Foto: Steven Kandouw.
APBN 2022, Sulut Kecipratan Rp8,87 Triliun
Manado, MS
Aliran dana pemerintah pusat untuk tahun 2022 di
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terbilang fantastis. Jumlahnya itu tertuang
dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tahun depan Bumi Nyiur
Melambai bakal ‘disuntik’ anggaran sebesar Rp8,87 triliun.
Nilai itu diketahui setelah Wakil Gubernur
(Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menyerahkan Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa
(TKDD) Tahun Anggaran (TA) 2022, dan Penghargaan Capaian Opini WTP Tahun 2020
di Gedung Keuangan Negara Manado, Jumat (3/11).
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada
kepala daerah dan perwakilan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja
Kementerian Negara/Lembaga (K/L) di Sulut. DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKDD merupakan
dokumen APBN yang sangat penting untuk menjadi acuan bagi para pimpinan satker
dan kepala daerah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara
kolaboratif, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut.
Penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran
(DIPA) serta daftar alokasi transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022
"Dari total dana APBN Tahun 2022 yang
dialokasikan untuk Provinsi Sulawesi Utara, sebesar Rp 8,87 triliun dalam
bentuk DIPA yang diserahkan kepada 452 Satker K/L," jelas Wagub.
"Dari keseluruhan alokasi, sebesar Rp3,19
triliun dialokasikan untuk belanja pegawai, Rp3,38 triliun untuk belanja
barang, Rp2,28 triliun untuk belanja modal, dan sebesar Rp21,53 miliar untuk
belanja bantuan sosial," sambungnya lagi.
Sementara itu, alokasi TKDD ditetapkan sebesar
Rp13,25 triliun. Adapun alokasi TKDD tersebut terdiri dari DAU sebesar Rp8,03
triliun, DBH Rp570,33 miliar, DAK Fisik Rp1,76 triliun, DAK Non Fisik Rp1,69
triliun, Dana Insentif Daerah Rp106,60 miliar, dan Dana Desa sebesar Rp1,09
triliun.
"Diharapkan kepada para Bupati/Walikota agar
benar-benar menggunakan alokasi TKDD Tahun 2022 dengan baik, sehingga dapat
memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat," tandas Wagub.
"Mari sama-sama memulihkan ekonomi di
daerah, dengan tetap mengedepankan tata kelola pemerintahan yang baik,
transparansi dan akuntabilitas. Dengan kebersamaan, pastinya segala harapan
kita dapat terwujud, perekonomian dapat bangkit, kemajuan dan kesejahteraan
rakyat dapat kita capai," tambah Wagub. (sonny dinar)








































Komentar