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Dudung akan dilantik di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan dilakukan setelah Andika resmi menjabat Panglima TNI. "Benar, Pak Dudung akan dilantik jadi KSAD," kata Heru dalam pesan singkat, Rabu (17/11).

Dalam pelantikan itu, Dudung akan otomatis mendapat kenaikan pangkat. KSAD dijabat oleh perwira tinggi TNI AD berpangkat jenderal. Dudung lahir di Bandung, Jawa Barat pada 16 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988.

Sebelum menjadi KSAD, Dudung merupakan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Ia juga pernah menjabat Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta.

Nama Dudung melambung di publik usai aksinya menentang organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI). Ia mengusulkan pembubaran organisasi yang dipimpin Rizieq Shihab tersebut.

Dudung memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan baliho-baliho Rizieq Shihab di Jakarta. Ia juga menyatakan akan bertindak jika FPI berbuat ulah.

"Jangan seenaknya sendiri seakan akan paling benar. Enggak ada itu, jangan coba coba. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu," tandas Dudung usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (20/11). (cnn/detik/merdeka/liputan6)


Komentar


Sponsors

Daerah

Sponsors